Beranda BERITA TERBARU Berbulan-bulan Terjebak, Ribuan Muslim Rohingya di Rakhine Akhirnya Dapat Bantuan

Berbulan-bulan Terjebak, Ribuan Muslim Rohingya di Rakhine Akhirnya Dapat Bantuan

293
0
BERBAGI

YANGON -maklumatnews.net- Penduduk desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, untuk pertama kalinya mendapatkan bantuan pangan pertama setelah mendapat tekanan internasional. Mereka terisolir dan terancam oleh penduduk desa tetangga yang beragama Budha dan mendapatkan pelecehan dengan kekerasan dari tentara Myanmar.

Diplomat dan kelompok bantuan meminta pemerintah untuk masuk setelah Reuters secara eksklusif melaporkan situasi mengerikan yang dihadapi oleh ribuan Muslim Rohingya yang terjebak di desa Ah Nauk Pyin dan Nyaung Pin Gyi bulan lalu.

“Sebuah kapal tiba kemarin malam dengan membawa beras dan enam petugas Palang Merah datang ke desa kami pagi ini,” Maung Maung, seorang administrator di desa Rohingya sungai Ah Nauk Pyin, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam tiga bulan persediaan makanan yang signifikan telah dikirim ke desa tersebut.

“Bantuan itu tiba saat kami mulai kelaparan,” katanya.

Hubungan yang rapuh antara penduduk desa Rohingya dan tetangga etnis Rakhine yang beragama Budha hancur pada 25 Agustus. Serangan mematikan militan Rohingya memicu sebuah respon ganas dari pasukan keamanan Myanmar.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa umat Buddha Rakhine telah bergabung dalam serangan terhadap Rohingya Penduduk Ah Nauk Pyin mengatakan kepada Reuters pada pertengahan September bahwa mereka telah diancam oleh umat Buddha dan mereka memohon kepada pihak berwenang agar menyiapkan jalur aman untuk keluar.

Namun pemerintah negara bagian menyuruh mereka untuk tetap tinggal.

Lebih dari setengah juta warga desa Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh. Mereka menyelamatkan diri dari apa yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebut “contoh teks book tentang pembersihan etnis” yang ditujukan untuk mendorong Rohingya ke luar negeri untuk selamanya.

Namun Myanmar menolak tuduhan itu. Dikatakan bahwa pihaknya sedang memerangi kampanye yang sah melawan “teroris” Rohingya.

Ratusan ribu Rohingya tetap berada di Rakhine, banyak yang takut akan keamanan mereka dan menghadapi kelaparan karena persediaan makanan menyusut, sebagian karena pembatasan perdagangan dan distribusi beras.

 sindonews

LEAVE A REPLY