Beranda BERITA TERBARU Dishubkominfo Bangun 13 Palang Perlintasan KA Sebidang, Petugas Penjaga Perlintasan Diberikan Pelatihan

Dishubkominfo Bangun 13 Palang Perlintasan KA Sebidang, Petugas Penjaga Perlintasan Diberikan Pelatihan

324
0
BERBAGI

PADANG-maklumatnews.net–Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) mengambil langkah cepat guna mengantisipasi kecelakaan kereta api yang sering terjadi di beberapa perlintasan kereta api tidak resmi di kota ini. Usai membangun sebanyak 13 palang perlintasan kereta api sebidang di tahun ini, kemudian aksi dilanjutkan dengan memberikan pelatihan bagi para petugas penjaga di setiap perlintasan tersebut.

Kepala Dishubkominfo Dedi Henidal membuka pelatihan yang diikuti sebanyak 26 orang itu di aula kantor setempat, Jumat (11/11) lalu. Selaku instruktur dalam pelatihan tersebut menghadirkan Manajer Prasarana PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumbar, Supriyono.

Dedi Henidal menyampaikan terima kasih kepada para petugas penjaga palang perlintasan tersebut, semoga melalui pelatihan kali ini petugas betul-betul faham akan tugas dan fungsinya demi menjaga keselamatan masyarakat terhindar dari kecelakaan yang disebabkan kereta api. Apalagi dilihat dari beberapa waktu belakangan masih adanya terjadi kecelakaan kereta api, yang disebabkan tidak hanya karena kelengahan masyarakat saja namun juga dikarenakan belum adanya sebuah palang perlintasan.

“Kita berharap, keberadaan petugas penjaga perlintasan ini akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat atau pengguna kendaraan sewaktu melintasi rel. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kecelakaan yang disebabkan kereta api di masa yang akan datang. Kami juga mengimbau, masyarakat betul-betul proaktif seperti tidak memakai handset atau mengeraskan musik saat berkendara sewaktu melintasi rel kereta api,” harapnya.

Kemudian Kepala Bidang Lalu Lintas (Kabid Lalin) Dishubkominfo, Djunardi menambahkan, terkait pembuatan palang perlintasan kereta api sebidang tersebut, pihaknya telah melakukan survei terhadap sebanyak 71 simpang atau perlintasan kereta api tidak resmi yang ada di Padang. Melalui survei tersebut,ditemukan palang perlintasan yang termasuk kategori rawan kecelakaan terdapat sebanyak 37 perlintasan.

“Pada 37 perlintasan ini, kita telah akomodasi dan membangun sebanyak 13 palang perlintasan di tahun 2016 ini dengan memakan biaya Rp 200 juta. Untuk selebihnya, Insya Allah akan kita tuntaskan melalui anggaran tahun 2017 nanti dengan dana yang sudah dianggarkan sebanyak Rp 450 Juta,” sebutnya.

Djunardi melanjutkan, untuk lokasi 13 perlintasan yang dibangun tersebut terdiri dari 8 kelurahan dari 3 kecamatan. Diantaranya di Kelurahan Batang Kabung Ganting sebanyak 3 unit, Lubuk Buaya 3 unit, Padang Sarai 2 unit, Gunung Pangilun 1 unit, Jati 1 unit, Alai Parak Kopi 1 unit, Pasie Nan Tigo 1 unit, dan Parupuk Tabing 1 unit.

“Jadi, untuk petugas di 13 palang perlintasan ini, untuk sementara kita mengharapkan bantuan swadaya masyarakat setempat
karena Pemko belum bisa menyediakannya. Kita berharap, lurah beserta perangkat masyarakat setempat dapat saling berpartisipasi dan mencarikan solusi untuk honor petugas tersebut ,” tuturnya.

Lebih lanjut Djunardi menambahkan, kali ini pihaknya memberikan pelatihan bagi 26 orang petugas di 13 palang perlintasan sebidang tersebut. Sebagaimana pada satu lintasan ada dua orang petugas yang dibagi dengan dua shift antara pagi hingga sore.

“Dalam pelatihan ini, instruktur menerangkan bagaimana tata cara petugas dalam melakukan penghentian terhadap kendaraan-kendaraan yang akan lewat sewaktu kereta api melintas. Kemudian pemberitahuan jadwal kereta api melintas di tempatnya tersebut serta pemberian hal-hal yang menyangkut dengan keselamatan dan kelancaran petugas, seperti rompi, bendera dan peluit,” tukasnya. (David)

LEAVE A REPLY