Beranda BERITA TERBARU Positif, Darman Sahladi Nyatakan Siap Mundur Dari DPRD Sumbar Untuk Pilkada Limapuluh...

Positif, Darman Sahladi Nyatakan Siap Mundur Dari DPRD Sumbar Untuk Pilkada Limapuluh Kota 2020

310
0
BERBAGI

Limapuluh Kota –maklumatnews.net Satu persatu tokoh Kabupaten Limapuluh Kota yang masuk dalam bursa pilkada serentak Kabupaten Limapuluh Kota 2020 mulai mendeklarasikan diri. Usai Ferizal Ridwan, kali ini anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat yang juga putra asli Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota menyatakan diri untuk maju sebagai Calon Bupati Limapuluh Kota.

Secara tegas, dirinya siap untuk mundur dari anggota DPRD Sumatera Barat Periode 2019-2024. Jikalau aturan masih mengharuskan legislatif mundur untuk mengikuti Pilkada serentak 2020.

“Niat dan rencana saya sudah bulat untuk maju dalam pilkada Limapuluh Kota 2020 besok. Termasuk mundur dari anggota Dewan Provinsi jika aturan MD3 masih mengharuskan legislatof mundur jika ikut pilkada,” ucap Darman Sahladi kepada wartawan, Kamis (12/09/2019) di kediamannya.

Keyakinan ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Limapuluh Kota ini dalam  mengorbankan kursi DPRD Sumbar ini bukanlah yang gampang. Namun jika tidak kali ini, kesempatan untuk pengabdian secara penuh kepada Kabupaten Limapuluh Kota akan terlewatkan secara cuma-cuma.

“Jika tidak sekarang, kapan lagi. Makanya, saya relakan keanggotaan saya di DPRD. Ini sudah bulat dan tidak akan dinego lagi. saat ini saya sudah fokus untuk mempersiapkan diri untuk Pilkada besok,” ucapnya.

Untuk hal ini, Darman Sahladi masih menunggu restu dari partai-partai politik yang akan mengusung dan mendukung dirinya. Pasalnya, butuh pembahasan internal baik dari partai Demokrat maupun partai lain yang akan berkoalisi nantinya.

“Di legislatif Demokrat sudah ada 5 kursi. Butuh 2 kursi lagi untuk bisa mencalonkan diri. Pastinya akan ada koalisi nantinya. Ini butuh pembahasan yang lebih dalam lagi,” sebutnya.

Kenekatan Darman Sahladi ini didasari banyaknya pemikiran dan rencana yang bisa direalisasikan untuk kemajuan Limapuluh Kota. Termasuk ekonomi mikro masyarakat dan BUMnag. Namun, belum ada ruang penuh untuk mengaplikasikan hal ini tersebut.

“Saya 2 periode di DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dan 2 Periode juga di DPRD Provinsi Sumbar.¬† Permasalahan dan solusinya di Limapuluh Kota ini banyak yang saya ketahui. Hanya saja, kekuatan untuk memperbaiki hal ini masih sebatas power sebagai anggota Dewan. Belum memiliki kewenangan penuh untuk beraksi dalam mensejahterakan masyarakat Limapuluh Kota,” sebutnya.

Baginya, Limapuluh Kota memiliki kekayaan alam dan SDM yang melimpah. Setiap nagari memiliki komoditi unggulan di sektor pertanian. Namun pengelolaannya masih stagnan alias berjalan di temlat. Alhasil, kesejahteraan masyarakat tidak merata. Masih ditemukan dibanyak wilayah masyarakat Limapuluh Kota yang miskin.

“Latar belakang pendidikan saya ini Ekonomi. Ada konsep keuangan yang cukup bagus mendongkrak perekonomian masyarakat. Dimana pengelolaan keuangan itu tidak lagi di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Tetapi di Pemerintahan Nagari dan Jorong. Nanti usaha mikro dan BUMNag bisa lebih mandiri mengelola keuangan masyarakat disana. Pemkab hanya melakukan pengawasan saja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan sudah membuat miniatur dan konsep pembangunan Limapuluh Kota agar lebih merata. Setiap wilayah akan merasakan pembangunan secara adil. Termasuk menciptakan Limapuluh Kota bebas sinyal dan internet.

“Beberapa kesempatan, saya berikan dana Pokir anggota dewan saya untuk hal ini. Seluruh wilayah Limapuluh Kota harus mendapat akses internet dan sinyal. Jangan ada lagi ditemukan wilayah yang untuk nelpon saja kita susah. Apalagi akses internet,” ujarnya.

“Beberapa kesempatan, saya berikan kemampuan untuk memperjuangkan agar Limapuluh Kota mendapat akses internet dan sinyal. Jangan ada lagi ditemukan wilayah yang untuk nelpon saja kita susah. Apalagi akses internet,” ujarnya. (Agg)(FS/Agg)

LEAVE A REPLY