Beranda BERITA TERBARU Didukung Kementerian Kominfo, Bupati Safaruddin Wujudkan Masterplan Smart City

Didukung Kementerian Kominfo, Bupati Safaruddin Wujudkan Masterplan Smart City

26
0
BERBAGI

Limapuluh Kota -maklumatnews.net- Sehubungan dengan nota kesepahaman tentang implementasi gerakan menuju Smart City tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program Kota Cerdas yang dilaksanakan di Kantor Bupati Limapuluh Kota, Rabu (22/6).

Bimbingan Teknis Ini dibuka secara resmi oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo didampingi Forkopimda, serta dihadiri oleh Tim pembimbing selaku narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Ichwanul Muslim, Tenaga Ahli penyusun masterplan Smart City Mila Kamila dan Windy Gambeta, Asisten Tenaga Ahli Yan Marina, Kepala OPD Se Kabupaten Limapulugg Kota, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMD, Perbankan, Organisasi dan Tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Limapuluh Kota mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang telah memilih Kabupaten Limapuluh Kota sebagai salah satu dari 50 kabupaten kota se Indonesia yang mendapat pendampingan penyusunan Masterplan Smart City Untuk Kabupaten Limapuluh Kota.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Ini adalah hal yang yang membangkan dan ilmu yang sangat berharga bagi kami,” kata Bupati.

Jika menengok kepada dua bulan lalu, kata Bupati, maka sebagai wujud penghargaan atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi Dan Informasi Republik Indonesia, saat pertemuan virtual antara Direktorat Jenderal Aplikasi Dan Informatika Kementerian Komunikasi Dan Informasi dengan Kepala Daerah dari 50 Pemerintah kabupaten/kota dalam acara penandatanganan nota kesepakatan bersama implementasi gerakan menuju kota cerdas, Bupati Limapuluh Kota mengikuti secara daring langsung di gedung Kementerian Komunikasi Dan Informatika di Jakarta.

“Selesai penandatanganan naskah kesepakatan bersama di hadapan Menteri Komunikasi Dan Informatika Bapak Johnny G Plate, kami juga melakukan dialog bersama Direktur Jenderal Aplikasi Dan Informatika Bapak Samuel Abrijani Pangarepan di ruang kerjanya. Kami merasa perlu menyampaikan hal ini, karena tiada lain hal ini mengisyaratkan bahwa implementasi kota cerdas (smart city) melalui teknologi komunikasi dan informasi merupakan kebutuhan bagi Kabupaten Limapuluh Kota dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Dt. Safar.

Politikus Golkar itu juga menerangkan, saat ini adalah era yang berubah dangan sangat cepat, terutama dalam pola interaksi dan komunikasi antar masyarakat, terjadinya perubahan kebutuhan warga dan aktualisasi warga di tengah masyarakat. Semua boleh dikatakan tidak sama lagi dengan era sebelumnya. Sehingga, dalam situasi seperti sekarang suka atau tidak suka, mau atau tidak mau semua pihak mesti bisa menyesuaikan serta beradaptasi dengan perubahan yang dinamis dan terus berlangsung ini.

“kita sama-sama mengetahui pada dasarnya perubahan ini dipicu oleh kemajuan yang pesat di sisi teknologi komunikasi dan informasi. Pertanyaannya sekarang di tengah arus perubahan yang kuat itu, apakah kita mampu memaksimalkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sembari menekan sekecil mungkin ekses yang tidak elok akibat kemajuan zaman,” ulasnya.

Untuk menjawab hal ini, Safaruddin berpendapat gerakan implementasi kota cerdas (smart city) yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia adalah fondasi bagi Limapuluh Kota untuk bagaimana mengambil sebanyak-banyaknya manfaat positif dari lajunya perkembangan teknologi komunikasi informasi.

“Jika kita berpedoman bahwasanya kota cerdas (smart city) adalah konsep tata kelola kota yang disusun secara cerdas dan inovatif untuk menyelesaikan setiap persoalan atau masalah yang dihadapi, melalui pengelolaan sumberdaya yang ada dan diwujudkan dalam strategi penyelesaian masalah, peningkatan kualitas pelayanan publik dan penciptaan situasi dan kondisi kota yang sejahtera nyaman,” tuturnya.

Sehingga, kata Bupati, jika dihubungkan dengan
pelaksanaan misi Kabupaten Limapuluh Kota pada RPJMD tahun 2021-2026 yang dielaborasi menjadi 4 (empat) program prioritas yakni peningkatan infrastruktur ibukota kabupaten Sarilamak, peningkatan infrastruktur jalan, pertanian, dan mendorong tumbuh dan berkembangnya sektor kepariwisataan adalah sangat dibutuhkan inovasi-inovasi dari ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup warga Limapuluh Kota.

“Inovasi-inovasi yang ditandai dengan terpenuhinya 6 (enam) pilar penunjang kota cerdas (smart city) antara lain, smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment,” tukuknya.

Dijelaskan mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat itu, pembangunan kota cerdas (smart city) melalui perwujudan keenam pilar kota tentu akan berlanjut kepada pengembangan lainnya yang terarah kepada kawasan-kawasan prioritas daerah nantinya seperti kawasan wisata prioritas dan nagari/ pedesaaan. Seperti destinasi Kampuang Wisata Sarugo (Kampuang Wisata Saribu Gonjong) yang berada di Jorong Sungai Dadok Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh, berawal dari inisiatif dari dinas kominfo untuk membangun sebuah branding terkait smart city yang mengedepankan kecerdasan masyarakat sekitar dalam mengelola dan memanfaatkan alam, budaya dan pariwisata untuk dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pengelolaan smart branding Kampuang Sarugo dikukuhkan dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 70 Tahun 2020. Kampuang Sarugo pun meraiah JUARA II kategori kampuang budaya (custom village) pada Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2020. Bilamana akan dikelola lebih lanjut dengan pendekatan kota cerdas (smart city) maka keenam pilar penunjang harus menjadi dasar pengembangan potensi Kampuang Sarugo maka yang akan ke enam pilar smart city dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Smart Environtment: adalah bagaimana menyiapkan kawasan kampung wisata Kampuang Sarugo menjadi kawasan yang bersih, bebas sampah, dan tertib, tanpa meninggalkan unsur tradisionalnya;

2. Smart Economy: memastikan implementasi teknologi informasi dan komunikasi dalam proses transaksi (cashless) berlangsung di kawasan wisata Kampuang Sarugo dan pemerintah daerah sekitarnya;

3. Smart Branding: membantu pemerintah daerah pada kawasan wisata Kampuang Sarugo dalam meningkatkan kunjungan wisata;

4. Smart Government: memastikan pemerintah daerah pada kawasan wisata Kampuang Sarugo menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) secara berkualitas dalam upaya pelayanan publik yang baik;

5. Smart Society: memastikan masyarakat tujuan wisata Kampuang Sarugo dan kawasan sekitarnya memiliki kapasitas unggul dan mampu menjadi tuan rumah yang baik; dan

6. Smart Living: mendorong situasi kawasan wisata Kampuang Sarugo yang kondusif dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan, melalui penyediaan transportasi, logistik yang tentram, aman, dan ramah.

“Menyadari bahwa tidak ada aktivitas pemerintah dan masyarakat saat yang tidak terkoneksi dengan teknologi informasi dan komunikasi, maka Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berusaha dari waktu ke waktu menyempurnakan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan,” kata Bupati.

Terlebih lagi, lanjutnya, hal ini diperlukan dalam menindaklanjuti amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efisien, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

“Untuk terarahnya pengembangan sistem digitalisasi dalam pemerintahan telah disusun Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2018 Tentang Rencana Induk (Master Plan) E-Government Kabupaten Limapuluh Kota,” tandasnya.

Ditambahkan Bupati, mengingat kembali bahwa kota cerdas (smart city) adalah konsep tata kelola kota yang disusun secara cerdas dan inovatif untuk menyelesaikan setiap persoalan atau masalah yang dihadapi, melalui pengelolaan sumberdaya yang ada dan diwujudkan dalam strategi penyelesaian masalah, peningkatan kualitas pelayanan publik dan penciptaan situasi dan kondisi kota yang sejahtera nyaman.

“Serta menyadari pentingnya masterplan kota cerdas (smart city) sebagai salah bentuk perwujudan visi dan misi daerah maka kami minta kepada seluruh peserta bimbingan teknis penyusunan masterplan kota cerdas (smart city) untuk dapat berperan aktif dalam memberikan masukan, sumbang saran, ide-ide kreatif yang lebih nyata dan terukur serta realistis menggunakan teknologi informasi sesuai dengan potensi, karakteristik dan kearifan lokal daerah dengan tetap mempedomani tugas dan fungsi masing-masing, sehingga dokumen masterplan kota cerdas (smart city) Kabupaten Limapuluh Kota betul-betul dapat terwujud dan dan dapat kita implementasikan dalam setiap tingkat layanan. Kepada seluruh peserta, Dewan Smart City Kabupaten Lima Puluh Kota, Tim Pelaksana Smart City Kabupaten Lima Puluh Kota, para perwakilan wali nagari kami minta untuk terus mengikuti bimbingan teknis ini sampai selesai, mulai dari bimbingan teknis tahap I ini sampat pada bimbingan teknis tahap IV nantinya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Limapuluh Kota Eki Hari Purnama memaparkan ikhtiar untuk melengkapi infrastruktur teknologi informasi telah dirintis semenjak tahun 2019, Kabupaten Limapuluh Kota saat ini memiliki jaringan tertutup intra pemerintah, yang telah menghubungkan antar simpul jaringan sebanyak 55 titik perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Penyediaan jaringan intra pemerintah ini melalui kerja sama dengan PT Telkom Witel Sumatera Barat dengan besaran bandwidth yang tersedia sebesar 750 mbps (250 intenet global, 500 internet domistik). Guna mendukung kebutuhan masyarakat untuk pendidikan, usaha, dan kepariwisataan terhadap penyediaan jaringan internet berkualitas Kabupaten Lima Puluh Kota juga menempatkan layanan wifi gratis yang tersebar pada 15 lokasi. Sementara perangkat daerah dan lokasi strategis lainnya yang memiliki kebutuhan yang lebih besar dari pada perangkat daerah lainnya disediakan fasilitas indihome yang tersebar pada 10 lokasi,” terangnya.

Dalam hal penempatan sistem elektronik dan komponen terkait lainnya untuk keperluan penempatan, penyimpanan dan pengolahan data, dan pemulihan data, dijelaskan Eki kalau Kabupaten Limapuluh Kota juga memiliki 11 unit server untuk mendukung pembangunan dan pengembangan aplikasi government to government (g2g), government to citizen (g2c) dan government to bussines (g2b) sebanyak 20 aplikasi.

“Upaya sungguh-sungguh untuk melengkapi infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta mengitegrasikan sistem elektronik/digital dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 1503 tahun 2021, Kabupaten Limapuluh Kota dalam evaluasi SPBE pemerintah daerah memperoleh predikat baik. Besar harapan kami melalui usaha untuk terus menyempurnakan kualitas jaringan, dukungan kebijakan serta pemenuhan kebutuhan pelayanan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi, hal ini bisa menjadi tulang punggung bagi implementasi kota cerdas (smart city) di Kabupaten Limapuluh Kota,” kata Eki.

Eki mengatakan Kementerian Kominfo akan memberikan pendampingan berupa bimbingan teknis sebanyak 4 kali hingga bulan Oktober 2022 dengan menyediakan tenaga ahli untuk mendampingi dan menyusun masterplan Smart City di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kementerian Kominfo akan memberikan pendampingan berupa bimbingan teknis sebanyak 4 kali hingga bulan Oktober 2022 dengan menyediakan tenaga ahli untuk mendampingi dan menyusun masterplan Smart City di Kabupaten Limapuluh Kota yang mendapat pendampingan diwajibkan membentuk dewan Smart City, Tim pelaksana serta menyediakan sarana dan prasarana bimtek,” terang Eki.

Ditambahkannya, setelah dilakukan bimbingan teknis sebanyak 4 kali, nantinya akan dilakukan presentasi pencapaian daerah kepada Kementerian Kominfo RI.

“Setelah Bimtek selesai dilaksanakan, nantinya akan dilakukan presentasi pencapaian daerah kepada Kementerian Kominfo RI pada kegiatan Sosialisasi Gerakan menuju Smart City tahun 2022 yang direncanakan akan digelar pada bulan Oktober mendatang,” jelas Mantan Kadis Pertanian itu.

Sementara itu, tim pembimbing selaku narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Ichwanul Muslim mengatakan program smart city merupakan salah satu program dari lima langkah transformasi digital yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2020.

“Program Gerakan Menuju Smart City ini bertujuan untuk membimbing kabupaten/kota terpilih untuk merencanakan pengembangan smart city di daerah masing-masing dengan memperhitungkan potensi dan tantangan pada setiap daerah,”ujarnya

Dirinya berharap pengembangan smart city di Kabupaten Limapuluh Kota harus berbasis kearifan lokal sehingga pendekatannya tidak hanya goverment tapi governance.

“Ada kelompok bisnis, ada kelompok masyarakat sehingga tidak hanya top-down tapi bottom-up. Bersinergi antara pemerintah dengan kelompok pebisnis, kalau perlu UMKMnya dikembangkan ekonominya, lingkungan hidupnya. Kita akan mendorong potensi lokal agar tumbuh otonomi setiap daerah dengan pengembangan potensi lokal tersebut,” pungkasnya. (FS)

LEAVE A REPLY