Beranda BERITA TERBARU Buka Lokakarya SMAN 4 Payakumbuh, SMA Sudah Zonasi, Asricun : Jangan Ciptakan...

Buka Lokakarya SMAN 4 Payakumbuh, SMA Sudah Zonasi, Asricun : Jangan Ciptakan Hasil Belajar Berkompetisi, Tapi Berkompetensi

186
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net- Untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam peningkatan mutu pendidikan masa newnormal, SMAN 4 Payakumbuh menggelar Lokakarya di ruang guru SMAN 4 Payakumbuh, Jumat (11/6).

Acara itu dibuka secara langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat Asricun bersama Kepala Sekolah Arnefi Gustati dan Komite SMAN 4 Payakumbuh Hadizamli.

Dalam sambutannya, Hadizamli menyampaikan pesan kepada tenaga pendidik agar dapat mengoptimalkan waktu selama 2 hari berkegiatan lokakarya untuk meningkatkan pembelajaran di masa pandemi dan untuk kemajuan SMAN 4 Payakumbuh kedepannya.

Sementara itu, Kacab Disdikwil Asricun menyampaikan bahwa seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menenangkan hati masyarakat terhadap pertanyaan-pertanyaan terkait zonasi. Pemerintah wajib menyelesaikan masalah pendidikan di masa pandemi ini dengan memberikan solusi pembelajaran tatap muka terbatas.

“Jangan ciptakan hasil belajar anak didik yang berkompetisi. Kita tidak menonjolkan anak yang hanya pintar matematika, biologi dan mata pelajaran lain, tapi wujudkan konsep kompetensi, bahwa semua anak adalah jawara,” ungkapnya.

Dicontohkan Asricun, seperti anak yang hobi seni. Bagaimana sekolah menyalurkan hobinya, begitu juga anak yang hobi di bidang olahraga, bertani, dan lain sebagainya.

“Tugas guru memang berat di masa pandemi ini. Ciptakan kebijakan pembelajaran yang prinsipnya sehat dan selamat. Ajarkan anak dengan strategi-strategi pembelajaran. Lakukan kolaborasi antara konsep pembelajaran dengan praktek langsung, sehingga mampu mengimplementasikan apa yg di ajarkan guru dirumah,” kata Asricun.

Lebih jauh Asricun juga memaparkan bagaimana sekolah melakukan kolaborasi antar pelajaran dan kolaborasi antar guru. Menfasilitasi anak mencapai kompetensi dengan melengkapi sarana pendidikan dan memperbaiki strategi pembelajaran.

“Ajarkan anak menganalisis dan memecahkan masalah dalam teori pembelajaran untuk menciptakan kemampuan menganalisis sehingga apapun masalah yang dihadapi anak di masa yang akan datang bisa mereka selesaikan,” pesannya. (Rel/FS)

LEAVE A REPLY