Beranda KOTA PADANG Cenderung Sudutkan Kredibilitas Media, FEM Sesalkan Pernyataan Mahyeldi

Cenderung Sudutkan Kredibilitas Media, FEM Sesalkan Pernyataan Mahyeldi

522
0
BERBAGI

MAKLUMATNEWS.NET (PADANG) — Himbauan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah agar masyarakat tidak mudah percaya dengan pemberitaan mass media, baik media cetak maupun media elektronik, ditanggapi sekaligus disesalkan oleh praktisi mass media di Padang.

Ketua Forum Eksekutif Media (FEM) Ecevit Demirel menilai, statemen walikota dalam kunjungan Tim Safari Ramadan Kota Padang ke Masjid Darul Falah, Perumahan Nuansa Indah Taruko Rodi, Kelurahan Limau Manih Selatan, Kecamatan Pauh, Selasa (21/6/2016) tersebut cenderung emosional, bahkan bisa dibilang dangkal karena tanpa didukung data fakta dan penjelasan terperinci ihwal pemberitaan menyesatkan dimaksud.

Selaku kepala daerah yang notabene merupakan mitra dan kinerjanya saling keterkaitan dengan mass media, tak sepantasnya kalimat-kalimat bernada provokatif itu terlontar dari mulut seorang walikota. Sebab, masing-masing mass media dalam bekerja mencari, membuat dan menerbitkan pemberitaan tentunya mengacu kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), serta dilindungi oleh UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Nah, sekarang kami ingin minta klarifikasi, isu menyesatkan seperti apa yang dimaksud bapak walikota, sehingga beliau mengeluarkan himbauan agar masyarakat jangan mudah percaya dengan pemberitaan mass media? Opini publik mana yang telah disesatkan oleh mass media, khususnya di Kota Padang?,” kejar Ecevit.

Mengingat pernyataan walikota Mahyeldi ihwal pemberitaan menyesatkan cenderung menyudutkan bahkan menyinggung kredibilitas mass media secara umum, FEM memberi saran, jika ada pemberitaan mass media tertentu yang dinilai menyesatkan atau keliru, sebaiknya segala koreksian, klarifikasi atau somasi terhadap pemberitaan tersebut dilakukan by name by address, sehingga tak terkesan “pukul rata”.

“Berdasarkan catatan FEM, justru Walikota Mahyeldi lho yang seharusnya lebih berhati-hati menanggapi pemberitaan mass media? Sebab, baru-baru ini justru beliau yang sempat termakan isu ihwal penghapusan sejumlah Perda Syariat Islam oleh Kemendagri. Kala itu beliau menanggapi dengan berapi-api kritikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terhadap razia penertiban warung makan yang buka siang hari di bulan ramadan oleh Satpol PP Kota Padang. Tanggapan beliau itu lalu dipublish sejumlah mass media, termasuk media online, sehingga dunia maya sempat dibikin heboh,” ungkap alumni Jawa Pos Group yang saat ini juga berkecimpung di bisnis media tersebut.

Seperti dilansir http://www.newshanter.com, kabarnya Mendagri akan menghapus banyak Perda termasuk perda larangan berjualan dan makan minum di siang hari selama Ramadan.

Terkait dengan pernyataan sikap Mendagri Tjahjo Kumolo dan kritikannya terhadap Satpol PP Kota Padang dan Perda yang diterbitkan Kota Padang, beberapa pemimpin Islam Sumatera Barat tersulut kemarahannya, termasuk Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Melansir Detik.com Senin (13/6/2016), Mendagri Tjahjo Kumolo mengungkapkan rasa herannya atas razia penertiban warung makan yang buka saat ramadan oleh Satpol PP di Padang. Menurut Tjahjo, razia yang dilakukan tidak mengandung unsur pidana sehingga tak perlu makanannya diangkut. Untuk menegakkan Perda, sebenarnya cukup dengan meminta warung makan itu ditutup, tidak perlu sampai diangkut makanannya. Tindakan itu dinilainya terlalu “over-acting” dan membuat masyarakat tidak simpati.

Dalam kunjungan Tim Safari Ramadan Kota Padang ke Masjid Darul Falah, Perumahan Nuansa Indah Taruko Rodi, Kelurahan Limau Manih Selatan, Kecamatan Pauh, Selasa (21/6/2016), Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan pemberitaan media, baik media cetak maupun media elektronik, apalagi media sosial. Ia menyebut, adakalanya suatu pemberitaan tidak sesuai fakta yang sebenarnya, sehingga menyesatkan opini publik. Masyarakat agar cerdas menganalisa sebuah pemberitaan agar tidak menimbulkan persepsi yang salah.

“Masyarakat jangan percaya begitu saja pemberitaan di koran maupun media lainnya, terlebih berita-berita di media sosial. Masyarakat agar cerdas dan menganalisa dulu suatu isu yang sempat berkembang dalam pemberitaan,” seru Mahyeldi

Menurut Mahyeldi, tidak sepenuhnya berita di koran atau di media sosial itu benar adanya. Adakalanya suatu isu sengaja diapungkan karena tendensi tertentu. Terkadang merugikan masyarakat sendiri dan merusak komunikasi antara pemerintah dan rakyat.

“Belum tentu suatu berita benar, kadangkala dibuat isu untuk tujuan tertentu. Terkadang merugikan masyarakat,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tanpa merinci pemberitaan mass media bermuatan isu menyesatkan dimaksud.

Menurutnya lagi, guna meminimalisir berbagai isu kontraproduktif terhadap pembangunan dan kinerja Pemerintah Kota Padang, salah satu media efektif adalah dengan menurunkan tim ramadan. Misi tim ini guna menyemarakkan ramadan melalui ceramah agama, sekaligus menyampaikan informasi pembangunan dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Tim safari ramadhan merupakan media efektif untuk menyampaikan informasi dan menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Mahyeldi menyebut, Tim Safari Ramadan Kota Padang yang diturunkan terdiri dari kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang nantinya dapat mendengarkan langsung segala persoalan berkaitan dengan pembangunan sesuai bidangnya masing-masing untuk ditindaklanjuti. “Kita hadirkan SKPD untuk mendengarkan aspirasi dan menindaklanjuti setiap persoalan yang berkaitan dengan tupoksinya,”tukasnya.

Kepala SKPD Malah Tak Hadir

Kendati diharapkan bisa berinteraksi sekaligus mendengarkan aspirasi dan menindaklanjuti persoalan sesuai tupoksi masing-masing, tidak semua Kepala SKPD yang tergabung pada tim malam itu yang turut hadir, Bahkan ada diantara SKPD yang sama sekali tidak mengutus perwakilannya. Kepala Dinas Pendidikan (Ka. Disdik) Habibul Fuadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Fatriarman Noer dan Dirut PDAM Muswendry Evytes tidak hadir dan tidak diwakili oleh jajarannya. Padahal, justru kinerja tiga SKPD ini yang paling banyak korelasinya dengan hajat hidup orang banyak.

Adapun Tim Safari Ramadan Kota Padang yang diketuai Walikota Padang ini merupakan tim pertama yang berdasarkan daftar kehadiran terdiri dari Kepala Bappeda, Dirut PDAM, Kadis PU, Ka. Disdik, Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas Perhubungan Kominfo, Kakan Kemenag, Kabag Kesejahteraan Rakyat, Kabag Humas dan Protokol, Kabag Pertanahan, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Karang Taruna, mubaligh dan unsur dari Bagian Umum, serta sejumlah wartawan.

(der/can/rki)

LEAVE A REPLY