Beranda SUMATERA BARAT Bupati Hendrajoni Desak SKPD Peduli Petani

Bupati Hendrajoni Desak SKPD Peduli Petani

333
0
BERBAGI

MAKLUMATNEWS.NET,(PESSEL)- Kepala SKPD di Pemkab Pessel di­minta gesit dan jeli menangkap aspirasi yang berkaitan dengan kepen­tingan petani dan nelayan serta hajat masyarakat banyak.

Bupati Hendrajoni Kamis (24/8) menyebutkan, petani dan nelayan tradisional tidak boleh menjerit akibat ke­tia­daan kebutuhan usaha, mi­salnya benih, pupuk, pen­gai­ran. Bila faktor-faktor pro­duksi tersebut tidak tersedia, maka mustahil kehidupan petani dapat membaik. ”Di­nas Pertanian misalnya, sudah bisa memastikan kebutuhan dan ketersediaan benih dan pupuk. Begitu halnya dengan Dinas Kelautan dan Pe­ri­kanan, da­pat hendaknya memfasilitasi nelayan mengakses alat tangkap,” katanya.

Menurut Hendrajoni, Pe­merintah Kabupaten Pesisir Selatan berupaya menekan angka kemiskinan dan pe­ngangguran di daerah itu. ”Untuk mewujudkannya di­perlukan intervensi terhadap penyebab kemiskinan ter­sebut,” katanya.

Disebutkan, angka ke­mis­kinan di Pesisir Selatan se­besar 8,5 persen hingga awal tahun 2016.  Pemkab  Pesisir Selatan fokus untuk me­nurunkan angka kemiskinan tersebut.

Selanjutnya Sekda Pessel Erizon menyebutkan, Pemkab  terus melakukan upaya pengentasan kemiskinan.

Se­menjak tahun 2010 lalu telah terjadi penurunan angka kemiskinan yang sig­nifikan akibat sejumlah pro­gram pengentasan ke­mis­kinan di daerah itu. Ke depan,  Pessel memerlukan pe­mim­pin yang dapat melanjutkan pe­ngen­tasan kemiskinan ter­sebut.

Menurutnya, awal tahun 2014 lalu angka kemiskinan di Pesisir Selatan masih 9 persen dari jumlah penduduk. Kini turun menjadi 8,5 per­sen. Penurunan angka ini jadi  salah satu penyebab daerah ini keluar sebagai daerah tertinggal dari 182 kabupaten di Indonesia. ”Program pe­ngen­tasan kemiskinan telah berlangsung selama sepuluh tahun terakhir dengan cara membangun prasarana dasar di setiap Nagari yang ada di Pessel. Selain itu, sejumlah sum­ber perekonomian ma­syarakat dapat berjalan de­ngan baik seperti pada   sek­tor per­tanian, perkebunan, pe­rikanan dan peternakan,” katanya.

Disebutkannya, pengen­tasan kemiskinan di Pessel juga diiringi dengan pe­ning­katan lama belajar ma­sya­rakat. Kini pendidikan ma­syarakat Pessel telah mem­baik sehingga cara pikirnya juga membaik.

Menurutnya, setiap tahun terjadi penurunan angka kemiskinan sekitar 1,2 persen setahun. Tahun ini angka kemiskinan 8,5 persen se­men­tara tahun lalu 9 persen le­bih. ”Limabelas hingga sepuluh tahun silam, angka ke­mis­kinan mencapai 42 ribu KK atau separuh penduduk Pes­sel berada dalam ling­karan kemiskinan. Lalu per­lahan de­ngan mengandalkan g­erakan PKK dan pe­nyu­luhan KB, angka ke­mis­kinan itu turun dan kini hanya 8,5 persen dari 560 ribu jiwa,” katanya.

Melalui  se­pu­luh program pokok PKK dan para  ka­dernya,  terus berupaya me­lakukan peningkatan ka­pa­sitas warga guna ter­ca­painya kesejahteraan.

PKK dengan kader KB juga bersinergi menso­sia­lisasikan pen­tingnya program KB. ”Berdasarkan pantauan kami, keluarga miskin di daerah itu umumnya berasal dari ke­luarga banyak anak. Lalu disimpulkan bahwa penyebab kemiskinan salah satunya ada­lah banyaknya tang­gu­ngan dalan sebuah keluarga. Dengan upaya so­sialisasi dan pelaksanaan KB jumlah kelahiran berangsur turun dan berdampak lang­sung pada penekanan angka ke­mis­kinan,” katanya.

sumber:(haluan/har)

LEAVE A REPLY