Beranda BERITA UTAMA Diduga Penyebar Hoaks, Dokter Hewan Diamankan Polda Sumbar

Diduga Penyebar Hoaks, Dokter Hewan Diamankan Polda Sumbar

363
0
BERBAGI

PADANG – Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar menangkap Syahrial, 50, di Jalan Raya Tanjung Pati KM7, Limapuluh Kota, Senin (3/6/2019) sekitar pukul 02.30. Lelaki berprofesi sebagai dokter hewan ini ditangkap, karena diduga melakukan tindak pidana penyebaran hoaks, ujaran kebencian, sara dan makar, melalui akun Facebook.

“Penangakapan terhadap yang bersangkutan setelah Sudbit V Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar menerima pengaduan dari masyarakat terkait adanya akun atas nama drh. Syahrizal ini yang membuat postingan-postingan yang isinya berbau hoaks dan juga penghinaan terhadap lembaga negara,” kata Dirreskrimsus Polda Sumbar AKBP Juda Nusa Putra, di Mapolda Sumbar.

Juda melanjutkan, pelaku diduga menyebarkan konten-konten di akun Facebooknya berbau sara, ujaran kebencian, hoaks, makar dan mengajak referendum. Penghinaan ditujukan kepada KPU, Bawaslu, Presiden, dan Kepolisian.

“Patut diduga menghina presiden, dan pemukatan makar terhadap pemerintah. Kemudian menyebut birmob dengan sebutan ras lainnya,” tutur Juda, menyebutkan pelaku ditangkap saat mengendarai sepeda motor.

Ia menyampaikan, modus yang dilakukan pelaku dengan cara memposting atau membuat konten di Facebook hanya iseng saja. Tujuannya untuk menarik perhatian pengguna media sosial lainnya tertarik, membaca postingannya, kemudian menyukainya, bahkan disebarluaskan.

“Disebarkan sebanyak 8.400 kali, 3.000 menyukai, dan komentar 1.000. Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, dan ia mengakui perbuatannya. Berkemungkinan statusnya akan ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Juda.

Dijelaskan Juda, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada 30 Mei 2019. Laporan itu menyebutkan di akun Facebook pelaku yang sidah berbau makar. Kemudian dilakukan penyelidikan, dan setelah diperoleh bukti akurat dilakukan penangkapan.

“Pelaku memposting konten-konten tersebut diantara tanggal 22 Mei, 26 Mei, dan 28 Mei. Sedangkan barang bukti yang disita adalah sebuah handphone smartphone.
Konten-konten itu bisa menyebar dan menjadi perhatian secara nasional,” imbuh Juda.

Juda menjelaskan, berdasarkan pengakuannya, pelaku merupakan orang yang berpendidikan, alumni Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Pelaku juga mengalami persoalan rumah tangga.

“Memang dia ini sekarang ada permasalahan keluarga, ada beberapa kali membangun rumah dan itu selalu gagal. Ini yang membuat dia merasa ada yang perlu dia curhatkan di situ. Mulai mencoba coba bermain Facebook seperti ini,” ulas Juda.

Juda menyebutkan, jika terbukti bersalah pelaku terancam dijerat pasal 45 b junto pasal 29 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Kemudian pasal 45 ayat 4 junto pasal 27 ayat 4 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008. Pasal
14 Ayat 2 dan/atau Pasal 15 undang-undang No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Junto Pasal 207 KUHP

“Pelaku diancam dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun, dan denda paling banyak Rp1 miliar.
Sedangkan penangkapan dibantu oleh Polres Payakumbuh dan Polres Limapuluh Kota,” sebut Juda.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, diakun Facebooknya pelaku menuliskan kalimat, “Saya tak ingin makar tapi jika kalian pikir NKRI itu hanya hitungan jumlah pemilih di pulau jawa saya punya Hak untuk bergerak paling terdepan untuk mewujudkan ini dan jangan anggap ini hanya meme main-main mainan saja #kami telah sedang bergerak. Republik Andalas Raya Sumatra menuntut referendum jika Indonesia dipimpin oleh Presiden Joko Widodo yang zholim, otoriter, penipu dan semena mena pada ulama dan rakyat. BY: Barisan Pemuda Pulau Andalas.

Sementara itu, pelaku drh. Syahrizal mengatakan tidak menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Namun, ia mengaku lulusan Universitas Gajah Mada ( UGM) Yogyakarta, ini siap menghadapinya. “Tidak menyangka saja sudah viral begini. Ini hanya iseng saja karena diskusi di grup apa itu referendum,” kata Syahrizal. (aaa)

LEAVE A REPLY