Beranda BERITA TERBARU Fly Over, serta Stasiun dan Terminal Bukit Putus” 2017 Teralisasi

Fly Over, serta Stasiun dan Terminal Bukit Putus” 2017 Teralisasi

969
0
BERBAGI

PADANG-MaklumatNews.net
Regulasi kewenangan, dalam farian undang undang, bukan menjadi suatu masalah untuk realisasi asfek pembangunan di kota padang, “Terkait realisasi dari bentuk perencanaan Pemerintah kota, tentang berbagai program pembangunan mega proyek, Pemerintah kota, sudah eksyen, dan sekarang tinggal propinsi, untuk bagaimana bisa merealisasikan program tersebut.

lo

Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo, Kota Padang.H.Deni Henidal, melalui kepala bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan kota Padang Ir.Jovi Satrios, terkait realisasi pembangunan beberapa Fly Over di kota Padang, menurut nya, ada dua fersi, awalnya ini pada rencana induk, inventarisasi Kepala Dinas yang lama, dan proses berlanjut, maka kawasan bukit putus ini, anggaplah sebagai terminal terpadu, dan dia konek antara AKDP dengan Kereta Api, makanya dengan persiapan dokumen ini, pihaknya tetap berkoordinasi dengan PT.KAI,

Dalam setiap tahapan perencanaan, walaupun PT.KAI menyampaikan untuk saat perencanaan berskala besar, belum teralisasi, dengan target penumpang, namun dengan perkembangan jaman, peningkatan beragam angkutan, ada kemungkinan ini akan di jadikan sebagai stasiun kereta Api, dan di padukan dengan terminal Type B.

jem

Makanya pada konsep disine rancangan ini, dibawah itu kereta api, dan di atasnya terminal Type B tadi, yang diakomodir menjadi perlintasan tidak sebidang, Fly Over dan jika semuanya berjalan kedua terminal atas bawah ini, maka kewenangan nya akan beralih menjadi kewenangan pusat” tapi kalau type b saja, maka cukup kewenangan propinsi, jelas Jovi”

Hasil koordinasi kami dengan propinsi, menurut Jovi, tentang apa yang akan kami persiapkan, atau seperti apa bentuknya, itu lah yang mungkin akan di evaluasi nantinya, untuk eksekusi fisiknya, kita jelaskan, bahwa padang saat ini, sangat butuh Terminal”, untuk melayani penumpang angkutan umum, propinsi dan segala bentuk informalnya, ya melalui rapat rapat dengan seluruh pihak terkait,

Untuk DED pembangunan proyek ini, hanya untuk bangunan terminal dan stasiun, tidak termasuk flyover, itu menghabiskan sekitar Rp 80 Miliar, karena di perencanaan itu, tidak mengakomodir untuk flyover, tapi jika termasuk flyover, khusus untuk terminal Anak Air, menurut Jovi” pada saat MOU P3D Pemerintah kota dan Kementrian telah selesai.

dis

Terkait MOU penyerahan aset, lanjut Jovi, jadi aset yang di Anak Air tersebut 2,7 Ha,beralih ke pusat sisanya tetap punya Padang, kan ada 4,5 Ha, karena kita akan bangun gedung pengujian di situ, fasilitas lain, atau Area komersil, dan ini diharapkan akan terealisasi fisiknya tahun 2017 ini, dan kewenangan, pengoperasian, sepenuhnya menjadi kewenangan pusat” jelasnya”

Khusus pembiayaan untuk pembangunan terminal Anak Air ini, pada tahun 2012, hitungan perencanaan kita, itu akan menghabiskan biaya Rp.48 Miliar, itu di luar pembebasan, karena sektor pembebasan tanah yang masih di anggap kendala, dan sekarang pun pusat, tengah mempersiapkan disine nya” DED, merefiew DED yang kita siapkan, karena ini APBN, mungkin ada standar baru yang di persiapkan, mereka merefiew tahun ini, yang pertama adalah DED untuk terminal sendiri, yang kedua, rencana induk terminal. atau penataan kawasan, ungkap Jovi”

Terkait keinginan Walikota sendiri, menurutnya, beliau pernah mengatakan, “saya tidak peduli, apakah ini kewenangan pusat, atau kewenangan daerah, saya hanya mau, bagaimana masyarakat saya bisa menikmati fasilitas angkutan umum, punya terminal, sehingga mereka dapat terlayani dengan baik.

Ditambahkanya, biarkan saja ini menjadi kewenangan pusat, yang penting warga kota padang dapat menikmati segala bentuk fasilitasnya, hanya saja perubahan proses hibah ini terjadi, akibat adanya regulasi dari perundang undangan, makanya kita nyata nyata menyerahkan semua ini, karena semua nya telah di atur dalam perundang undangan yang berlaku” papar Jovi,,(Gus)

LEAVE A REPLY