Beranda BERITA TERBARU DPRD :Pendidikan Karakter Di Kota Padang Belum Tepat Sasaran

DPRD :Pendidikan Karakter Di Kota Padang Belum Tepat Sasaran

382
0
BERBAGI
PADANG-maklumatnews.net–Pendidikan Karakter belum sepenuhnya memberikan dampak posistif bagi
prilaku anak disekolah,  hal itu sangat terlihat jelas meningkatnya
kasus tawuran dikota padang, penangkapan siswa oleh satpol pp yang
tengah asyik berkeliaran di jam sekolah serta maraknya kejahatan seksual
yang terjadi pada siswi yang dilakukan anak dibawah umur.

Menyikapihal ini,  Sekretaris Komisi IV DPRD Padang, Iswandi Muchtar  mengakui
bahwa kasus kekarsan pada anak dibawah umur serta penangkapan siswa
dijam sekolah memang meningakat ditahun 2016, namun terlepas hal itu
bukan berarti pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah pusat yang
diterapkan di setiap sekolah di daerah termasuk kota padang, tidak
memberikan dampak positif. “Sebab pendidikan untuk anak, jangan hanya
dibebani kepada pihak sekolah saja”.

Pihak sekolah hanya mengontrol dijam sekolah, dan pihak sekolah pun selalu

mengupayakan bagaimana pendidikan karakter dapat diterapkan memalui kegiatan
ektrakulikuler, akan membentuk pribadi dan prilaku anak, katanya. Jumat (6/1)

Selain itu, iswandi juga meminta kepada orang tua murid
agar juga berperan membentuk pribadi anak, sehingga pendidikan karakter
tidak hanya dibebankan kepada pihak sekolah sekolah

Sementara itu, iswandi meminta kepada pihak terkait agar melakukan pembinaan
kepada anak, katakanlah anak yany selama ini merasa terasing, nakal
dalam artian, tidak masuk di jam sekolah,  akan dibinaa melalui
pendekatan, pembinaan jambore, outbon, dengan begitu akan terbentuk
karakter anak yang baik, sebab waktunya diisi dengab hal yang bermanfaat
dan lingkungan yang sehat, ujarnya

Ditempat terpisah, anggota DPRD Padang, Dzulhardi Latif mengungkapkan

pendidikan karakter yang diterapkan disekolah memang belum tepat sasaran.
Pendidkan karakter yangditerapkan pada saat masa orientasi sekolah (MOS)
belum maksimal,  selain itu kegiatan ektrakulikuler seperti palang merah remaja (PMR),
pramuka, olahraga.
Selain itu kegiatan wirid remaja, pesantren ramadhan,  harusnya jangan hanya
sekedar menjadi kewajiban siswa semata,seharusnya dengan kegiatab
kerohanian benar-benar menyetuh kepada anak tersebut,  berbulan- bulan
dilakukannya kegiatan ini,  seharusnya ada yang berubah dari anak,  tapi
kenyataannya kegiatan ini hanya kewajiban semata,  prilaku anak tidak
ada yg berubah, ungkapnya

Hal inilah yang harusnya dievaluasi kembali untuk tahun 2017. “Ektrakulikuler jika
sungguh- sungguh diterapkan pihak sekolah akan memberikan dampak positif
dan membentuk karakter dan prilaku anak, sehingga tidak ada lagi yang
namanya,  bolos sekolah, tawuran, tindak kekerasan”katanya.

Dia berharap kepada pihak sekolah, agar mengali potensi anak melalui
kegiatan ekstrakulikuler, jadikanlah pendidikan karakter dapat mengubah
prilaku anak. Sehingga 2017 benar- benar menjadi kota pendidikan, kota
layak anak,  tidak ada lagi tercoreng oleh prilaku menyimpang siswa,
satu berbuat, semuanya tercoreng, tegasnya (mp)

LEAVE A REPLY