Beranda BERITA TERBARU DUGAAN PUNGLI DI MTsN TANJUNG MUTIARA RP 500 RIBU/SISWA BERDALIH BIAYA TRANSPORTASI...

DUGAAN PUNGLI DI MTsN TANJUNG MUTIARA RP 500 RIBU/SISWA BERDALIH BIAYA TRANSPORTASI DAN KOMITE

410
0
BERBAGI

Agam-maklumatnews.net-Gimanapun peraturan yang di terapkan pemerintah untuk tidak melakukan pungutan terhadap siswa baik di negeri maupun swasta. Peraturan tersebut tidak membuat pihak sekolah kapok, dalih pihak sekolah pungutan di sekolah adalah hasil kesepakatan komite.

Selasa 29/1/2019 Tim investigasi melakukan investigasi ke beberapa orang tua murid kelas 9 MTSN Tanjung Mutiara Kabupaten Agam.

Dari beberapa orang tua murid yang di konfirmasi mengatakan,  memang benar adanya pungutan dari sekolah Rp 500ribu/ siswa. Uang tersebut untuk biaya transportasi mengikuti UAMBN dan UNBK ke SMA 3 Lubuk Basung. Di Sago Kenagarian Manggopoh. Memungut langsung oleh oknum guru.

Pungutan tersebut sudah lumrah terjadi namun tidak pernah adanya tindakan tegas dari Kementerian Agama Kabupaten Agam. Ada apa?

Adapun rincian uang  transportasi dari Rp 500 ribu. Satu orang siswa membayar ongkos Rp 12000 x 21 hari berjumlah Rp 252.000. Sisa Rp 248.000.di kalikan jumlah Siswa sekitar 240 siswa berjumlah Rp 59.520.000 digunakan untuk apa uang tersebut? Ucap salah satu orang tua siswa yang mengaku bernama Solihin di pasar Tiku. 29/1.

Saat investigasi dengan orang tua murid yang hadir tersebut beberapa sopir angkot. Para sopir juga mengeluhkan adanya interpensi dari pihak sekolah, dengan mengakibatkan kerugian terhadap mereka para sopir angkot. Kerugiannya antara lain : mobil bus untuk mengangkut siswa ujian di sewa dari Payakumbuh konon mobil milik salah seorang guru dengan ongkos Rp 12.000/siswa.ditambah satu minibus pribadi dan satu bus angkutan Lubuk Basung Pekan Baru..ucap Saf.

Lanjut Saf kalau untuk membantu siswa mengikuti ujian dari Tiku ke SMA 3 Lubuk Basung kami para sopir angkot yang biasa mangkal bersedia  di bayar Rp 10.000/ siswa.  Seperti tahun-tahun sebelumnya, kenapa sekarang ini lansung di handle oleh pihak sekolah? Ada apa ucapnya lagi.

Ketika hal ini di konfirmasikan Tim pada kepala MTsN yang sedang berada di Kemenag Agam mengikuti rapat, Zulherman membenarkan adanya pungutan tersebut. Dari jumlah Rp 500 ribu tidak semua untuk transportasi, sebagian di ambil untuk membiayai honor teknisi, dan biaya sewa komputer juga uang Komite.

Zulherman membantah yang memungut uang tersebut oknum guru,  tetapi yang memungut uang pungutan adalah bendahara komite.

Lanjutnya, saya tidak permah ikut hadir saat rapat komite untuk memungut uang tersebut. Kehadiran saya hanya saat membuka acara rapat komite saja. Berapa jumlahnya saya tidak tahu pasti.

Sementara ketua LSM Garuda Nasional Sumbar Bj Rahmad, sangat menyayangkan pungli tersebut terjadi, apapun alasan pihak sekolah sangat tidak relefan, notabenenya MTsN tersebut statusnya Negeri. Kita menduga benar adanya dari hasil investigasi pada orang tua siswa. Pungutan seperti itu sudah lumrah dan tidak ada tindakan tegas dari Kemenag Agam. Ujarnya.

Lanjutnya Dengan adanya pemberitaan adanya pungutan liar, pada pihak terkait menindak lanjutinya. Juga para penegak hukum agar melakukan tindakkan tegas terhadap pelaku, sehingga Pungli di jajaran Kemenag pendidikan Agam bisa teratasi, proses terhadap pungutan yang terjadi di MTsN Tanjung Mutiaran dapat di jadikan efek jera terhadap sekolah yang lain. Jelas Bjr. (Z2)

 

LEAVE A REPLY