Beranda BERITA TERBARU Begini Kata Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Suparman Tentang Insentif Guru PAUD dan...

Begini Kata Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Suparman Tentang Insentif Guru PAUD dan Zonasi Pendidikan

231
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net- Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh H.Suparman,S.Pd menyebut Dana Insentif Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat intens diperhatikan oleh DPRD. Berdasarkan rapat Banggar terakhir membahas KUA dan PPAS, dewan melihat masih banyak guru PAUD yang tidak kebagian dana insentif tersebut.

“Dalam KUA PPAS 2020, kita sudah mengusulkan dan telah diakomodir oleh Pemko Payakumbuh, bagi guru PAUD yang belum mendapat, dengan ketentuan sudah memenuhi syarat, dan masuk data Dapodik tentunya,” ujar Suparman, Selasa (23/7) saat ditemui Humas Pemko di ruang kerjanya.

Politisi PKS ini menyebut DPRD mendorong dinas agar mensosialisasikan kepada guru PAUD yang belum mendapat dana insentif agar segera memenuhi syarat yang ditetapkan tersebut.

“Kami juga mengapresiasi Pemko Payakumbuh dengan program 1 kelurahan 1 PAUD. Menyangkut pendidikan, pada zaman yang akan datang, kita harus perhatikan pendidikan sejak dini, lebih dari 20 persen APBD dialokasikan untuk pendidikan,” kata Suparman menambahkan.

Wakil DPRD yang kabarnya diusulkan oleh partai PKS sebagai Calon Ketua DPRD 2019-2024 ini optimis dari sisi anggaran, DPRD mendukung kesejahteraan guru, dimana setiap pendidik diharapkan agar serius dan lebih berkualitas.

“Guru yang mendidik anak, kalau kesejahteraannya terganggu, maka banyak efeknya, maka kenaikan dana insentif tahun ini kita anggarkan secara berjenjang dari tahun sebelumnya, dari jumlah insentif minimmal Rp.350.000 dan maksimal Rp.750.000,” ujarnya mantap.

Disamping itu, Suparman juga mengapresiasi untuk Pemko Payakumbuh yang telah menerapkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), secara pribadi dirinya menyikapi dan sangat setuju meskipun diawal-awal masih ada pro dan kontra akan sistem zonasi tersebut.

“Kita menilai akan ada pemerataan kualitas pendidikan di sisi guru, sarana prasarana, sehingga tidak ada lagi namanya sekolah favorit, tidak baik diberlakukan pemfavoritan, karena akan terjadi kesenjangan, sejatinya seluruh anak bangsa harus mendapat perlakuan yang sama dari segi pendidikan,” kata Suparman.

Suparman menilai, zonasi dapat memacu guru untuk meningkatkan mutu dan metode mengajar agar semenarik mungkin sehingga mereka mampu berinovasi seiring kemajuan zaman, guru juga harus cepat belajar.

“Harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekarang menjadi guru penuh dengan tantangan, belajar meningkatkan wawasan dengan cepat dan mengupgrade diri secara profesional,” pungkasnya. (FS)

LEAVE A REPLY