Beranda BERITA TERBARU BAKAL TERUNGKAP BOROK BPBD KABUPATEN AGAM DI UJUNG TANDUK, PEJABAT TERKAIT GREGETAN  

BAKAL TERUNGKAP BOROK BPBD KABUPATEN AGAM DI UJUNG TANDUK, PEJABAT TERKAIT GREGETAN  

518
0
BERBAGI

Agam-maklumatnews.net-Satu persatu kasus di Bpbd Agam bakal terkuak, pasca konflik intern  antara Kalaksa Lutfi dengan Martias. Akan berujung kepengadilan.

Pada dasarnya Lutfi mengirim surat pada Martias pun membalas surat Lutfi. Balasan surat Martias tersebut Martias  juga menyampaikan sikap atasannya terhadapnya.

Yang intinya Kalaksa Lutfi menyuruh Martias membidangi alat pemantau pergeseran tanah, EWS yang di beli kurang lebih 3 Milyar.

Namun Martias tidak mau menerimanya karena disaat itu Kalaksa Lutfi membicarakannya di warung kopi, Martias  menganggap itu bola panas.

Martias ketika dikonfirmasi menjelaskan tentang bola panas, EWS adalah alat pemantau pergeseran tanah,(alat pencagahan dini) dugaan saya pembelian EWS diambil dari dana Rehab rekon.mungkinkah bisa di satukan rekeningnya? Harga EWS standar rupiah 250 juta. Ucapnya

Martias juga menulis apa yang di alaminya saat jadi Kasi pencegahan. Pada tanggal 07-08-2018, Martias di mintai uang oleh Lutfi Rp 150 juta untuk salah satu oknum Jaksa.

Martias tidak bersedia memberikan uang tersebut dikarenakan Martias tidak tahu kasus apa yang membelitnya dan tidak pernah di panggil oleh oknum Jaksa tersebut, baik secara pribadi maupun secara kedinasan.Dihari itu juga di sampaikan Martias pada atasannya Kabid Yunaidi.

Hal mencatut nama kejaksaan telah jadi kabar pertakut terhadap staf BPBD. Ucap Martias saat di konfirmasi.

Dari beberapa kali pemberitaan media online  Tim jambangi Kalaksa Lutfi di ruangannya mengatakan, saya bekerja ikhlas dan tidak ada sedikitpun niat buruk terhadap bawahan. Dan semua saya serahkan pada yang Maha Kuasa. Saat ini masalah saya dengan Martias telah di tangani oleh Inspektorat. Kamis 17/1 sekitar jam 10:30.

Kamis 17/1 sekitar pukul 14:43 Martias juga mengabarkan via selular bahwa dirinya telah dipanggil oleh pihak kejaksaan untuk klarifikasi awal tentang surat maupun pemberitaan yang di muat oleh beberapa media online.  Dan telah dijelaskan bahwa aset berupa labtop dan HT telah di kembalikannya Selasa 15/1 melalui penyelesaian Inspektorat Kabupaten Agam. Sedangkan masalah bola panas tentang EWS juga telah saya jelaskan di kejaksaan. Ujar martias lagi

Sebelumnya Selasa 15/1 Tim investigasi telah datangi Kejaksaan Agam,Kasi Intel Devitra Romiza SH.MH mengatakakan, terkait pemberitaan beberapa media online mauoun cetak, akan  lakukan koordinasi dengan pimpinan, serta klarifikasi dengan pihak terkait.

Ketua DPW LSM Garuda Nasional Sumbar Bj Rahmad mengatakan, Lambannya pihak terkait menyikapi gonjang ganjing di intern BPBD membuat pihak independent gigih mencari dan mengumpulkan data-data yang menyangkut Borok BPBD Agam. Pihaknya akan tetap monitoring permasalahan BPBD  di Kejaksaan. Ucapnya.

Tambahnya, konflik intern antara Lutfi dengan Martias langkah awal bakal terbongkarnya borok BPBD, yang diduga selama ini tidak terjamah hukum di jajaran penegak hukum Kabupaten Agam. Notabenenya  menduga melibatkan beberapa  pejabat di Agam. Harapannya pihak Kejaksaan Agam profesional mengungkap kasus-kasus di BPBD Agam, disinyalir berpotensi merugikan keuangan negara. Pungkas BJ Rahmad. (Tim)

LEAVE A REPLY