Beranda BERITA TERBARU Begini Respon Forum Peduli Luak Limopuluah Terhadap Rencana Pembangunan Payakumbuh Convention Hotel

Begini Respon Forum Peduli Luak Limopuluah Terhadap Rencana Pembangunan Payakumbuh Convention Hotel

103
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net- Yudilfan Habib Engku Sintal, tokoh masyarakat dari Forum Peduli Luak Limopuluah memberikan respon dengan adanya rencana pembangunan Payakumbuh Convention Hotel yang MoU nya telah ditandatangani Wali Kota Riza Falepi bersama Investor Korea bebebapa waktu lalu.

Di balai wartawan Luak Limopuluah, Rabu (4/11), Habib menyebut Pemko dan DPRD secepatnya harus melahirkan regulasi dalam bentuk peraturan daerah (perda) peruntukan kawasan investasi pariwisata yang berwawasan lingkungan hidup (ekosistem). Menurutnya harus dibuatkan seperti Perda Investasi Ekowisata.

“Kalau ini tidak dilakukan, dikhawatirkan menuai masalah berkepanjangan seperti dampak lingkungan, kecemburuan sosial, dan hal lain yang akan merugikan ke Pemko dan warganya. Kita support keinginan Payakumbuh mengambil peran penting sebagai mediteranianya Luak Limopuluah,” ungkap Habib.

Habib menyampaikan tamu hotel nantinya akan stay di Payakumbuh, untuk berwisata juga ke Kabupaten Limapuluh Kota. Payakumbuh didukung pasar wisata industri kreatif, akan berkaitan dengan wisata alam Kabupaten Limapuluh Kota terdekatnya seperti Situjuh, Kayu Kolek, dan Lareh Sago Halaban, makanya perlu di Perda kan.

“Jalan di sekitaran kawasan Batang Agam pun terintegrasi dengan kawasan Ngalau yang menjadi lokasi hotel dan destinasi wisata. DPRD harus pro aktif sebagai badan legislasi daerah menunjukkan keseriusannya membangun dengan regulasi jelas, sehingga iklim investasi dan pariwisata kita nyaman,” terangnya.

Menurutnya, kaum yang sebelumnya memiliki hak tanah, nantinya tidak merasa disisihkan, ada hak anak kemenakannya disana. Bahkan mereka dapat menjadi bagian investor atau pemegang saham, kaum tidak kehilangan hak atas ulayat mereka (harta pusaka tinggi). Sehingga fungsi pemerintah sebagai fasilitator pelayanan publik dapat berjalan dengan baik.

“Antara kota dan kabupaten, ada sinergisitas dan imbas bagi kedua daerah dalam bidang kemajuan ekonomi. Taraf hidup masyarakat semakin naik, disamping itu pemerintah harus mengatur keamanan dan kenyamanan orang yang datang melalui edukasi sadar wisata kepada warga setempat, ini perlu dilakukan agar iklim wisata yang nyaman itu terwujud,” kata Habib.

Regulasi yang perlu diperhatikan adalah Payakumbuh menjadi sentral perdagangan Luak Limopuluah, ada pusat perbelanjaannya pasar tradisional, pasar moderen, sampai pasar kuliner malam.

“Penataan kepada pasar juga harus segera dilakukan guna menunjang iklim pariwisata yang nyaman itu jadi. Semoga hal ini dapat menjadi perhatian oleh Pemko dan DPRD,” pungkasnya. (Balai Wartawan)

LEAVE A REPLY