Beranda BERITA TERBARU Bahaya.. DPS KPU Padang Selisih 100 Ribu Pemilih dengan DP4 Kemendagri

Bahaya.. DPS KPU Padang Selisih 100 Ribu Pemilih dengan DP4 Kemendagri

353
0
BERBAGI

PADANG-maklumatnews.net-Persoalan serius mulai ditemukan dalam pelaksanaan pemilihan walikota (Pilwako) Kota Padang, 27 Juni mendatang. Data Pemilih Sementara (DPS) yang ditetapkan KPU Kota Padang tidak sinkron dengan data pemilih pemilu potensial (DP4) yang dikeluarkan Kementrian Dalam Negeri.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I DPRD Padang dengan KPU Padang dan Panwaslu, Senin (19/3/2018) ditemukan perbedaan angka pemilih dengan selisih kurang lebih 100 ribu pemilih.

KPU Padang menetapkan DPS sebesar 583.659 ribu, sementara DP4 yang dikeluarkan Kemendagri 634.197 pemilih.

“Selisih angka sebesar kurang lebih 100 ribu adalah persoalan serius. Apalagi perbedaan perolehan suara di pilkada cukup tipis,” kata Budiman, anggota Fraksi PKS DPRD Padang.

Agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, Budiman meminta KPU segera membereskan perbedaan jumlah pemilih ini. Menurut anggota DPRD Padang yang pernah bermasalah dengan masyarakat Kuranji ini, KPU Padang harus mendata ulang jumlah pemilih.

Ditemukannya perbedaan angka pemilih DPS KPU Padang dan DP4 Kemendagri memang jadi pembahasan alot dalam RDP tersebut. Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra berkali-kali meminta penjelasan KPU terkait perbedaan tersebut.

“Selisih angkanya cukup signifikan. Bisa jadi tim vilidasi KPU bekerja tidak maksimal,” tuding Azirwan, Ketua Komisi I.

Menanggapi hal di atas, Ketua KPU Padang M Sawati menjelaskan DPS yang ditetapkan belum final. Ada tahapan-tahaoan lain untuk melakukan validasi.

“Data ini belum final. Sebelum DPT ditetapkan, kami masih akan melakukan validasi jumlah pemilih,” jelas Sawati.

Pada kesempatan itu, Sawati menyampaikan ada beberapa faktor yang menyebabkan berkurangnya jumlah pemilih untuk pilwako Kota Padang. Penyebabnya antara lain, lanjut Sawati, ada warga yang pindah, meninggal dunia.

“Tim juga menemukan ada warga yang hilang akal sehat dan otomatis tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” ungkap Sawati.

Sawati juga menyebut faktor lain berkurangnya jumlah pemilih yaitu adanya warga yang kehilangan hak pilihnya.

Sayangnya, dalam RDP tersebut KPU tidak membawa data jumlah warga Padang yang hilang akal.(agb)

LEAVE A REPLY