Beranda BERITA TERBARU DIMATA AKTIVIS, FERIZAL RIDWAN ADALAH SOSOK YANG BERANI DAN TERBUKA

DIMATA AKTIVIS, FERIZAL RIDWAN ADALAH SOSOK YANG BERANI DAN TERBUKA

389
0
BERBAGI

Limapuluh Kota –maklumatnews.net Koordinator Forum Komunikasi Luak 50, Yudilfan Habib menilai langkah Ferizal Ridwan untuk maju menjadi calon Bupati Kabupaten Limapuluh Kota periode 2021-2026 adalah langkah yang tepat. Sosok Ferizal Ridwan yang terbuka dan berani ini dinilai mampu memberikan pencerahan bagi Kabupaten Limapuluh Kota yang selama ini terus dizalimi oleh pemimpinnya sendiri.

Pasalnya dari hari ke hari, kepercayaan masyarakat Limapuluh Kota kian menipis dan apatis kepada pemimpinnya sendiri karena kerap kali menutup diri.

Baginya, Kepala Daerah kebanyakan di Indonesia maupun di Kabupaten Limapuluh Kota tengah mengidap penyakit Paranoid yang akut alias penakut. Tidak berani melakukan terobosan maupun resiko untuk kemajuan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kesejahteraan Rakyatnya sendiri.

Periode Kepala Daerah Kabupaten Limapuluh Kota 2016-2021, Ferizal Ridwan menjabat sebagai Wakil Bupati. Menjadi orang nomor dua memang tidak memiliki wewenang untuk memutuskan sebuah kebijakan didaerah.

Namun karena wataknya yang berani mengambil resiko, ia nekat untuk memulangkan nama harum Sutan Ibrahim Datuk Tan Malaka ke kampung halamannya di Pandam Gadang, Kecamatan Gunung Omeh dari Kediri, Jawa Timur. Gezah Tan Malaka pun kembali membumi di kampungnya sendiri. Semangat Tan Malaka untuk memerdekakan Indonesia 100 persen riak kembali di sanubari anak cucunya di Luak Nan Bungsu.

Padahal sampai saat ini, Tan Malaka masih kontroversi di bumi Ibu Pertiwi. Ia di cap sebagai Komunis karena jejak hidupnya yang pernah bergabung dengan Komunis baik di Nusantara maupun Internasional. Bagi Ferizal Ridwan, Kontroversi ini tidak dipersoalkan. Yang jelas, bagaimana memupuk semangat Tan Malaka ke generasi penerus dan memperjuangkan nama Tan Malaka layaknya sebagai Pahlawan Nasional. Resiko inilah yang ditempuh oleh Ferizal Ridwan agar mata dunia bisa mengarah ke Kabupaten Limapuluh Kota. Jelas, nama baik dan kenyamanan sebagai WNI dipertaruhkan.

Kemudian di akhir tahun 2017, Ferizal Ridwan pernah menggemparkan Indonesia. Ia berani melantik beberapa pejabat eselon II dan Sekda ditengah Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi cuti naik haji. Pelantikan ini banyak mendapat penolakan, termasuk dari Kemendagri. Tapi disinilah Ferizal mendapatkan moment untuk membuka tabir nepotisme bagi-bagi jabatan di Limapuluh Kota ke pemerintah pusat. Namun, keberanian dan perjuangannya untuk Limapuluh Kota malah mendapatkan sinisme dari banyak kalangan. Alhasil, Ferizal Ridwan dikerdilkan dan sampai sekarang stigma Wakil Bupati Non Job masih menggelora di kalangan para elit masyarakat Limapuluh Kota.

Keberanian mengambil resiko untuk jujur inilah yang dikagumi oleh Yudilfan Habib. Limapuluh Kota harus dipimpin oleh seorang yang pemberani dan mau terjun ke dalam lubang persoalan. Karena sudah sekian lama Limapuluh Kota dikebiri oleh pemimpin yang zalim. (FS/agg)

LEAVE A REPLY