Beranda BERITA TERBARU TIM PROVINSI SOSIALISASIKAN PERDA NO. 6/2020 DALAM MEMUTUS PENYEBARAN COVID-19

TIM PROVINSI SOSIALISASIKAN PERDA NO. 6/2020 DALAM MEMUTUS PENYEBARAN COVID-19

185
0
BERBAGI

 

Tanah Datar, Maklumatnews.net

“Corona Virus Disease 19 (Covid-19) mulai masuk ke Indonesia di awal Maret 2020 yang telah memberi dampak negatif terhadap berbagai bidang kehidupan seperti bidang Ekonomi, Pariwisata serta kehidupan Sosial  lainnya”.

Kondisi itu diaungkapkan Pjs. Bupati Tanah Datar Erman Rahman, dihadapan tim Sosialisasi PERDA No. 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam upaya pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Aula Indo Jolito, Selasa (6/10)

Dalam n hal nn ini, Pemkab Tanah Datar juga telah melahirkan Peraturan Bupati Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19.

“Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia memang memberikan dampak nyata , namun untuk wilayah Tanah Datar tercatat  Pemkab telah melakukan beberapa refocusing anggaran dan tercatat sudah ada sekitar Rp.60 Milyar yang dianggarkan”.

“Terkait Perda Provinsi Sumbar tentang AKB tentu Pemkab Tanah Datar sudah memahami, karena juga telah lahirkan Peraturan Bupati yang juga sangat mendukung pelaksanaan AKB di Tanah Datar. Jika diberlakukan PSBB terlalu membutuhkan biaya yang besar, maka tentu kita sangat dukung AKB diberlakukan,” ujar Erman lagi.

Karena dalam Perda dan Perbup mengatur sanksi kepada masyarakat yang melanggar, karena itu dihimbau masyarakat untuk selalu Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Menjaga Jarak atau 3M,” tukas Bupati.

Senada dengan itu, Ketua Tim Sosialisasi Perda Provinsi Sumatera Barat Muhammad Yani yang juga menjabat Staf Ahli Gubernur katakan “Pandemi Covid-19, seperti penyampaikan Pak Bupati memang sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan pariwisata, berbagai upaya telah dilakukan Pemprov untuk menanggulangi Pandemi ini “.

“Kalau kembali kepada PSBB banyak kota dan kabupaten yang tidak sanggup karena disamping membutuhkan biaya besar juga menghambat perekonomian masyarakat,” ujarnya”.

“Berangkat dari kondisi itu, Pemprov Sumbar mengeluarkan Perda AKB efektif pada 10 Oktober ini memuat sanksi bagi perorangan yang melanggar jika tidak memakai masker di luar rumah dengan sanksi Administrasi, kerja sosial atau denda Rp.100 ribu di fasilitas umum.

Kemudian Sanksi Pidana kurungan paling lama 2 hari atau denda Rp.250 ribu, Serta bagi pelaku usaha pembekuan izin, atau denda Rp.500 ribu sampai kurungan 1 bulan atau denda Rp.15 juta.

Di akhir penyampaiannya M. Yani menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan agar bisa terhindar dari Covid 19 bahkan menciptakan daerah yang bebas dari pandemi ini. “Mari kita dukung AKB ini dengan penuh disiplin agar daerah kita berada di zona hijau dan bebas Covid 19,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD H. Rony Mulyadi, Dandim 0307 Letkol Inf. Wisyudha Utama, Kapolres AKBP Rokhmad Hari Purnomo, Ketua PN Batusangkar Purnomo Hadiyarto, perwakilan Kejari, Kepala OPD, Kepala Bagian, Camat dan undangan lainnya dilanjutkan sosialisasi oleh Tim Provinsi, penyerahan secara simbolis 2600 masker, 250 leaflet dan salinan Perda.

Selepas sosialisasi, Pjs Bupati bersama rombongan menuju Pasar Batusangkar dan pasar Rambatan membagi masker gratis dan leaflet tentang AKB yang akan diberlakukan pada 10 Oktober 2020 esok. (N-05)

LEAVE A REPLY