Beranda BERITA TERBARU UPI dan Baznas Padang Berdayakan Warga Miskin Kembangkan Usaha Budidaya Lele

UPI dan Baznas Padang Berdayakan Warga Miskin Kembangkan Usaha Budidaya Lele

284
0
BERBAGI

LUBEGmaklumatnews.net-Kepercayaan Muzakki (pembayar zakat) kepada Baznas Padang terus meningkat. Melambung. Kepercayaan tersebut muncul tentu ada alasannya. Atau faktornya.

Setelah sukses kerjasama menyantuni 1000 lebih anak yatim dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dan sebelumnya juga sukses kerjasama membangun/membedah puluhan rumah kaum miskin di Kota Padang.

Sekarang Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang, Provinsi Sumatra Barat dan keluarga besar H. Herman Nawas kembali melakukan kerjasama dengan Baznas Padang.

Kali ini kerjasama memberdayakan ekonomi 11 orang warga Kec. Lubuk Begalung dalam bidang usaha budidaya ikan lele. Budidaya ikan lele beranggotakan warga kurang mampu dan notabene perempuan.

“Kami berharap, kalau hari ini ibu ibu menerima zakat, Insha Allah pada waktunya menjadi pembayar zakat. Harapan kami bersungguh sungguhlah menjalankan usaha budidaya ikan lele yang di Bina Baznas Padang,” pinta H. Herman Nawas didampingi istri, anak tertuanya serta Ketua Baznas Padang, H. Episantoso dan tim, Rabu, 19 Juni 2019 di UPI.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, Herman Nawas, istri dan anak tertuanya banyak menyampaikan motivasi agar sukses dalam berusaha.

Sebelum seperti sekarang usaha kami berkembang, kata Herman Nawas, UPi, Silungkang dan usaha lain, bermula dari kecil. “Alhamdulillah. Saat ini semuanya berkembang,” timpal tokoh pendidikan Ranah Minang itu.

Ada beberapa kunci sukses dalam berusaha. Herman menuturkan beberapa kiat, pertama libatkan anak dalam proses usaha keluarga.

“Tunjukan pada anak sebagai generasi keluarga kita cara berusaha yang benar. Jgn sampai anak anak tidak tahu apa usaha yang dibuat ayah dan ibu mereka,” kata Herman ditimpali istri dan anaknya.

Melibatkan anak dalam proses usaha, sangat penting. Sehingga ketika usaha besar, orangntua meninggal atau uzur, maka anak bisa melanjutkan dan mengembangkan usaha yang dirintis ayah dan ibu mereka.

Selanjutnya hal kedua, yang tidak kalah pentingnya dalam usaha itu mesti memiliki sifat jujur. Ketiga, kerja keras dan cerdas. Poin ke empat, pantang menyerah, kelima, sabar, bersyukur (tidak kikur) dan terus berusaha meningkatkan iman dan ilmu.

Diakhir pertemuan, H.Herman Nawas mengatakan Baznas Padang layak jadi contoh pengelolaan zakat di Sumbar. Bahkan di Indonesia. “Kami percaya pada Baznas Padang,” ucap H. Herman Nawas.

Sedangkan Ketua Baznas Padang, H. Episantoso mengucapkan terimakasih kepada UPI dan keluarga besar H. Herman Nawas yang telah mempercayakan Baznas Padang tempt pembayaran zakat.

“Kepercayaan UPI dan keluarga besar Bapak Haji Herman Nawas menjadi motivasi dan semangat baru bagi Baznas Padang. Insya Allah amanah ini akan kami laksanakan dengan sebaik baiknya,” ujar Episantoso.

Dijelaskan Episantoso, warga miskin yang dibina dalam usaha budidaya ikan lele mereka adalah warga Lubeg. Dari hasil survie tim Baznas Padang ke 11 warga ini layak dan patut mendapat perhatian.

Masing masing orang mendapat dua kolam ikan tempat budidaya ikan lele. Diperkirakan dua kolam itu menghabiskan biaya sekitar Rp.15 juta.

Anggaran sebanyak itu meliputi biaya pembuatan kolam, biaya beli beni ikan lele, biaya pakan dan biaya biaya lain yang terkait budidaya ikan lele.

“Para petani ikan lele tahu beres. Baznas tidak memberi uang kontan. Tapi mereka tahu sudah punya masing masing dua kolam ikan. Agar proses budidaya ikan lele berhasil Baznas Padang menyediakan pendamping yang ahli dibidang budidaya ikan lele,” ungkap Episantoso.

Belajar dari pengalaman budidaya ikan lele binaan Baznas Padang yang telah panen di Lubuk Buaya, menurut Episantoso, panen lele bisa dilakukan enam bulan setelah bibit lele dimasukkan ke dalam kolam.

Baznas Padang juga membantu petani ikan lele memasarkan hasil panen mereka. “Kita bantu memasarkan. Bahkan produk lele dimasak atau dikemas menjadi rendang lele. Guri dan enak. Harga jualnya pun lebih tinggi,” katanya lagi.

SAIYO SAKATO

Kelompok budidaya ikan lele ini bernama SAIYO SAKATO. Nur Kumala Sari, S.Psi salah seorang warga Lubeg dipercaya menjadi Pembimbing/pembina petani ikan lele.

Nur Kemala Sari sudah berpengelaman memdampingi keluarga miskin di wilayah Luk Begalung Nan XX yang selama ini dapat bantuan ekonomi dari Dinas Sosial. (Awkar)

LEAVE A REPLY