Beranda PEMKO PADANG Dialog ke 3 Negara-Negara Pesisir Samudera Hindia yang tergabung dalam organisasi IORA...

Dialog ke 3 Negara-Negara Pesisir Samudera Hindia yang tergabung dalam organisasi IORA Digelar di Kota Padang

350
0
BERBAGI

MAKLUMATNEWS.NET,(PADANG) – Keinginan Pemerintah dan masyarakat Kota Padang yang sering dicetuskan di berbagai forum untuk menjadikan kota ini menjadi pusat pertemuan, insentif, konferensi dan kegiatan (meetings, incentives, conferences, and exhibitions/events atau disingkat MICE) bukanlah hanya sekedar isapan jempol semata.

Setelah berhasil menjadi tuan rumah sekaligus menyelenggarakan serangkaian kegiatan berskala nasional dan internasional tahun 2015 lalu, tahun ini Kota Padang kembali menjadi tuan rumah dan juga menyelenggarakan events bertaraf internasional dan nasional.

Pada 12 hingga 14 April 2016 ini, tiga agenda penting berskala Internasional di Kota Padang yang diselenggarakan oleh TNI AL yakni Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK), 15th Western Pacific Naval Symposium (WPNS), dan the International Fleet Review (IFR) ditabuh.

Seakan tidak ingin kehilangan momentum bersejarah di Kota Padang, Kementerian Luar Negeri RI dan sekretariat IORA pada saat yang bersamaan juga mengadakan “The 3rd Indian Ocean Dialogue” atau Dialog ke 3 Negara-Negara Pesisir Samudera Hindia yang tergabung dalam organisasi IORA. Kegiatan ini mengangkat tema “Addressing Maritime Security Challenges in The Indian Ocean Through Enhanced Regionalism”.

Direncanakan, kegiatan “The 3rd Indian Ocean Dialogue” dihadiri oleh 20 negara anggota IORA dan 4 negara mitra dialog. Kegiatan ini dibuka Wakil Menteri Luar Negeri, Rabu (13/4), setelah seluruh anggota delegasi mengikuti pembukaan MNEK oleh Presiden RI pada sehari sebelumnya. Hampir semua anggota delegasi tiba di Kota Padang.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo ketika dihubungi kemaren menyatakan bahwa Pemko Padang akan mendukung semaksimalnya event dimaksud. Karena kegiatan ini sudah sejalan dengan program/kegiatan dan kebijakan Pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Kota Padang sebagai kota tujuan MICE.

“Hal ini sudah ditunjukkan oleh Pemko Padang dengan terus membenahi dan menata secara bertahap dan berkelanjutan kawasan Pantai Padang dan Muaro Lasak tempat dimana kegiatan MNEK dan The 3rd Indian Ocean Dialogue ini akan berlangsung,” ujar Walikota.

Pemko Padang berterima kasih atas kepercayaan Kemenlu dan sekretariat IORA yang telah memilih kota Padang sebagai tempat diselenggarakannya acara ini. Hal tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan Menlu RI sewaktu digelarnya Konferensi Tingkat Menteri IORA di Padang, Oktober lalu.

“Bahwa Kota Padang menjadi salah satu komponen penting dari perjalanan IORA. Selain karena waktu acara di Padang itulah Indonesia dipilih menjadi Ketua IORA, ditambah dengan posisi kota Padang sebagai kota terbesar dan terdepan yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, bisa menjadi simbolik tentang hubungan yang erat antara IORA dan kota Padang. Oleh sebab itu diusahakan beberapa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh IORA, selama Indonesia menjadi Ketua, akan diadakan di kota Padang. Sehingga tidak salah maka salah satu tagline kota Padang adalah ‘The Gateway of IORA’,” sebut Walikota.

Sementara itu, Kepala BPMPTSP Kota Padang, Didi Aryadi yang tahun lalu merupakan Ketua Panitia Lokal Konferensi Tingkat Menteri IORA, dan telah berhasil menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Rapat Kerja Indonesia – Indian Ocean Local Government Forum (Indonesia – IOLGF) mengatakan, dari hasil rapat koordinasi dengan Kemenlu, diperoleh informasi bahwa The 3rd Indian Ocean Dialogue ini nantinya akan menghasilkan “Padang Consensus”.

Selain itu Didi Aryadi menginformasikan bahwa pada Mei 2016 ini juga akan diselenggarakan Seminar Regional Indonesia – IOLGF 2016, dengan mengundang Kepala BPMPTSP Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Pariwisata dari 70 Kabupaten/Kota anggota Indonesia-IOLGF. Kegiatan Seminar Regional ini bertujuan untuk menindaklanjuti berbagai program/kegiatan yang sudah dirumuskan pada Seminar dan Rapat Kerja tahun lalu.

”Kita akan mengundang narasumber dari kementerian terkait serta perwakilan dari Kabupaten/Kota yang dipandang berhasil dalam melaksanakan program pembangunan di daerahnya sebagai best practice untuk ditularkan ke anggota Indonesia IOLGF. Kita harapkan akan banyak terjalin kerjasama LG to LG (Local Government) bahkan LG to FC (foreign country) di bawah supervisi kementerian terkait dalam koridor Indonesia–IOLGF, ini yang pada gilirannya akan mampu mengakselerasi program pembangunan di semua sektor/bidang pada kabupaten/kota anggota Indonesia–IOLGF,” ujar Didi Aryadi menutup pembicaraan

LEAVE A REPLY