Beranda BERITA TERBARU UNTUK PARA CALON PEMIMPIN LIMAPULUH KOTA 2021-2026

UNTUK PARA CALON PEMIMPIN LIMAPULUH KOTA 2021-2026

515
0
BERBAGI

Oleh : Hajrafiv Satya Nugraha – Wartawan Luak Limopuluah

Limapuluh Kota — Tahun Depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggaungkan Pilkada serentak. Mereka yang berminat duduk di mahkota kepala daerah, mulai berbenah. Kepala Daerah yang dinobatkan sebagai pemenang dalam Pilkada 2015 silam, juga tidak mau kalah. Yang masih satu periode, mulai mencari simpatik massa sebanyak mungkin dengan dalih program daerah.

Pencitraan pun dimulai. Wartawan juga mulai kebanjiran order untuk membuat berita pesanan. Masyarakat menyambut dan analisa politik pun membumi dalam ota lapau urang awak di seantero Ranah Minang.

Kabupaten Limapuluh Kota menjadi salah satu daerah yang akan mencari Bupati – Wakil Bupati periode 2021-2026. Mengelola penduduk sebanyak 366.668 jiwa dan wilayah seluas 3.355 km2 bukanlah hal yang mudah. Butuh sosok berinteligensi tinggi dan bermental kuat untuk mendorong Limapuluh Kota dalam perubahan. Belum lagi memanfaatkan SDM dan SDA yang melimpah.

Data BPS 2018, sebanyak 26.930 penduduk Limapuluh Kota masuk dalam kategori miskin. Mereka memiliki pendapatan perkapita dibawah Rp 370 ribu per bulan. Perlu dilihat bahwa faktor kemiskinan tidak lain dikarenakan minimnya lapangan kerja. Dari 70,74 persen masyarakat yang bekerja, sebanyak 44,09 persen adalah petani. Berarti hanya 26,65 persen masyarakat yang disediakan lapangan pekerjaan oleh pemerintah dan swasta di Limapuluh Kota. Ini Pekerjaan Rumah (PR) bagi Bupati hari ini maupun Bupati esok. Bagaimana menciptakan lapangan kerja yang luas untuk masyarakatnya sendiri.

Perlu kita tekankan setiap tahun APBD Kabupaten Limapuluh Kota setiap tahunnya melebihi Satu Triliun Rupiah. Sebuah angka yang sangat besar. namun setiap tahun, lebih 60 persen APBD dihabiskan untuk membiayai gaji dan belanja pegawai. Alhasil, perkembangan pembangunan dan ekonomi daerah bak suster ngesot.

Bisa dilihat dari sektor pertanian yang memberikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Limapuluh Kota terbesar yaitu 30,92 persen. Dengan jasa petani yang memberikan income bagi daerah sebesar ini, tidak sebanding dengan pelayanan Pemerintah kepada mereka. Contohnya saja, dari 23.838 hektar areal sawah di Limapuluh Kota, hanya 16.275 yang merupakan sawah irigasi. Berarti masih ada 7.113 hektar atau 31.73 persen dari seluruh areal sawah yang masih menggantungkan nasib dari curuh hujan.

Kemudian lahan produktif. Limapuluh Kota memiliki 281.951 hektar lahan produktif. Namun, yang terpakai hanya 55.663 hektar atau 19.74 persen dari keseluruhan lahan. Jadi, tidak heran jika hasil panen masyarakat sangat fluktuatif.

Data ini seharusnya menjadi perhatian bagi Bupati, Irfendi Arbi. Mengingat latar belakangnya pendidikan beliau adalah pertanian. Apalagi pada masa kampanye 2015 silam, banyak janji-janji kepada petani untuk memperbaiki sistem, corak, teknologi dan mekanisme pertanian Limapuluh Kota agar arus pertanian kian kencang. Termasuk Bank Tanah yang sempat digembar-gemborkan.

Namun, realita hari ini harga panen tidak stabil. Harga gambir terus merosot. Petani tidak tahu harus mengadu kemana. Bahkan baru-baru ini masyarakat di Pangkalan melakukan aksi demo ke Pabrik pengolahan Gambir. Alasannya, harga beli pihak pabrik terlalu rendah dan sampai saat ini belum ada jalan temu atas persoalan ini. Pihak Investor merugi, petani pun merugi.

Kemudian, beralih ke Harau Menuju Dunia. Icon terbesar Kabupaten Limapuluh Kota di sektor Pariwisata. Setiap hari libur kawasan Harau penuh dan sesak. Apalagi pada moment libur panjang. Setiap sudut spot wisata Harau padat merayap dan jalan utama hingga jalan tikus di sekitar Lembah Harau macet.

Ditahun 2018, Harau dikunjungi 403.650 wisatawan lokal dan 5.188 wisata mancanegara. Dari kunjungan ini, PAD Limapuluh Kota mendapatkan Rp 1,8 Miliar. Namun, tidak rahasia umum lagi di sekitar lembah Harau banyak terjadi praktek pungutan liar. Bahkan perhatian tentang kebersihan pun belum ada. Lihat lah disepanjang jalan utama dari pintu gerbang Harau hingga ke lokasi wisata, tidak ada satupun bak sampah. Tiap hari warga mengeluh soal sampah yang banyak berserakan. Alhasil, warga sekitar menjadi tidak ramah dengan pengunjung.

Untuk para tokoh Limapuluh Kota yang berniat dan berminat untuk menjadi Calon Kepala Daerah periode 2021-2016, peka lah terhadap segala persoalan yang tengah dihadapi masyarakat. Lapangan pekerjaan, pertanian dan pariwisata adalah potensi yang luar biasa di Limapuluh Kota nan kaya ini. Cari lah formula yang pas untuk menggenjot segala potensi yang ada. Jangan terlena dengan dinamika politik, karena jabatan adalah amanah. Sumpah serapah dan aliran dosa dari umpatan akan mengalir kepada pemimpin yang tak amanah. (**)

LEAVE A REPLY