Beranda BERITA TERBARU RUMAH PRODUKSI HEBOH SETELAH BANGGA MELUNCURKAN FILM PORNO PERTAMA

RUMAH PRODUKSI HEBOH SETELAH BANGGA MELUNCURKAN FILM PORNO PERTAMA

754
0
BERBAGI
A visitor takes pictures of an adult film actress during the Eros Show in the Bulgarian capital Sofia April 2, 2008. REUTERS/Stoyan Nenov

YANGON-maklumatnews.net–Rumah produksi bernama Art of Myanmar membuat heboh setelah bangga meluncurkan film porno pertama di negara itu. Polisi Myanmar kini meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap perusahaan pembuat film tersebut.

Film asusila itu mengejutkan publik Myanmar setelah trailer atau cuplikan film yang durasi aslinya mencapai dua jam tersebut diunggah di Facebook. Judul fimnya, “The Violet of Myanmar”.

Pada hari Senin, perusahaan rumah produksi Art of Myanmar mengatakan bahwa pihaknya bangga telah meluncurkan film porno pertama di Burma—nama lain Myanmar—dan berjanji untuk segera memproduksi film sejenis berkualitas hardcore lagi.

Perusahaan itu kemudian mengklaim bahwa akun Facebook mereka kebanjiran lebih dari 2.000 pesan dalam 24 jam dari pelanggan yang bersemangat.

Namun laman Facebook perusahaan tersebut di-down-kan dua hari kemudian. Pihak kepolisian pada hari Rabu mengumumkan pembukaan penyelidikan terhadap perusahaan pembuat film itu.

”Polisi Myanmar sekarang sedang dalam proses penyelidikan untuk mengambil tindakan, terutama di departemen kriminal,” kata Kepala Departemen Komunikasi dan Teknologi Kepolisian Myanmar Kolonel Tun Nay Win, kepada AFP yang dilansir Kamis (27/4/2017).

Menurutnya, kasus itu berkaitan dengan teknologi. Dia menolak merinci jenis UU yang dilanggar perusahaan pembuat film asusila itu.

Memiliki materi cabul merupakan tindakan ilegal di Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Buddha. Di negara itu, berbicara tentang seks sering dianggap sebagai hal tabu.

Aktris dalam film “The Violet of Myanmar” memakai topeng bedah dan wajahnya dikaburkan di sepanjang adegan film.

Art of Myanmar mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan 400.000 kyat (Rp3,8 juta) untuk membuat film tersebut. Film itu diklaim terinspirasi oleh rok tradisional ungu.

Akses internet telah berkembang sangat pesat sejak junta militer yang telah berkuasa selama 50 tahun menyerahkan kekuasaan pada sipil pada tahun 2011.

sindonews
(mas)

LEAVE A REPLY