Beranda BERITA TERBARU Emzalmi, PPTK Merangkap Suplayer atau Main Bawah Tangan  Bisa Dikenakan Sanksi

Emzalmi, PPTK Merangkap Suplayer atau Main Bawah Tangan  Bisa Dikenakan Sanksi

325
0
BERBAGI

PADANG-maklumatnews.net-Tudingan Kasmaizal, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) merangkap suplayer material proyek trotoar, terutama paving block, kastin dan krib menuai tanggapan dari Wakil Walikota Padang, Emzalmi.

Kata Emzalmi, via telepon selulernya, Kamis (17/1), PPTK merangkap suplayer atau main bawah tangan  bisa dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan kepada PPTK, jika ada temuan atau pemeriksaan Inspektorat dan terbukti menyalahgunakan jabatan untuk menjadi suplayer material pada pekerjaan proyek di Dinas PUPR Padang.

“Tidak dibenarkan PPTK merangkap suplayer, sebab suplayer diperbolehkan pihak ketiga bukan PPTK. Jika ada PPTK menjadi suplayer, berarti bermain dibawah tangan,” kata Emzalmi seraya mengatakan, jika terbukti bisa dikenakan sanksi.

Emzalmi juga mengatakan, untuk pekerjaan swakelola PPTK merangkap suplayer, harus ada alasannya dan harus mengacu Perpres. Apalagi, proyek tender,  saat lelang rekanan ada dukungan pabrik yang diambil alih oleh PPTK. ” Ini jelas menyalahi aturan dan diminta inspektorat memeriksa PPTK yang bermain dibawah tangan,” pinta Emzalmi.

Sebelumnya diberitakan, tahun 2018, merupakan tahun keberuntungan bagi Kasmaizal, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK,) Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR,) Kota Padang. Kenapa tidak, jabatan PPTK yang diembannya, menghasilkan keuntungan ganda.

Alasannya, sebagai seorang PPTK untuk pekerjaan trotoar,  Kasmaizal juga menjadi suplayer paving block material utama pekerjaan trotoar.
Apalagi, puluhan miliyar dana APBD Kota Padang tersedot untuk pekerjaan trotoar yang berada ditengah perkotaan.

Sekedar gambaran, kata Darwin Direktur LSM ACIA, puluhan miliyar anggaran Pemko Padang tersedot untuk pekerjaan trotoar, seperi troroar Jalan Wuruk, Bundo Kandung dan Gereja bernilai Rp2 miliyar lebih.

Trotoar kawasan GOR benilai Rp2 miliyar lebih, trotoar Jalan Pattimura Rp1 miliyar lebih, trotoar jalan Veteran Rp1 miliyar lebih, trotoar Banda Olo Rp900 juta, trotoar Ujung Gurun Rp2 miliyar lebih, trotoar Jalan.Agus Salim Rp600 juta.

Trotoar jalan Belakang Olo Rp1,5 miliyar, trotoar jalan Hiligoo Rp800 juta dan beberapa lokasi lainnya.
“Material utama pada pekerjaan trotoar disamping kastin juga paving block. Berapa ton kebutuhan paving block untuk pekerjaan trotoar dibeberapa ruas jalan Kota Padang dan sebagian besar disuplay Kasmaizal,” kata Darwin.

Sebagai PPTK, Kasmaizal bisa menekan rekanan untuk membeli paving block kepadanya. Bahkan, Kasmaizal berani menghutangkan paving block dan dibayar setelah pekerjaan proyek selesai.” Kasmaizal betul betul memanfaatkan jabatannya untuk mensuplay paving block, termasuk juga mendapat fee dari jabatannya sebagai PPTK.dari rekanan,” imbuh Darwin.

Darwin bicara, bukan tanpa alasan, pengakuan beberapa rekanan, mereka mengambil.paving block dari Kasmaizal. Soalnya, paving block Kasmaizal bisa dihutang dan dibayar saat pencairan selesai pekerjaan proyek.” Meski, tak keseluruhan paving block disuplay dari Kasmaizal, tapi.bisa meringankan beban pekerjaan, sebab bisa dihutang,” kata Darwin menirukan.ucapan rekanan.

Pantas saja, kata pegiat korupsi tersebut, setiap pekerjaan trotoar yang bermasalah, terutama banyak paving block rusak dibeberapa lokasi tak ada tindak pembongkaran dari PPTK,,”Bagaimana mau membongkar, sementara paving block, dia sendiri yang mensuplay,” kata Darwin mengakhiri.

Bukan saja Darwin, beberapa rekanan juga mengakui mengambil paving block dari Kasmaizil. Jup yang mengerjakan trotoar jalan Ujung Gurun mengaku mengambil paving block dari Kasmaizal, meski sekarang masih terhutang. Begitu juga rekanan yang mengerjakan trotoar Jalan Hayam Wuruk, Jalan Bundo Kanduang, Jalan Gereja, juga mengambil paving bloc dari PPTK tersebut.

“Kami mengambil paving block dari Kasmaizal lebih kurang dari 2000. Mutu beton.paving block yang dipesan kepada Kasmaizal juga masuk,,” kata Yuski, sembari menjawab berbeda material paving block dengan.dukungan pabrik saat lelang, Kasmaizal juga mengambil dari Kumango Jantan.

Berbeda dengan Yuski, rekanan yang mengerjakan trotoar Jalan Agus Salim, mengaku kreb yang dipesan dari anggota Kasmaizal diambil di By Pass Padang, tepatnya dibelakang TVRI.” Saat memesan kreb sebanyak 20 tersebut, saya melihat lokasi kelokasi dan mutu beton sesuai dengan kontrak,” katanya.

Lagi, Kasmaizal menggunakan jurus bungkam saat dikonfirmasikan media ini. Tiga hari menunggu jawaban Kasmaizal saat pertanyaan dikirim ke WA dan SMSnya. Ditelepon juga tak diangkat. Alergi Kasmaizal  untuk konfirmasi dengan media ini, juga terjadi saat persoalannya PPTK merangkap suplayer paving block. NV(investigasi)

LEAVE A REPLY