Beranda BERITA TERBARU Enam Tahun Delapan Bulan Berkerja, Seorang Karyawan Hotel City Internasional Di Perlakukan...

Enam Tahun Delapan Bulan Berkerja, Seorang Karyawan Hotel City Internasional Di Perlakukan Semena Mena Oleh Manajemen Hotel.

404
0
BERBAGI

Medan.Maklumatnews.net. Walaupun Pemerintah telah memberikan perhatian khusus terhadap pekerja dan Buruh, sebagai contoh menetapkan tanggal 1 Mei menjadi hari libur Nasional dan juga menyelaraskan gaji atau pendapatan bagi Pekerja dan Buruh sesuai dengan Standard yang diberlakukan oleh Pemerintah dan lain lainnya.Namun tidak demikian yang dialami oleh Pekerja atau Buruh yang Bernama Andi Sutrisno yang berkerja sebagai karyawan di Hotel City Internasional ( City In ) yang berada di Jln. Palang Merah. Kecamatan Medan Petisah dan juga mempunyai cabang di Jln. Gandhi Kecamatan Medan Kota Sumatera Utara.

Perlakuan semena mena pihak menagemen Hotel City Internasional ini diketahui saat Wartawan Media Online Maklumatnews.net mendapatkan informasi dari Aris Rinaldi Nasution salah seorang pengurus yang menjabat sebagai sekretaris Umum BPP Serikat Buruh Merdeka Indonesia ( SBMI).

Saat dikomfirmasi Langsung pada hari Kamis (12/12/2019) Aris Rinaldi menyampaikan, Andi Sutrisno ini adalah salah seorang pekerja atau Karyawan di Hotel City In, dan sudah bekerja selama 6 tahun 8 bulan, bermula sebagai teknisi hotel, hingga dengan keuletan dirinya, Ia dipercaya sebagai operator maupun maintenance generator electrical (mesin genset) Hotel Citi International.

Masalah yang dihadapinya(Andi-Red) bermula dari mutasi yang tidak masuk akal dan bertetanggaan dengan hukum ketenagakerjaan. Hingga dianggap perlu oleh Aris Rinaldi Nasution Sekretaris Umum BPP Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) menolak dengan melontarkan somasi melalui Biro Bantuan Hukum (BBH) SBMI ke Perusahaan Hotel Citi International atas kesewenangan pihak manajemen hotel tersebut.

“Bagaimana tidak Andi Sutrisno yang bekerja di Hotel Citi International Palang Merah harus diperbantukan Ke perusahaan Pengolahan Logam yang memproduksi Pipa besi di seputaran Kawasan Industri Medan tahap I, Mabar. Terlebih lagi menurut Aris Rinaldi yang memprihatinkan Andi Sutrisno sudah dua bulan ini belum mendapatkan gaji dari pihak Hotel City In, dan Istri dari Andi Sutrisno ini akan segera melahirkan anak pertama mereka.”

Lebih lanjut Aris menerangkan, Bagaimana mungkin Pekerja diperbantukan/mutasi ke Perusahaan yang berbeda badan hukum dengan tempatnya bekerja ?. Meskipun Pemilik Kedua Perusahaan tersebut adalah orang yang sama, kita harus pahami bahwa secara hukum Pendaftaran perusahaan dan NPWP Perusahaan tersebut sudah berbeda, inilah letak keberatan kami”, ujarnya Aris Rinaldi Nasution yang merasa tindakan perusahaan tersebut telah menyalahi Peraturan dan Perundang-undangan Ketenagakerjaan di Negara ini.

Keberatan Pihak Pekerja ini rupanya telah sampai meja mediator Dinas Tenaga Kerja Kota Medan. Saya berharap proses mediasi dapat membuka nurani manajemen Hotel Citi International untuk patuh terhadap ketentuan peraturan dan perundang-undangan Ketenagakerjaan.

Pencarian kebenaran dalam tahapan mekanisme Perundangan Ketenagakerjaan kini sudah berbuah anjuran dari Disnaker Kota Medan. Diantaranya bahwa Perusahaan tidak dapat melakukan mutasi/memperbantukan Pekerja Andi di Pabrik yang memproduksi Pipa di kawasan KIM 1 Medan.Hal tersebut dilarang karena manajemen Hotel Citi International dan Pabrik Pipa tersebut, memiliki badan hukum yang berbeda.

Jika perusahaan tetap bersikeras tidak ingin memperkerjakan Andi Sutrisno di Hotel Citi International, sesuai ketentuan perusahaan harus membayar kewajiban berupa pesangon terhadap Andi, mengenai menyambung bekerja di pabrik pipa, itu juga harus dengan persetujuan Andi selaku Pekerja.

Keganjilan juga terlihat jelas dengan dihapusnya data Andi pada mesin absensi sidik jari Hotel Citi International yang berada di Jalan Palang Merah, datanya dihapus dan tidak dapat melakukan absensi seperti biasa. Sementara rekan-rekan sekerjanya tidak mendapat perlakuan yang dinilai intimidatif tersebut.” Pungkas Aris menyampaikan”

Di tempat terpisah saat dikonfimasi Andi Sutrisno hanya berharap perhatian Pemerintah dan Instansi terkait agar kiranya dapat untuk membantu dan menyelesaikan permasalahan dan tindakan semena mena yang ia terima dari tempat ia berkerja dengan bijak dan adil sehingga walaupun saya sebagai rakyat kecil juga dapat merasakan perlakuan yang adil terhadap diri saya, uang saya tidak punya kemana saya mau mengadu??? “Ucap Andi dengan sedih.”

Penulis : Wira

Editor.  : Redaksi

LEAVE A REPLY