Beranda BERITA TERBARU BPS Sebut Bulan Februari Terjadi Penurunan Harga Pada Kelompok Bahan Makanan Dan...

BPS Sebut Bulan Februari Terjadi Penurunan Harga Pada Kelompok Bahan Makanan Dan Transportasi

303
0
BERBAGI

Padang-maklumatnews.net – Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat Kota Padang mengalami deflasi 0,09 persen pada Februari 2018 didorong penurunan harga pada kelompok bahan makanan dan transportasi.

Deflasi disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan yang disumbang oleh beras, angkutan udara, ayam ras dan telur ayam ras, kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Kamis.

Ia menyebutkan di Padang pada Februari 2018 komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, wortel, apel, gula pasir, petai dan beberapa komoditas lainnya.

Namun beberapa komoditas tetap mengalami kenaikan harga di Padang antara bensin, jengkol, batu bata, emas perhiasan, makanan ringan, seng, ikan sepat, anak sala, udang basah, bawang putih, jelasnya.

Ia menyampaikan dari 23 kota di Sumatera pada Februari 2018, 20 kota mengalami deflasi dan yang tertinggi terjadi di Medan sebesar 0,96 persen dan terendah di Kota Lubuk Linggau 0,02 persen.

Sementara Padang berada pada posisi ke-17 dari seluruh kota yang mengalami deflasi di Sumatera dan urutan 23 secara nasional.

Sukardi menjelaskan deflasi adalah suatu keadaan harga-harga secara umum turun dan nilai uang bertambah.

Jika inflasi adalah keadaan yang terjadi akibat jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak, maka deflasi terjadi karena jumlah uang yang beredar meningkat.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta bupati dan wali kota di daerah itu lebih peduli terhadap inflasi dan tidak membiarkan begitu saja faktor-faktor yang dapat memicunya.

Ketika harga pangan naik tak menentu, masyarakat tidak mampu beli, itu terjadi karena kepala daerah tidak peduli dan membiarkan saja, untuk mengatasi inflasi itu harus bersama-sama, kata Irwan.

Ia meminta kepala daerah selalu menindaklanjuti setiap hasil pertemuan Tim Pengendali Inflasi Daerah karena tujuannya adalah untuk kebaikan masyarakat.

Pemimpin harus peduli soal ini, jangan sampai autopilot atau jalan sendiri tanpa terasa adanya kehadiran kepala daerah, ujarnya.

Ia menambahkan adanya pengendalian inflasi, selain membuat masyarakat nyaman juga akan menciptakan iklim investasi yang kondusif karena harga-harga stabil sehingga pemilik modal bisa memperkirakan kapan uangnya kembali.

SRP./an

LEAVE A REPLY