Beranda BERITA TERBARU Duplikat Sang Guru

Duplikat Sang Guru

539
0
BERBAGI

Apa yang terlintas diingatan kita bila melihat sebuah kunci? Ya, mulai dari definisi, manfaat, tujuan, urgensi dan mungkin masih banyak lagi hal lain yang berkaitan dengan sebuah kunci yang terfikirkan oleh kita. Atau mungkin juga tentang filosofinya, yaitu kesuksesan.. Sukses untuk membuka atau meraih sesuatu dengan kunci, karena sesuatu itu pasti ada kuncinya. Dan kunci yang kita gunakan untuk mendapatkan suatu tujuan itu, pastilah dengan kunci yang pas juga, sesuai ukurannya. Begitu banyak hal dan inspirasi bukan yang kita dapatkan hanya dari membayangkan, melihat atau memikirkan sebuah kunci? Kuncinya serius dan fokus hehee.. Tu kan masih nyebutin kata kunci lagi.

Namun, kunci yang awalnya satu itu tentu bisa diperbanyak agar lebih memudahkan. Misalnya, kunci rumah diduplikat sebanyak anggota keluarga, tentu hal itu akan memudahkan semua anggota keluarga. Sebab tidak saling menunggu yang pada akhirnya dapat memperlambat aktifitas. Atau misalnya kunci lemari, juga dapat diduplikat agar bisa lebih banyak. Duplikat dirasa perlu, karena terkadang benda kecil yang penting seperti kunci itu mudah hilang atau salah naruh bagi sebagian orang. Bila hal itu terjadi, masih ada kunci yang lain sebab sudah diduplikat sebelumnya. Dan ini tentulah solusi yang jitu untuk masalah yang satu ini. Kira-kira benarkah? Atau merasa, kok pikiran kita sama ya? Hehee

Sementara duplikasi itu berarti meniru seperti aslinya. Bila beda sedikit saja dari yang aslinya, maka kunci ga bisa digunakan. Itu untuk benda dan duplikasi itu diupayakan bisa lebih bagus dari yang aslinya.

Contoh hidup dari aktifitas menduplikat ini adalah aktifitas yang dilakukan oleh seorang guru. Ia yang belajar dengan keras, berjuang untuk memahami dan mendapatkan ilmu itu, dengan penuh kesabaran, keikhlasan, ketabahan dan penyerahan diri secara total, tentu ini menjadi sangat luar biasa sekali. Setelah memahami itu semua, tak cukup kalau kebaikan itu hanya dinikmati sendiri. Tentu berbagi pada sesama merupakan hal yang jauh lebih baik. Semata, itulah bentuk dari sebuah pengabdian. Sehingga sang guru pun menyalurkan semua yang telah ia dapatkan tadi untuk semua peserta didiknya dan ini disebut dengan duplikat. Sebab tujuannya ingin menjadikan peserta didiknya untuk memiliki pemahaman yang sama dengan dirinya terkait ilmu yang dimilikinya, bahkan tak jarang setelah proses pemahaman itu terjadi, bisa jadi peserta didik itu lebih jenius, lebih pintar, lebih kreatif, lebih mampu terkait ilmu yang diajarkan oleh sang guru melebihi kapasitas pemahaman yang dimiliki oleh sang guru. Singkat kata, duplikatnya lebih bagus dan lebih berkualitas dari yang aslinya. Dan ini bukan sesuatu yang mustahil. Tentunya dengan keseriusan usaha, kerja keras, kekuatan tekad dan fokus untuk memahami hal itu.

Dalam belajar menulis pun begitu, kita butuh kepada seorang guru yang benar-benar menguasai ilmu kepenulisan, paham betul Kiat dan kunci sukses untuk menjadi seorang penulis yang baik, bermanfaat dan berkualitas. Karena ilmu yang dimiliki dan yang diajarkannya itu merupakan ilmu yang penting dalam kepenulisan yang mesti dikuasai pula oleh setiap orang yang memiliki tekad dan cita-cita untuk menjadi seorang penulis. Misalnya untuk menjadi seorang penulis, kita harus menguasai 3 materi dasar kepenulisan yang harus kita rutinkan melatihnya agar kita menjadi terbiasa dan mampu merintis jalan suksesnya seorang penulis. Dan kita mesti mengikuti arahan yang diberikan, tidak boleh keluar dari sana.

Hal terpenting yang harus dimiliki oleh seseorang yang memiliki mimpi dan cita-cita besar adalah tidak mudah menyerah, harus mampu memotivasi diri agar terus bangkit untuk merealisasikan mimpi itu. Karena dalam usaha meraihnya pastinya tak luput dari berbagai godaan. Kerap kali merasa rapuh, lemah tak berdaya dan hampir – hampir merasa bahwa itu sesuatu yang mustahil. Sehingga menjadikan semangat hilang dan seolah-olah mimpi itu mustahil untuk diwujudkan. Jadi upaya memotivasi diri pada kondisi seperti ini merupakan hal yang urgen yang mesti diperhatikan. “Berjuanglah, patahkan keraguan, bangun keyakinan dan milikilah keyakinan” . (Cikgu Apu Indragiri)

Tak ada seseorang yang terlahir langsung sukses, semua butuh proses dan yakinlah akan hal itu, bahwa itu merupakan sesuatu yang akan kita lewati sebagai anak tangga menuju sukses. Tak ada penulis yang karyanya langsung best seller, mesti ada proses yang harus dilewati. Semakin rumit proses yang ia selesaikan, maka akan semakin baik pula hasilnya bagi dirinya. Bila dirasa nerbitin buku itu susah, ribet prosesnya, mahal biayanya dan lain sebagainya. Maka cukuplah print dan copy kan saja naskahnya, bawa dan Manfaatkanlah ia layaknya buku. Tentu ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi kita hingga akhirnya bukunya benar-benar terbit. Menulislah senyamannya, tuntaskan dan edit-edit masalah belakangan, masalah kemudian bila semuanya sudah tuntas dituliskan. Karena sempurna itu butuh proses. So, selamat mencoba, nikmati proses jatuh bangunnya, sukses itu akan menghampiri seiring seringnya latihan dan pembiasaan diri.

By : Mila Sari, S.Th.I
Penulis, Pendidik Generasi dan Member Akademi KreatifBy

28 Oktober 2109

LEAVE A REPLY