Beranda BERITA TERBARU Dunia Budaya dan Sejarah Sumbar Berduka

Dunia Budaya dan Sejarah Sumbar Berduka

37
0
BERBAGI

Padang-maklumatnews.net-Pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat berduka yang dalam dan kehilangan tokoh panutan budayawan yang memiliki banyak gagasan dan pengetahuan sejarah di Sumatera Barat.

Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit disela-sela melayat kerumah duka dan melepas jenazah alm. Prof Dr. Mestik Zed, MA, yang telah berpulang pada pukul 06.00 WIB masuk RSUP M. Djamil dan meninggal pukul 08.40 WIB 1/9/2019 (dikarenakan serangan jantung), di rumah duka Jl. Gajah Mada No. 35, Gunung Pangilun, Padang, Minggu (1/9/2019).

Hadir dalam kesempatan itu, Prof. Musliar Kasim (Rektor Univ. Baiturrahmah), Guspardi Gaus (anggota DPR RI Terpilih 2019-2024), Rektor UNP. Para guru besar dan civitas akademika UNP dan UNAND, masyarakat (pelayat) dari berbagai lokasi dan budayawan dan seniman

Wagub Sumbar Nasrul Abit lebih jauh mengatakan, sosok Mestika Zed amat dikenal baik dan pintar dalam pengembangan sejarah dan analisis setiap peristiwa sejarah di Sumatera Barat dan Nasional.

“Almarhum semasa hidup merupakan orang yang baik, bersahabat, saya kenal sudah kenal beliau semenjak jadi Bupati Pessel dahulu. Setiap ditelpon tidak susah angkat dan orangnya bermasyarakat”, ungkap Nasrul Abit.

Nasrul Abit kata saat ini, terdapat 1 pekerjaan rumah (PR) pemprov Sumbar dengan alm yakni penyusunan buku sejarah minangkabau ABS SBK, dimana beliau sangat terlibat aktif dalam penyusunan buku ini.

Almarhum Mestika Zed merupakan sedikit dari sejarawan Indonesia yang saat ini giat meluruskan dan mengoreksi sejarah bangsa, terutama terkait dengan peran tanah kelahirannya, Sumatera, yang selama ini selalu dipinggirkan dalam buku-buku sejarah nasional.

” Semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, dan alm dimasukkan kedalam sorga yang terbaik disisi Allah Subhanahu Wa Ta’allah. Kita juga berharap nanti akan lahir banyak Prof. Mestika Zed yang mengantikan beliau dalm bidang sejarah dan budaya Sumatera Barat khususnya dan nasional pada umumnya”, seru doa Nasrul Abit haru.(***)

LEAVE A REPLY