Beranda BERITA TERBARU Bulog Siapkan Investasi Rp2,3 Triliun

Bulog Siapkan Investasi Rp2,3 Triliun

405
0
BERBAGI

JAKARTA-maklumatnews.net

Perum Bulog menyiapkan investasi sebesar Rp2,3 triliun pada 2017, untuk pengembangan infrastruktur pasca-panen komoditas beras, jagung dan kedelai. Program tersebut dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

Adapun sumber dana investasinya berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan kas internal. Di mana pada 2016, Bulog mendapatkan PMN sebesar Rp2 triliun. Dari jumlah itu, diperkirakan yang terserap untuk investasi selama setahun sebesar Rp1,4 triliun.

Kemudian investasi ditambah dari kas Bulog sebanyak Rp900 miliar. “Artinya, 2017 keluar investasi Rp2,3 triliun,” kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Infrastruktur pasca-panen sangat perlu diperkuat lagi guna mengantisipasi permasalahan yang selama ini dihadapi Perum Bulog. Contohnya, penyerapan jagung yang kadar airnya masih tinggi. Dengan belum lengkapnya infrastruktur pasca-panen, maka sangat berisiko jika Bulog tetap menyerap jagung tersebut. Sebab jagung yang kadar airnya masih tinggi mudah terkena penyakit.

“Kita punya PMN untuk memperbaiki, menambah infra, seperti pasca-panen. Supaya tidak terjadi kegagalan. Karena banyak yang terbuang karena tidak memiliki infrastruktur pasca-panen, itu seperti pengering, prosesing, reprosesing hingga kemasan,” urai Djarot.

Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Wahyu Suparyono menambahkan, infrastruktur pasca-panen yang akan dibangun adalah modern rice milling plant (MRMP) terintegrasi dengan kapasitas 1 juta ton gabah kering panen (GKP) per tahun di sentra produksi padi.

Pembangunan menggunakan teknologi pengeringan dan penggilingan modern dengan 22 drying centre, 17 milling dan 80 SILO untuk menurunkan susut pasca-panen, meningkatkan kualitas serapan gabah dan meningkatkan kualitas hasil panen gabah. “Ini sudah masuk kajian. Hitung-hitungannya sudah ada, lokasinya di mana, harganya berapa, sudah ada,” jelentreh Wahyu.

Bulog juga akan membangun rice to rice dengan kuantum pengadaan beras sebesar 250.000 ton per tahun, untuk prosesing beras sesuai kualitas yang diinginkan dan reprosesing beras dalam rangka jaga mutu dan kualitas beras.

“Kita juga akan membangun 11 unit drying center dan 64 unit SILO jagung dengan total kapasitas 192.000 ton. Lalu pembangunan gudang penyimpanan kedelai sebanyak 13 unit gudang dengan kapasitas 45.000 ton di sentra produksi,” beber Wahyu.(rid)

LEAVE A REPLY