Beranda ACEH Masyarakat Desa Kuta Batu Kecewa, Dana Puluhan Juta Untuk Pembangunan Talud Jalan...

Masyarakat Desa Kuta Batu Kecewa, Dana Puluhan Juta Untuk Pembangunan Talud Jalan Diduga Tidak Sesuai dengan RAB

138
0
BERBAGI

Aceh Singkil-maklumatnews.net –
Pembangunan Talud di desa kuta batu Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil telah ambruk, diduga pengerjaan proyek pembuatan talud di desa Kuta Batu terkesan asal jadi.

Kemudian, pekerjaan talud tersebut Dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana anggaran Biaya (RAB) salah seorang tokoh masyarakat desa Kuta Batu, Samsir tinambunan kepada www.maklumatnews.net Rabu, (8/1/2020).

Menerangkan pekerjaan talud tersebut harus menggunakan pasak bumi, untuk penyangga dasar tanah agar menjadi kekuatan penahan namun itu, menurut amatan saya, tidak di buat sehingga mengakibatkan daya tahan menjadi kurang maksimal,” ucapnya.

Ia berkata, nah sementara pelaksanaanya oleh pihak rekanan tidak menggunakan itu sehingga begitu terjadi hujan sedikit, terjadilah ambruk, dan juga kami sangat kecewa dengan pembuatan talud ini, sebab pekerjaan itu tidak melalui swakelola desa melainkan itu di pihak ketigakan oleh Pj kepala kampung Kuta Batu. katanya.

Dilanjutkannya lagi, sebagai masyarakat saya merasa sangat kecewa dengan kejadian ini seolah-olah kami dianggap orang bodoh, yang tidak tahu persoalan proyek. Demi meraup keuntungan yang lebih besar kualitas pekerjaanpun mereka abaikan. tantangnya.

Ditambahkannya, kami menuntut pihak yang mengerjakan untuk segera membangun kembali sebab mereka yang harus bertanjung jawab, kami juga akan membuat laporan ke Bupati Aceh Singkil, dan pihak inspektorat Aceh Singkil agar segera turun kelapangan untuk melakukan audit investigasi, sebab dana yang di gunakan adalah dana (DD) Desa Kuta Batu Tahun Anggaran 2019. yang menelan anggaran Rp 70.000.000 an.” ungkapnya.

Sementara itu, Humas LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi Aceh Singkil, (BARAK-AS) Yudi Sagala mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan investigasi dan melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan termasuk keterangan masyarakat dan instansi yang bersangkutan.

“Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti mengenai pekerjaan itu sebab, menurut informasi yang kami dapat itu dianggarkan tahun 2019. itu tidak melalui musyawarah desa, ujar Ketua Yudi Sagala.

“Jika penjelasannya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan mengada-ada maka kami persiapkan laporan secara resmi dan mendesak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian dan Kejaksaan segera mengusut tuntas,” tegas Yudi Sagala dengan tegas. (TIM)

LEAVE A REPLY