Beranda BERITA TERBARU Akom Berhak Maju Jadi Calon Ketum Golkar

Akom Berhak Maju Jadi Calon Ketum Golkar

457
0
BERBAGI

JAKARTA,Maklumat News.Net – Upaya menghadang Ade Komarudin (Akom) di bursa calon ketua umum Golkar ternyata mendapat penolakan dari Aburizal Bakrie alias Ical.

Ketua Umum Golkar hasil musyawarah nasional Riau itu justru menegaskan, posisi Akom, sebagai ketua DPR tak menghalanginya untuk maju sebagai calon ketua umum. Ical menyampaikan hal itu melalui grup pesan singkat para pengurus Golkar,dilansir dari Okezon.com

Menurut politikus Golkar, Bambang Soesatyo, Minggu (7/2/2016) pukul 08.04 Ical mengunggah sebuah pesan di grup WhatsApp DPP Golkar.

Menurut Bambang, ketua umum partainya itu tak menghalangi Akom untuk maju. Sebab, setiap kader Golkar yang memenuhi syarat boleh maju di munas mendatang.

“Akom boleh maju dong! Tadi malam saya bicara dengan Akom per telepon. Biar semua kader Partai Golkar yang berminat dapat bersaing dengan baik dan sehat,” tulis Ical sebagaimana pesan WhatsApp yang diteruskan Bambang ke wartawan.

Sebelumnya Bamsoet menyatakan, kini sudah ada oknum di DPP Golkar yang hendak menghadang Akom. Alasannya karena Akom sudah menjadi ketua DPR maka dilarang maju sebagai calon ketua umum di partai berlambang beringin itu.

“Ada oknum mengatasnamakan paguyuban DPD I Partai Golkar se-Indonesia yang melarang Akom maju karena sudah jadi ketua DPR. Itu konyol dan sangat disesalkan,” ujar Bamsoet.

Bamsoet memang tidak secara tegas menyebut nama. Namun, pernyataannya itu jelas mengarah ke Ridwan Bae selaku ketua Paguyuban DPD I Golkar.

Sebelumnya Ridwan menyatakan bahwa Akom sudah berjanji tak akan maju sebagai calon ketua umum Golkar. Jika mau maju, kata Ridwan, maka Akom harus meninggalkan posisinya sebagai ketua DPR.

Namun, Bamsoet menegaskan bahwa tidak ada aturan dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Golkar yang melarang Akom maju sebagai calon ketua umum. Karenanya Bamsoet menyebut ada upaya fait accompli dengan mengatasnamakan DPD I Golkar untuk mengganjal Akom.

“Tapi ternyata banyak DPD I dan II yang marah dengan pernyataan itu. Mereka berharap praktik-praktik seperti itu harus diakhiri,” tutur ketua Komisi III DPR itu

Bamsoet menegaskan, penggunaan cara-cara yang tak fair untuk menghadang pesaing di bursa ketua umum Golkar itu harus dilawan. Sebab, penggunaan cara-cara yang tak demokratis akan membuat Golkar terus terbenam dalam konflik internal.

“Bertarunglah habis-habisan di munas yang demokratis. Jangan cengeng dan memakai menjegal sesama kader. Kita butuh pemimpin yg demokratis dan kuat, bukan pemimpin ayam sayur yang cengeng,” tegas wakil ketua umum SOKSI itu.(sus/snd)

LEAVE A REPLY