Beranda BERITA UTAMA BNNP Sumbar Sita Aset Hamdani, Bandar Narkoba Sebesar Rp3,5 Miliar

BNNP Sumbar Sita Aset Hamdani, Bandar Narkoba Sebesar Rp3,5 Miliar

802
0
BERBAGI

PADANG – Satu unit rumah di Pekanbaru dan ruko berlantai dua di daerah Kampar, Riau disita Tim Jajaran Badan Narkotika Nasional (BNNP) Sumbar. Selain itu, mobil HRV Putih dan sepeda motot Honda CBR serta uang Rp40 juta, perhiasan senilai Rp30 juta, 5 kartu ATM, 4 handphone turut dijadikan sebagai barang bukti,

Aset senilai Rp3,5 miliar milik Handani, seorang diduga bandar sabu yang saat ini menjalani pemeriksaan BNNP Sumbar. Penyitaan tersebut dilakukan setelah BNNP Sumbar menetapkan resedivis kasus narkotika ini dengan tuduhan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil penjualan narkoba oleh tersangka.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin menjelaskan pelaku bisa dijerat dengan TPPU karena aset yang dimilikinya diduga dari hasil penjualan narkotika,” kata Khasril dalam rilis akhir pekan lalu. Penangkapan jaringan lintas provinsi ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, juga mengungkap keterlibatan oknum pegawai Lapas Biaro, dan dua napi Lapas Biaro. Totalnya 6 pelaku yang ditangkap.

“Barang bukti TPPU sambung Khasril sudah disitas. Penanganan kasus pencucian uang pihaknya bekerjasama dengan BNN RI. Saat ini pengembangan TPPU masih dilakukan. Total TPPU ada Rp3,5 miliar dari tersangka Handani. Kalau TPPU ini harus dimiskinkan biar kapok. Hukumannya kalau bisa sampai hukuman mati maksimal,” unkap Khasril.

Data BNNP Sumbar menyebutkan, identitas seluruh tersangka adalah, Handani, Afriadi, Armen, Thendry Chrisandi, (oknum pegawai Lapas Biaro), dan dua narapidana Lapas Biaro, David Suarno dan Feri Irawan.

BNNP Sumbar menyita barang bukti narkotika 3 paket sabu, dan 29 butir ektasi. Riciannya 2 paket sedang atau seberat 500 gram, dan 15 butir ektasi disita dari tersangka Afriadi, dan dari tersangka Handani disita 1 paket kecil sabu, 14 butir ektasi.

“Ada 6 orang yang diduga terlibat. Pegawas lapas (lembaga permasyarakatan), hasil pemeriksaan sementara masih sendiri. Napi ada 2 orang. Sudah napi, kena lagi kita periksa lagi. Napi di lapas yang sama,” kata Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin, saat rilis Jumat (24/5) siang.

“Bisa saja narkotika itu dijual ke narapindana yang laun, atau bisa juga diedarkan ke luar lagi. Betul, jadi (oknum) itu pengedar jaringan Pekanbaru,” ungkap Khasril Arifin, menjelaskan.

Ia menyampaikan, pengakuan oknum pegawai lapas baru satu kali terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Namun, untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU) berulang kali.

“Sudah 3 kali. Bentuk pencucian uang dari hasil kejahatan dibelikan berupa aset tanah, rumah mobil di. Lokasinya di Sumbar, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan,” sebut Khasril. (aaa)

LEAVE A REPLY