Beranda BERITA TERBARU BOLA PANAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH AGAM BERMUARA KE KEJAKSAAN

BOLA PANAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH AGAM BERMUARA KE KEJAKSAAN

597
0
BERBAGI

Agam-Maklumatnews.net-Ulah Polemik intern BPBD Kabupaten Agam yang di muat di beberapa media 15/1/2019 bermuara ke Kejaksaan Agam membuat para pejabat di dinas terkait kasak kusuk.

Saat berita di terbitkan informasi dari Martias sedang upaya persuasif perdamaian dengan Kalaksa Lutfi oleh Dinas Insfektorat Kabupaten Agam.Via selular Martias menambahkan ia telah di panggil oleh pihak kejaksaan tahap klarifikasi. 17/1.

Konflik berawal dari dikirimkannya  surat oleh Lutfi pada Martias yang saat ini di mutasikan kedinas Dukcapil Kabupaten Agam. Martias  menjawab surat tersebut dengan membeberkan beberapa item yang menyangkut borok BPBD yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara seperti.

Pembelian alat pendeteksi pergeseran tanah Early warning syastem (EWS) konon harganya menurutnya kurang lebih  Rp 3 M (Harga Resmi di Pasaran Sekitar Rp 250 Jt) diduga terjadi “MARK UP” Alat tersebut di pungsikan kurang lebih 6 bulan, per Oktober 2018 tidak dipungsikan lagi.Karena biaya pengoperasian alat tersebut perbulannya Rp 7 Jt,Bpbd tidak mampu untuk membiayainya. Pemda Agam juga tidak bisa mendanai Early warning syastem (EWS) tersebut karena tidak terdaftar pada aset Pemerintah daerah Kabupaten Agam. Pembelian EWS diambil dari dana Rehab Rekon Dama Gadang.Padahal EWS adalah alat pencegahan dini.(singkronkah masuk Rek Rehab rekon?) Martias menyebutnya bola panas. Penyidik profesional lah yang mampu untuk membuktikannya. Dan juga di beberkannya Kalaksa Lutfi minta uang Rp 150 pada Martias Untuk menutupi kasus. Ucap Martias

Ketika hal ini di konfirmasikan tim pada Kalaksa Lutfi Senin 17/1 sekitar jam 11 : 00 wib di ruangannya mengatakan, permasalahan tersebut sedang di cari penyelesaiannya oleh Insfektorat Kabupaten Agam.

Terkait pemberitaan saya serahkan saja sama yang maha kuasa, pada dasarnya permasalahan ini intern BPBD.Dan saya tidak ada niat buruk sedikit pun terhadap bawahan saya.  Ucapnya dengan nada tegang.

Sementara itu ketua DPW LSM Garuda Nasiinal Sumbar Bj Sumbar berharap, agar pihak hukum segera menindak lanjuti pemberitaan dari beberapa media, sehingga permasalahan tersebut jelas dimata publik, sehingga tdak ada lagi ASN dan pejabat yang mencatut oknum penegak hukum untuk menakut-nakuti bawahannya.

Dan juga tidak ada Asn dan pejabat kebal dan tidak di jamah hukum. Kita akan tunggu profesional Kejaksaan untuk mengungkap kasus ini, konon nota benenya akan berimbas pada citra Pemerintah Kabupaten Agam, pungkasnya. (Tim)

LEAVE A REPLY