Beranda BERITA TERBARU Perdana Dalam Sejarah, ASN Payakumbuh Berkurban Randang, Wako Riza : Ini Baru...

Perdana Dalam Sejarah, ASN Payakumbuh Berkurban Randang, Wako Riza : Ini Baru Payakumbuh Punya Cerita

61
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatmews.net- Perdana, pada peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh tampil beda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini melalui program ASN Berkurban, akan membagikan hasil kurbannya berupa Randang yang sudah jadi kepada masyarakat.

Program ini menjadi salahsatu inovasi dari Pemerintah Kota Payakumbuh disamping mempermudah masyarakat untuk mengolah daging kurban, juga sebagai promosi Payakumbuh City of Randang. Dengan daging olahan, pemanfaatannya tentu lama dan sebaran penerimanya juga lebih luas.

Sebelumnya, panitia kurban dari Pemko melalui Bagian Kesra Setdako telah melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh serta para ulama terkait mengolah daging kurban sebelum menyerahkan kepada masyarakat, dan hasil keputusannya MUI memperbolehkan, sah menurut syariat agama.

“Karena ini baru, maka kita benar-benar meminta persetujuan dan pendapat dari MUI terlebih dahulu, karena kita khawatir nantinya ada polemik ditengah masyarakat karena memberikan kurban berupa makanan olahan, alhamdulillah ternyata diperbolehkan,” kata Wali Kota Riza Falepi saat diwawancara, Sabtu (1/8).

Wako Riza Falepi menyampaikan apresiasi kepada ASN dalam berkurban Randang kali ini, meski tidak langsung kesemuanya dibagikan karena kondisi Covid-19. Maka diusulkan sebagian dirandang dan di kalengkan dalam ukuran seperempat kilogram.

“Ini baru Payakumbuh punya cerita, kita berharap kurban Randang ini dapat dikembangkan, bila seluruh Indonesia mau, nanti kurban Randangnya diolah di Payakumbuh dan kita bagikan kepada rakyat miskin di Nusantara,” kata Riza bersemangat.

Dengan ASN yang telah mempelopori program ini, Riza mengaku program ini akan lebih bagus sekali apabila nantinya para perantau minang juga turut berpartisipasi berkurban Randang, makanan khas minang dari olahan daging ini dapat menjadi terobosan baru dalam pelaksanaan kurban yang biasanya hanya dibagikan daging segar saja.

Sementara itu, menurut keterangan Kabag Kesra Setdako Ul Fakhri, ada sekitar lebih dari 30 orang yang ikut berkurban dari ASN Pemko Payakumbuh, termasuk Wali Kota Riza Falepi dan Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, untuk satu ekor sapi beranggotakan 7 orang dengan besar iuran 2,5 juta rupiah per orangnya. Iuran 2,5 juta rupiah tersebut sudah termasuk biaya bumbu untuk mengolah daging kurban untuk menjadi rendang dan biaya untuk penyembelihan hewan kurban.

Daging kurban dalam bentuk segar dibagikan sebanyak 300 kantong, sedangkan sebanyak 125 Kg daging diolah menjadi Randang, dan pada hari Selasa (4/8) sudah bisa dibagikan.

Penerima daging segar antara lain THL Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup, THL Kebersihan Pasar, THL kebersihan Kelurahan
THL PU, dan Petugas cleaning service Balaikota Payakumbuh.

Daging Kurban Diolah Sentra IKM Randang Milik Pemko Payakumbuh

Ide brillian dari Pemerintah Kota Payakumbuh ini adalah inovasi yang menyentuh banyak aspek perekonomian, dengan 5 ekor sapi saja dari kurban ASN tahun ini, bisa menggerakkan pelaku UKM di Payakumbuh untuk berproduksi di Sentra IKM Randang.

Wawako Erwin Yunaz menggambarkan seandainya saja 30 persen ASN di Payakumbuh berkurban, maka akan banyak daging yang dikelola menjadi randang bisa dibagikan kepada khalayak luas, tidak tergesa-gesa membagikan karena Randangnya ini dapat disimpan dalam waktu lama, hampir satu tahun.

Bahkan, Randang kurban ini dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana dan sosial di Provinsi Sumatera Barat dan Nasional.

Lebih lanjut, bila 19 kota/kabupaten menyumbang 100 ekor sapi ditambah dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, bisa ada 2000 ekor sapi kurban yang bisa dikelola dagingnya menjadi Randang.

“Tentu efeknya petani dan peternak menjadi makmur. Ada petani cabe, bawang, dan kelapa yang produknya termanfaatkan dan dibutuhkan. Berapa banyak produk pertanian lainnya yang ikut andil dalam proses daging kurban yang dirandang ini,” kata Erwin Yunaz saat meninjau proses pengolahan di Sentra IKM Randang, Minggu (2/8).

Penyembelihan hewan kurban ASN Pemko Payakumbuh dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) Modern di Kelurahan Koto Panjang Payobasung pada Sabtu (01/8).

Untuk pengolahan daging kurban menjadi Randang, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh siap untuk proses pengolahannya di Sentra IKM Randang. Dilakukan sehari setelah penyembelihan dilakukan.

“Untuk daging kurbannya diolah di Sentra IKM Randang dan kita siap melakukannya dari pengolahan sampai proses pengemasan,” kata Kadisnakerperin Wal Asri saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Wal Asri menyebut daging yang akan dijadikan Randang adalah 50 persen dari total kurban yang dilaksanakan. Sisanya akan diberikan kepada masyarakat kurang mampu sesuai kriteria penerima kurban serta petugas kebersihan atau pasukan kuning yang juga turut dapat bagian.

“Karena yang akan kita jadikan Randang ini nantinya daging as, maka bagian lainnya kita berikan kepada masyarakat, dan untuk Randang ini nantinya akan diberikan kepada peserta kurban dengan kisaran satu kilogram dan juga akan diberikan kepada masyarakat miskin serta korban bencana,” ujarnya.

Dijelaskan lagi, untuk Randang bagi korban bencana akan distok di Sentra IKM Randang dan untuk penyaluran nantinya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh.

“Agar tahan lama, dalam pengemasannya kita gunakan alumunium foil sehingga bisa disalurkan kapanpun,” pungkasnya. (Rel/FS)

#LIPUTANKHUSUSBAGIANPROTOKOLERPEMKOPAYAKUMBUH

LEAVE A REPLY