Beranda BERITA TERBARU MENANGKAL ISU RADIKALISME DI MENTAWAI

MENANGKAL ISU RADIKALISME DI MENTAWAI

320
0
BERBAGI

Mentawai-maklumatnews.net-Tim Pengabdian pada Masyarakat STKIP PGRI Sumatera Barat setelah memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Sigapokna, Mentawai, mengenai isu radikalisme dan upaya penanggulangannya.

Menangkal isu radikalisme sejatinya tidak hanya menjadi tanggung jawab Negara saja, akan tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Oleh sebab itu, perguruan tinggi diminta untuk ikut pro aktif dalam memberikan penyuluhan hingga pendampingan kepada masyarakat untuk menghindari bahaya radikalisme. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM), yang merupakan salah satu dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu terjun secara langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai isu radikalisme, bahaya yang ditimbulkan, hingga upaya untuk menangkal isu radikalisme tersebut.

Sebagai alah satu perguruan tinggi yang ada si Sumatera Barat, STKIP PGRI Sumatera Barat juga ikut berperan dalam mensosialisasikan mengenai bahaya radikalisme. Olehs ebab itu, STKIP PGRI Sumatera Barat menerjunkan sejumlah dosen yang tergabung dalam Tim PPM untuk memberikan edukasi sekaitan dengan isu radikalisme. Lokasi yang dipilih adalah DEsa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan PPM ini dilakukan selama 1 bulan, yang dimulai dari bulan Maret hingga April 2019. Tim PPM antara lain Syahrizal, S.Th.I., MA., Budi Juliardi, SH., M.Pd., Febrina Riska Putri, S.S., M.Pd., Indra Rahmat, SH., M.Kn., dan seorang mahasiswa, Rio Yenero.

Menurut Syahrizal, Ketua PPM, masyarakat yang berada jauh dari pusat kota, merupakan sasaran empuk bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan isu radikalisme, dan Desa Sigapokna merupakan salah satu desa yang jauh dari pusat ibu kota Kabupaten maupun kecamatan. Bahkan akses menuju Desa SiIgapokna harus menempuh jalur laut dari Pelabuhan Pokai, Sikabaluan, selama kurang lebih 2 jam.

Dalam materi yang diberikan kepada masyarakat Desa Sigapokna, dijelaskan bahwa radikalisme memang merupakan ancaman global. Akan tetapi, yang bisa mengidentifikasikan akar masalahnya adalah Negara masing-masing. Oleh karena itu, dibutuhkan para pakar, para ahli, yang bisa menemukan cara yang tepat untuk menanggulangi isu radikalisme. Jika tidak, maka akan berdampak pada keutuhan persatuan bangsa. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperkuat rasa nasionalisme.(**)

LEAVE A REPLY