Beranda BERITA TERBARU DIDUGA TROTOAR DISULAP JADI AREA PARKIR RUMAH SAKIT RIZKY BUNDA LUBUK BASUNG

DIDUGA TROTOAR DISULAP JADI AREA PARKIR RUMAH SAKIT RIZKY BUNDA LUBUK BASUNG

32
0
BERBAGI

AGAM-maklumatnews.netDiantara fasilitas-fasilitas Lalu lintas Trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung bagi pejalan kaki dan juga pedoman bagi pengendara dan angkutan jalan seperti yang dikatakan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009, Pasal 45 ayat 1 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”).

Trotoar diselenggarakan oleh pihak pemerintah, tergantung pada jenis jalan tempat trotoar itu dibangun dan juga di jelaskan UU LLAJ Pasal 45 ayat 2

a.    Untuk jalan nasional, diselenggarakan oleh pemerintah pusat;

b.    Untuk jalan provinsi, diselenggarakan oleh pemerintah provinsi;

c.    Untuk jalan kabupaten dan jalan desa, diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten;

d.    Untuk jalan kota, diselenggarakan oleh pemerintah kota;

e.    Untuk jalan tol, diselenggarakan oleh badan usaha jalan tol.

 

Sangat penting diketahui, ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut pada UU LLAJ  Pasal 131 ayat (1)  Ini artinya, trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk orang pribadi.

Lebih lanjut di jelaskan UU LLAJ  Pasal 25 ayat (1) bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan, yang salah satunya berupa fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan di luar badan jalan. Ini artinya, sebagai salah satu fasilitas pendukung jalan, trotoar juga merupakan perlengkapan jalan.

Juga di jelaskan pada UU LLAJ  pasal 28 ayat 2 berkaitan dengan trotoar sebagai perlengkapan jalan, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Dari penjelasan pasal-pasal tersebut Ada 2 (dua) macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki:

1. Ancaman pidana bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) (Pasal 274 ayat (2) UU LLAJ); atau

2. Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) (Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ).

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (“PP Jalan”). PP Jalan ini salah satunya mengatur tentang bagian-bagian jalan yang meliputi ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan (Pasal 33 PP Jalan).

Berdasarkan Pasal 34 ayat (1) PP Jalan, ruang manfaat jalan meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Lebih lanjut, ruang manfaat jalan itu hanya diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap lainnya [Pasal 34 ayat (3) PP Jalan].

Fungsi trotoar pun ditegaskan kembali dalam Pasal 34 ayat (4) PP Jalan yang berbunyi:

“Trotoar sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.”

Hal ini berarti, fungsi trotoar tidak boleh diselewengkan dengan cara apapun, termasuk dimiliki secara pribadi dengan alasan trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

Dari beberapa poin yang di jelaskan oleh UU dan peraturan pemerintah di lihat dari kasat mata penggunaan trotoar di lokasi Rumah sakit Rizky Bunda lubuk Basung terindikasi  Trotoar telah beralih pungsi menjadi area parkir milik Rumah sakit Rizky bunda tersebut.

Ketika di konfirmasi oleh Tim LSM Garuda Nasional pada dokter Aladin selaku pemilik Rumah sakit Rizky Bunda.Dr Aladin Via pesan singkat menyarankan menemui Humas Ahmad yani (Mancayo) Mancayo mengatakan kami dari pihak Rumah sakit telah menyarankan pemilik kenderaan agar memakirkan kenderaan di belakang, namun namun tidak di indahkan.

Wartawan juga menayakan kenapa Totoar di robah bentuk jadi area Parkir?  Mancayo tidak bisa menjelaskannya. 9/2

Sementara itu ketua Dpw Garuda Nasional Sumbar Bj Rahmad mengatakan sangat menyayangkan kondisi tersebut terjadi, seolah-olah pihak Rumah sakit lecehkan UU LLAJ dan Peraturan pemerintah.

Apakah perbuatan tersebut sengaja di biarkan oleh pihak-pihak terkait serta pemerintah daerah Kabupaten Agam?Ujar Bjr.

Lanjutnya.diminta pihak terkait seperti Satpol PP segera tindak lanjuti pemberitaan dan juga para penegak hukum Kabupaten Agan serta Provinsi sumatera Barat agar menindak tegas para oknum yang melegalkan Rumah sakit Rizky bunda yang menyulap Trotoar jadi tempat parkir Pribadi, sehingga tidak ada lagi masyarakat, orang berduit, pengusaha, serta berpangkat tidak terjamah dan tersentuh hukum. Jelasnya. (TIM)

LEAVE A REPLY