Beranda BERITA TERBARU Covid-19 Merambah Guru Dan ASN, Beberapa Sekolah Diliburkan Di Payakumbuh

Covid-19 Merambah Guru Dan ASN, Beberapa Sekolah Diliburkan Di Payakumbuh

430
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net- Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh dr. Bakhrizal mengatakan sampai saat ini, Jumat (15/1) telah ditemukan sebanyak 39 kasus positif Covid-19 di Payakumbuh. Bahkan sejak sekolah tatap muka digelar, beberapa diantara pasien positif itu adalah tenaga pendidik dan ASN.

Menindaklanjuti hal ini, menurut Bakhrizal, langkah yang diambil tim gugus tugas adalah dengan mengulang screening terhadap guru-guru dan ASN lainnya.

“Sekali 15 hari atau sekali sebulan kita melakukan tes swab ulang, upaya ini kita lakukan untuk mengantisipasi agar anak-anak sekolah tidak terpapar Covid-19 dan menyebabkan penularan yang masiv serta tak terkontrol,” ungkapnya.

“Tolong guru patuhi protokol kesehatan, demi anak didik, resiko penyebaran secara cepat lewat anak sekolah sangat tinggi kalau kedepan angka positif semakin naik,” kata Bakhrizal.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Agustion melalui Sekretaris Azwardi menyebut sudah melaksanakan rapat dengan jajaran dinas pendidikan. Dalam rapat itu diambil kebijakan dimana apabila ada sekolah yang ditemukan kasus positif, maka harus disemprot disinfektan dan diliburkan selama 3 hari, dan siswa belajar daring.

Azwardi menyebut dinas dan jajaran sekolah melakukan evaluasi selama sekolah diliburkan. Pada hari selanjutnya akan diambil keputusan apakah sekolah itu dapat dibuka kembali atau belum.

“Malahan kita melakukan tes rapid kepada guru sebelum mereka masuk mengajar. Apabila ditemukan hasilnya reaktif, maka guru tersebut diwajibkan ikut swab dan sekolah disemprot disinfektan, guru tersebut diminta karnatina mandiri di rumah” ujarnya.

Sementara, karena siswa SD belajar dengan guru kelas, Azwardi memaparkan guru kelas yang ditemukan reaktif usai ikut tes rapid, tidak dibolehkan datang ke sekolah, dan siswa mengikuti pelajaran tatap muka di sekolah dengan guru pengganti bila ada, atau siswa dapat belajar daring (online) dengan guru kelasnya tersebut.

“Sampai saat ini, sudah ada beberapa sekolah yang diliburkan karena ditemukannya kasus positif Covid-19. Kita di dinas sangat menekankan kepada sekolah agar betul-betul aware dengan protokol kesehatan, karena resikonya kepada siswa,” terangnya.

Untuk memaksimalkan pengawasan, tim satgas yang dibentuk di dinas pendidikan selalu singgah ke sekolah-sekolah melakukan sidak setiap hari untuk mengecek betul bagaimana prokes di sekolah, apakah benar-benar diterapkan dengan ketat.

“Upaya dengan terus mengingatkan dan mewanti-wanti guru agar mengedukasi siswa trus kita lakukan. Kepala sekolah pun diminta memastikan itu berjalan, karena setiap hari ada evaluasi dan sidak yang dilakukan oleh dinas. Sidaknya memang tidak diberitahukan jadwalnya, agar tidak ada rekayasa prokes yang dilakukan,” pungkasnya. (FS)

LEAVE A REPLY