Beranda BERITA TERBARU Erwin Yunaz : Pemimpin Harus Melahirkan Karya Sebagai Persembahan Kepada Negeri

Erwin Yunaz : Pemimpin Harus Melahirkan Karya Sebagai Persembahan Kepada Negeri

42
0
BERBAGI

Payakumbuh -maklumatnews.net- Dinilai sebagai entrepreneur sukses dan mampu memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Erwin Yunaz menjadi pembicara dalam Program Manajemen Praktis with lskandar Z. Lubis yang digelar di Basko Hotel Padang, Kamis (23/9).

Program ini hadir setiap hari Kamis, di pekan ke 2 -3-4 setiap bulannya di Radio Classy 103.4 FM Padang, jam 07.00 – 08.00 WIB dan rerun 19.00 -20.00 WIB. Lalu juga diupload ke channel youtube Classy FM Padang.

Dari video youtube UMKM Randang Naik Kelas Bagian 1 berdurasi 15 menit 22 detik yang diupload Sabtu (25/9) tersebut, media menangkap pembicaraan Erwin Yunaz berbagi seputar bagaimana strateginya menjadikan Randang semakin mendunia dengan memberdayakan UMKM yang ada di Kota Payakumbuh, dengan meningkatnya jumlah ekspor Randang secara internasional.

Iskandar Z Lubis menyampaikan dengan berbekal latar belakang enterpreneur, dirinya bangga bisa mengobrol dengan Erwin Yunaz. Hal menarik bagi Iskandar adalah ada buku The City of Randang serta pertanyaan kepada Erwin Yunaz seputar produsen Randang yang naik kelas betingkat, bahkan bisa mengekspor Randang berton-ton.

“Enterpreneur jadi pejabat itu sangat keren, saya kagum dengan Erwin Yunaz, berharap kerennya tentu bukan buat Payakumbuh saja, tetapi untuk Sumatera Barat dan Indonesia,” kata Iskandar.

Kemudian, Erwin Yunaz yang saat ini menjabat sebagai Wakil Wali Kota Payakumbuh memaparkan kalau nantinya Kota Payakumbuh bakal menjadi miniaturnya Sumatera Barat dalam urusan kuliner.

Dijelaskan Erwin kalau keberadaan kepala daerah, yang memberikan kontribusi selama 5 tahun waktu masa jabatan harus memiliki legacy, artinya punya hal khusus yang bisa dikenang oleh banyak orang.

Di saat Erwin diangkat sebagai wakil wali kota, peluang itu dilakukannya dengan berbagi ilmu bersama pelaku UMKM, tentunya dengan berbekal ilmu enterpreneurnya, dia menggali potensi yang akan dikembangkan di Payakumbuh, inilah nanti legacy yang dimaksud oleh sang maestro Randang itu.

“Payakumbuh adalah kota kuliner, tetapi tidak ada yang spesifik, maksudnya disini tidak ada makanan yang khusus untuk sektor bisnis besar. Sementara tantangan dunia bisnis saat ini adalah bagaimana kita berpikir how to sell dan how to promote,” kata Erwin.

Erwin juga menjelaskan Kota Payakumbuh tidak punya pertambangan dan industri yang menonjol, hanya ada industri perut alias industri kulinernya. Erwin memberdayakan cara mengolah potensi ini agar bisa lebih menarik lagi.

“Payakumbuh dulu memang terkenal dengan batiahnya, kalau ditelusuri lagi produknya tidak populer. Tetapi kita akui itu tetap menjadi produk orang terdahulu dengan menjadi salahsatu sebutan nama lain bagi Kota Payakumbuh,” kata Erwin.

Menurut Erwin tentu dilakukan analisa dan kajian apakah branding ini akan dilanjutkan. Tetapi menurut Erwin akan lebih cocok dan bernilai bisnis tinggi jika branding dilakukan kepada produk yang menjadi rebutan, bahkan rebutan nasional hingga internasional yakni Randang. Randang sudah ditetapkan sebagai makanan terlezat di dunia.

“Buktinya kita rebutan klaim dengan Malaysia, mereka mengusulkan kepada UNESCO agar Randang ditetapkan sebagai kekayaan intelektual mereka. Sementara saat itu disini orang bereaksi saja tanpa aksi, tidak ada gerakan dari Pemprov Sumbar dan daerah lain. Maka kita di Payakumbuh bergerak cepat dengan menjadikan Randang sebagai branding kota,” kata Erwin.

Erwin memaparkan, jika melihat flashback kembali saat awal dia menjabat wakil wali kota, Erwin menyaksikan kondisi sebenarnya dari UMKM, apa yang telah dilakukan, bagaimana kondisi realnya, dan apa yang sudah pemerintah lakukan dan bagaimana pembinaannya. Ternyata Pemerintah Kota Payakumbuh sudah membuat konsep one village one product.

“Sudah ada dalam visi pemerintah kota sejak 2013. Hanya saja implementasi untuk menjalankan konsepnya lagi yang belum, dan itu yang paling penting. Kalau ini dilakukan dan dasarnya sudah ada, kita tinggal menelusuri lagi informasi yang disatukan untuk ditindaklanjuti,” kata Erwin.

Di perjalanan waktu menjabat, Erwin kemudian melakukan berbagai pemaparan kepada para pelaku UMKM. Kalau mereka mau bersaing, maka butuh persyaratan banyak, selama ini support pemerintah terlihat hanya sedikit-sedikit, sementara kalau begitu tentu UMKM akan lambat untuk naik kelas.

“Industrialialisasi ini diwujudkan dalam sentra industri, dengan itu kita bisa menjustify kebutuhan UMKM yang sesungguhnya, contohnya izin edar, dapur yang layak sesuai standar, kemasan yang siap bersaing. Kita lakukan pengelompokan permasalahan dan diwujudkan dalam industri,” kata Erwin.

Bentuk dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh mencakup urusan promosi, pasar, permodalan, dan legalitasnya dengan dibimbing oleh Pemko Payakumbuh, tinggal para pelaku UMKM berproduksi.

“Syarat industri kita sudah melengkapi, produk Randangpun telusur produknya sudah ada sampai ke sumber bahan baku,” pungkas Erwin. (FS)

LEAVE A REPLY