Beranda BERITA TERBARU Cara Menbobol ATM Nasabah Metode Skimming

Cara Menbobol ATM Nasabah Metode Skimming

364
0
BERBAGI
JAKARTA-maklumatnews.net-Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Sabtu 17 Maret 2018 mengungkapkan, kelompok penguras ATM di Indonesia dengan metode skimmingternyata terbagi menjadi tiga bagian sesuai perannya.
Bagian pertama adalah kelompok yang menyediakan alat skimming, mulai dari software, hardware, serta kamera.
“Yang pertama adalah kelompok penyedia alat, kemudian melalui alat skimming dimasukkan dan alat ini berasal dari luar negeri dan dimasukkan ke dalam negeri,” ucap Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu.
Bagian kedua berperan untuk memasang alat-alat tersebut di beberapa ATM yang “aman”. “Mereka juga melihat situasi jam dengan menentukan sasaran sampai akhirnya alat ini dipasang,” ujar Nico.
Bagian ketiga memiliki peran untuk mengambil uang nasabah yang kemudian ditransfer ke milik mereka.
“Setelah mendapatkan data yang terambil dari ATM tertentu yang sudah dipasang alat, kemudian mereka memindahkannya,” kata Nico.
Dia menuturkan, komplotan ini telah melakukan aksinya sejak Oktober 2017. Mereka beraksi di beberapa lokasi di Indonesia dan telah membobol 64 bank, termasuk BRI, BNI, BCA, dan Bank Mandiri.
“Jadi TKP-nya itu ada di Bali kemudian di Lombok dan ada di Jakarta serta Yogya, jadi mereka keliling Indonesia dan berpindah-pindah, sehingga menyulitkan untuk dilacak,” tutur Nico.
Adanya laporan dan kerja sama dari pihak perbankan, Polri akhirnya berhasil menangkap kelompok penjahat skimming ini. Para pelaku ditangkap pada waktu dan di tempat berbeda.
Lokasi pertama di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB6 No 3 Serpong. Kedua, di Bohemia Village 1 No 57 Serpong. Ketiga, di Hotel Grand Serpong. Keempat, lokasi terakhir, yakni di Hotel De’Max, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Komplotan ini memindahkan uang hasil kejahatannya ke bentuk uang virtual atau bitcoin. Hal tersebut terungkap dalam pemeriksaan kelima tersangka.
“Ketika mengambil uang, mereka jarang diambil cash, semuanya hampir polanya ditransfer. Kemudian setelah ditransfer, ada sebagian yang dipindahkan ke bitcoin,” ucap Nico.
Langkah ini dilakukan penjahat skimming untuk mempersulit penyidikan. Namun, atas informasi yang didapatkan, para pelaku berhasil dibekuk. Untuk uang cash, Polri menyita Rp 70 juta. Uang cash itu biasanya digunakan komplotan penjahat itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti biaya makan dan hotel.
Polri pun dibantu oleh Bank Indonesia dan Interpol untuk melacak apakah ada uang hasil skimming ATM yang dilarikan ke luar negeri.(**)
Liputan 6

LEAVE A REPLY