Beranda BERITA TERBARU AKTIVITAS “PAK OGAH” SUDAH MERESAHKAN WARGA PADANG

AKTIVITAS “PAK OGAH” SUDAH MERESAHKAN WARGA PADANG

496
0
BERBAGI

Satpol PP Sumbar, Padang-maklumatnews.net–Kita sudah sering melihat disetiap titik putaran di ruas jalan kota Padang, banyak aktivitas “PAK OGAH” yang memanfaatkan kemacetan lalu lintas dengan mengatur kendaraan tertentu agar dapat jalan, terutama daerah Jalan Hamka depan batalyon 133 Wirabraja padahal disana sudah terpajang larangan untuk belok kanan.

Pak Ogah ini selalu punya cara untuk menjalankan aksinya, setiap mobil yang hendak berbelok selalu dihalangi dan dimintai uang imbalan oleh pak ogah. Apalagi keberadaan pak ogah yang ada di kawasan Air Tawar dan Jalan Khatib Sulaiman membuat resah para pengguna kendaraan khususnya mobil. Mereka tidak hanya seorang diri tetapi jumlah lebih dua orang, bahkan mereka berkelompok hanya sekedar menerima imbalan jasa 1000-2000. Tapi bila kita tidak memberikan uang, mereka akan mengeluarkan kata-kata kasar, bahkan mereka tidak segan-segan untuk mengores mobil.

Terkait banyaknya berita dari media Koran dan laporan dari masyarakat Kepala Satpol PP dan Damkar Sumbar (Zul Aliman, SE, MM) langsung menyikapi dengan menugaskan anggotanya untuk mendata daerah yang sering dimanfaatkan oleh pak ogah seperti jalan Hamka kampus UNP depan Batalyon 133 Wirabraja, persimpangan Cendrawasih-Tunggul Hitam, jalan Adinegoro tempat pemutaran truck, jalan Khatib Sulaiman depan kantor BPJS.

“Aktivitas Pak Ogah bisa disamakan dengan “PUNGLI” di jalan, apalagi sudah menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara kendaraan dan mengganggu ketertiban dan kenyaman penguna jalanan, untuk itu perlu pencegahan dini hingga tidak melebar ke daerah lainnya,” ujar Zul Aliman. Keberadaan Pak Ogah betul-betul sudah mengganggu Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas), terutama di jalan raya yang kerap menimbulkan kemacetan panjang hingga pengguna jalan raya merasa resah.

Dalam waktu dekat ini kami akan lakukan penertiban terhadap pak ogah, agar tidak meluas ke daerah yang lain, karena Kota Padang sudah kerap terjadi kemacetan pada jam-jam tertentu.

(by Novear)

LEAVE A REPLY