Beranda KOTA PADANG DIANPINSAT DITUTUP, PRAMUKA PENEGAK DAN PENDEGA ASET BAGI BANGSA INDONESIA

DIANPINSAT DITUTUP, PRAMUKA PENEGAK DAN PENDEGA ASET BAGI BANGSA INDONESIA

526
0
BERBAGI
Dr Adzanil Prima Septy, Pelatih Pusdiklat Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Padang

PADANG. (MAKLUMATNEWS.NET)–Anggota Pramuka khususnya yang berada di tingkatan Penegak dan Pandega merupakan aset strategis bagi pembangunan bangsa Indonesia secara umum dan Sumatera Barat secara khusus. Dikatakan aset strategis karena, anggota Pramuka pada golongan ini adalah kader bangsa yang secara khusus dipersiapkan sebagai pelanjut cita-cita pembangunan sehingga terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan makmur di masa depan.

Pramuka golongan Penegak dan Pendega tidak sama dengan golongan di tingkat lain, seperti Pramuka golongan Siaga usia 7-10 dan Penggalang yang berusia antara 11 – 15 tahun. Pada usia golongan Pramuka Penegak dan Pandega ini, yakni usia antara 16 – 25 tahun, mereka telah memasuki masa kedewasaan, secara psikologis mereka sudah mulai memiliki kematangan dalam berpikir dan bertindak. Demikian dikatakan oleh Dr Adzanil Prima Septy MPd, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat, saat menutup Gladian Pimpinan Satuan Pramuka Penegak dan Pandega (Dianpinsat) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Padang di Bumi Perkemahan Pramuka Padang Besi Kota Padang pada Sabtu malam 14 Mei 2016.

Lebih lanjut disampaikan Adzanil, kegiatan pramuka pada tingkatan Penegak dan Pandega ini harus mendapatkan perhatian dan bimbingan serta dukungan serius dari para orang tua, Pembina, dan lebih lagi pemerintah. Kalau kita lihat phenomena kehidupan di tengah masyarakat saat ini, banyak diantara kaum muda bangsa kita yang seusia Pramuka Penegak dan Pandega ini terlibat dalam berbagai macam kasus sosial termasuk tindak kejahatan. Padahal merekalah yang diharapkan bakal menjadi generasi pelanjut dan pemimpin kehidupan bangsa dan negara ini di masa depan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kepramukaan bagi mereka di golongan ini tidak bisa dianggap enteng dan harus menjadi perhatian semua pihak, papar Dr Adzanil yang juga dosen Universitas Bung Hatta itu.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pembinaan dan kegiatan bagi Pramuka golongan Penegak dan Pandega ini perlu diintensifkan dengan konsep Tri Bina, yakni Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat. Bina diri maksudnya bahwa Pramuka Penegak dan Pendega perlau dilatih untuk dikembangkan pengetahuan dan keterampilannya sehingga mereka mampu mandiri. Bina satuan adalah bahwa mereka dilatih sistim manajemen sehingga mampu mengelola berbagai kegiatan secara bertanggung jab. Sedangkan Bina Masyarakat diartikan baha Pramuka golongan ini dilatih untuk bisa berbakti dan peduli terhadap lingkungan masyarakat dimana mereka berada. Untuk itu penekanan kegiatan kaderisasi dan pembinaan kepada golongan pramuka ini diberikan pada pengembangan kemampuan manajerial dan kepemimpinan. Jadi, kegiatan pembinaan pramuka itu bukanlah hanya tepuk tepuk tangan saja seperti anggapan umum selama ini. Pola pembinaan seperti dijelaskan tadilah merupakan kekhasan terhadap pembinaan bagi kaum muda kader bangsa ini harus terus dikembangkan, tambah Adzanil.

Sekretaris Pusdiklat Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Padang, SyofyanEffendi, pada kesempatan itu juga menjelaskan bahwa Gladian Pimpinan Satuan ini merupakan usaha untuk memantau sekaligus mengevaluasi calon-calon peserta yang akan mengikuti Raimuna Nasional tahun 2017 mendatang sebagai utusan Kota Padang. Raimuna merupakan kegiatan 5 tahunan seperti halnya Jambore, namun khusus diikuti oleh Pramuka golongan Penegak dan Pandega se Indonesia, jelas Syofyan. Pada kegiatan Raimuna Nasional kita selaku Pembina akan mendapat gambaran bagaimana kondisi kaum muda kader pembangunan bangsa ini sehingga apa lagi usaha dan strategi yang perlu dilakukan dalam pembinaan mereka ke depannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kerja Penegak dan Pandega tingkat Cabang (DKC) Rifqi Ikhsan melaporkan bahwa kegiatan Dianpinsat ini diikuti oleh 36 orang Pramuka Penegak dan Pandega utusan dari berbagai Gugusdepan Pramuka berpangkalan di SLTA dan di perguruan tinggi se Kota Padang. Selama kegiatan mereka mendapat berbagai pembekalan keterampilan dan pengetahuan manajemen kegiatan dan kepemimpinan dari berbagai Pelatih yang handal di bidangnya. Sehingga kedepannya, meraka diharapkan mampu mengelola satuan setingkat Ambalan dan Racana di Gugusdepan masing-masing. Sementara, anggaran kegiatan ini berasal dari swadaya yang dikelola oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Padang (*son)

LEAVE A REPLY