Beranda BERITA TERBARU Membentengi Anak Dari Ancaman Liberalisme

Membentengi Anak Dari Ancaman Liberalisme

288
0
BERBAGI

www.maklumatnews.net,- Virus liberalisme terus masuk ke tubuh umat dan kian menyasar ke berbagai kalangan, termasuk anak dan remaja. Apa itu liberalisme? Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat dan tradisi politik yang di dasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. (https://id.m.wikipedia.org>wiki>liberalisme)

Tiga prinsip utama liberalisme adalah kebebasan, individualisme, dan rasionalisme. Ketiganya demikian menunjukkan ketidaksiapan untuk terikat dengan syariat agama bahkan cenderung menentang syariat.

Padahal sudah jelas bahwa pemikiran ini diharamkan Allah swt, karena Allah mewajibkan kita memiliki ketaatan dan ketundukkan yang penuh terhadap syariah-Nya. Bukan sebaliknya berperilaku liberal yang membebaskan dan menghalalkan apapun sesuai dengan keinginan hawa nafsunya. Tetapi musuh-musuh Islam terus menderaskannya di tengah-tengah umat, tujuannya untuk menjauhkan umat dari pemahaman Islam yang benar. Mereka mengaku berkeyakinan Islam tetapi tidak mau diatur oleh syariat Islam.

Jika keadaan ini terus dibiarkan maka akan sangat mungkin menjalar ke dalam kehidupan remaja dan anak muslim, dan ini sangat berbahaya karena akan menjadi ancaman besar bagi nasib bangsa ini juga nasib Islam ke depan. Adapun bahaya liberalisme dari sudut pandang akidah, diantaranya :
1. Menghalalkan sesuatu yang telah jelas diharamkan Allah ‘Azza wa Jalla
Keyakinan bahwa suatu hal itu halal atau boleh-boleh saja sedangkan hal tersebut telah diharamkan oleh Allah dan disepakati ulama, maka ini berarti kemurtadan. Mereka menghalalkan siapapun untuk berkeyakinan apapun, karena hal itu dipandang sebagai hak asasi masing-masing, hak individual.

2. keraguan
Keraguan yang dimaksud disini adalah keraguan terhadap kebenaran sebuah hukum yang telah ditetapkan dengan tegas berdasarkan dalil yang shahih, Alquran atau hadis yang shahih, dan ini merupakan kekafiran.

Sebagaimana firman Allah berikut :
_”Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu.” (TQS. Al-Hujurat : 15)_

3. Kekafiran penolakan beserta kesombongan
Maknanya, menolak untuk tunduk kepada syariat Allah dikarenakan sombong. Tidak jarang kita dapati orang-orang liberal mengejek, menghina dan mengolok pihak lain yang sedang melaksanakan syariat Islam, ini merupakan sikap sombong.

Mendapati fakta miris di atas, maka tentu harus ada upaya yang dilakukan untuk membentengi generasi muslim dari paparan liberalisme, baik oleh kita sebagai orangtua maupun dalam posisi bagian umat Islam yang memiliki amanah menyiapkan generasi rabbani dan mempunyai tanggungjawab untuk melindungi anak-anak dari apapun yang mengancam mereka.
_Pertama_: sebagai orangtua harus benar-benar menyadari bahwa kita mempunyai amanah dalam menjaga anak dari hal-hal yang bisa menjerumuskan mereka pada azab neraka.

_Kedua_: memberikan pendidikan keimanan semenjak dini, karena masalah akidah merupakan perkara yang sangat penting dimana harus disampaikan kepada anak sesegera mungkin.

_Ketiga_: orangtua harus menyiapkan waktu yang terencana untuk menanamkan keimanan pada anak-anaknya, harus fokus dan meluangkan waktu.

_Keempat_: selaku orangtua wajib aktif mencari tahu dan peduli dengan fakta dan informasi yang mempengaruhi anak.

_Kelima_: orangtua harus menjaga komunikasi yang baik dengan anak dan remaja.

_Keenam_: orangtua harus mengetahui strategi dan bentuk-bentuk teknis penyebaran paham liberal, terutama yang melanda kehidupan anak dan remaja, misalnya lewat lagu, film, games dan bacaan yang disukai mereka.

Ancaman yang merusak dan berbahaya sudah ada di depan mata, maka dari saat inilah waktu yang tepat untuk memberantas secara tuntas sampai ke akar-akarnya. Selain melakukan upaya perlindungan dalam keluarga, kita pun wajib terlibat dalam perjuangan untuk menegakkan khilafah yang akan menjadi pemimpin dan perisai bagi seluruh masyarakat.

_Wallahu a’lam bishshawab_

LEAVE A REPLY