Beranda Uncategorized DIDUGA CACAT HUKUM MUSPROV KADIN SUMBAR

DIDUGA CACAT HUKUM MUSPROV KADIN SUMBAR

275
0
BERBAGI

PADANG-maklumatnews.net–Diduga musyawarah provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar cacat hukum dan tidak sah kata calon Ketua Umum Kadin Sumabar H. Sengaja Budi Syukur, SH melalui handphone : 081166xxxx hari Selasa tanggal 13 Juni 2017 kepada Maklumat News Net.

Mengajukan keberatan kepada Kadin Indonesia dengan melampirkan satu bundel bukti kejanggalan dan pelanggaran AD/ART Kadin. Kita sudah mengajukan keberatan dengan melampirkan bukti kejanggalan dan pelanggaran AD/ART Kadin dalam Musprov, agar Kadin Sumbar terbentuk bukan dari pelanggaran dengan mengangkangi AD/ART sendiri kata S. Budi Syukur. Ia menegaskan dalam proses Musprov lanjutan tanggal 23 Mei 2017 banyak melanggar peraturan organisasi mulai dari persyaratan, jadwal pendaftaran, verifikasi hingga jalannya proses persidangan.

Ya kemenangan Bapak Ramal Saleh tidak sah, karena tidak sesuai pada aturan khusus Kadin, sesuai UU No. 1 tahun 1987 tentang pembentukan Kadin dan Kepress No. 17 tahun 2010 yang tertera dalam AD/ART ungkapnya. Dijelaskannya berdasarkan ART jelas ayat (2) PO No Skep 172/DP/XI/2016 dan surat pemberitahuan Ketua Caretaker Kadin Sumbar No. 028/DP-KSB/IN/VIII/2016 pendaftaran Caketum paling lambat tanggal 21 November 2016 pukul 16.00 Wib sementara Ramal Saleh mendaftar pada pukul 17.10 Wib.

Bapak Ramal Saleh terlambat 1 jam 40 menit dari waktu yang tetapkan, inilah yang perlu saya sampaikan bahwa ada aturan yang harus dipatuhi dan ada etika yang tidak boleh dilanggar.

Saya melengkapi semua persyaratan, namun anehnya pihak lain tidak lengkap sama sekali, seharusnya dalam pemilihan harus mengajukan kepada AD/ART maupun PO tentang pelaksanaan Musprov, namun diloloskan dengan argumen yang tak masuk akal. Selain itu sesuai dengan AD/ART, syarat ketua Kadin harus mempunyai KTA 3 tahun berturut-turut, sesuai pasal 34 ayat 1 huruf b, yakni setiap calon Ketua Umum Kadin Provinsi sekaligus merangkap ketua formatur pada dasarnya sekurang-kurangnya punya KTA 3 tahun berturut-turut sampai tahun berjalan.

Perusahaan juga harus terdaftar menjadi anggota Kadin yang dibuktikan dengan kepemilikan KTA b Kadin, sementara calon yang bertarung waktu pemilihan dengannya yang sekarang dianggap sebagai pemenang hanya mempunyai KTA b.

Selain itu banyak sekali pelanggaran AD/ART dalam proses Musprov, selain persoalan pendaftaran, persyaratan juga terjadi pelanggaran dalam sidang dimana tidak ada proses penyampaian visi dan misi calon yang diatur AD./ART.

Bayangkan dalam pemilihan penyampaian misi dan visi ditiadakan, untuk memilih ketua RT saja ada penyampaian visi dan misi lalu kenapa organisasi besar yang dibentuk oleh Undang-undang ini ditiadakan, mau dibawa kemana Kadin nanti jika tujuan pimpinannya tidak jelas.

Dari informasi Kadin Pusat mereka akan segera membentuk tim independent untuk menelusuri kejanggalan yang terjadi dan memanggil semua pihak yang terlibat dalam proses Musprov.

Kadin telah menerima keberatan kita dan mereka akan membentuk tim independent untuk menelusuri kejanggalan itu karena menyankut marwah Kadin sendiri, yaitu peraturan sendiri yang harus ditegakkan, kalau Kadin dibentuk dengan mengangkangi AD/ART tentu marwah Kadin tidak ada lagi katanya.

Menanggapi persoalan itu Ketua Kadin Sumbar terpilih Ramal Saleh mengatakan Musprov merupakan keputusan tertinggi dalam Kadin Sumbar dan prosesnya dihadiri oleh utusan resmi Kadin Indonesia serta dilaksanakan sangat demokratis dan transparan. Musprov sudah selesai hasilnya pun jelas saya menang mutlak 52 lawan 37 suara sebutnya.

Menurut sikap keberatan dari S. Budi Syukur merupakan haknya, pihak akan tetap lanjut dan fokus menyusun kepengurusan baru, kami tidak pikirkan itu, kami fokus saja menyusun kepengurusan. ( Berita dilansir Pos Metro Padang Selasa 13/6 2017)

Sebelumnya Senin 12 Juni 2017 S. Budi Syukur sudah melaksanakan jumpa pers. (MH)

LEAVE A REPLY