Beranda BERITA TERBARU Hadiah API Awards 2020 Diserahkan Bupati Safaruddin Ke Kampung Sarugo

Hadiah API Awards 2020 Diserahkan Bupati Safaruddin Ke Kampung Sarugo

8574
0
BERBAGI

Limapuluh Kota -maklumatnews.net- Kampuang Sarugo dimaksimalkan menjadi Kampung Adat pada 2019 lalu bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar). Perjuangan bersama kepada Kampuang Wisata Saribu Gonjong (Sarugo) yang ikut dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 membuahkan hasil dengan diraihnya Juara Dua Kategori Kampung Adat Terpopuler se Indonesia.

Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo di Inaya Bay Komodo Hotel, Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 20 Mei 2021 lalu.

Penyerahan hadiah trofi dan piagam API 2020 kepada Kampuang Sarugo dilangsungkan sekaligus dengan pengukuhan 12 pengurus kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Se Kecamatan Gunuang Omeh oleh Bupati Safaruddin. Turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Wendi Chandra, Anggota DPRD Khairul Apit, Ketua TP-PKK Nevi Safaruddin, Rektor UM Sumbar Riki Saputra, Kadisparpora Nengsih, dan tokoh masyarakat setempat di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Selasa (1/6).

Tokoh masyarakat Kampuang Sarugo Nur Dt. Siri menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Bupati, DPRD, dan Rektor UM Sumbar yang telah membimbing dan memperjuangkan sehingga meraih juara dua dalam API 2020. Dirinya berharap supaya kedepan terus lebih memperhatikan dan ekstra membimbing.

“Bagaimanapun pencapaian hari ini tidak lepas dari peran semua pihak. Sesuai pepatah, bukanlah memperoleh kemenangan, suatu perjuangan yang lebih berat adalah mempertahankannya. Kepada masyarakat kami sampaikan ucapan terimakasih atas jerih payah, moral, materil, bahkan waktu yang diluangkan demi tercapainya prestasi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Khairul Apit menyebut dirinya larut dalam keharuan, dengan dapat melihat hasil jerih payah seluruh komponen yang telah mengangkat potensi yang dimiliki daerah. Apalagi tanggung jawab tak kenal lelah dari UMSB, pengabdian Rektor dan jajaran sehingga banyak kemajuan terlihat, bahkan UMKMpun bertumbuh pesat.

“Saya berjanji dengan pelaku UMKM, oleh-oleh kunjungan kerja kami nanti yang kami bawa adalah dari Kampung Sarugo, Pokdarwis binaan Universitas Muhammadiyah Sumbar. Kami memberikan apresiasi kepada Pokdarwis untuk aktif lagi, Insyaallah pada 2022 nanti kita akan anggarkan studi banding ke berbagai daerah,” ujarnya.

Khailrul Apit menyebut banyak potensi yang bisa digali di Koto Tinggi, dan akses menuju destinasi perlu dikejar, agar orang-orang datang berkunjung tak bosan mengulang kunjungannya ke nagari yang terkenal dengan Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo)nya ini.

“Kita adalah sentral penanaman komoditi Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo), saat ini daerah lain banyak mengikuti jejak kita, jangan sampai kalah saing dengan daerah lain,” ujarnya.

Khairul Apit juga menjelaskan saat ini perkebunan jeruk di Gunuang Omeh terserang hama. Dirinya meminta agar bupati bisa menugaskan OPD terkait turun ke lapangan mengatasi keluhan petani jeruk.

Rektor UM Sumbar Riki Saputra menyampaikan sudah 3 kali ke Kampuang Sarugo. Diakuinya, semakin sering kesini, jiwa spiritualitas UM Sumbar semakin dekat dengan masyarakat. Dirinya menyebut capaian ini prestisius, sangat berharga.

“Dasar di awal kenapa Kampuang Sarugo meraih juara dua, berangkat dari kesadaran menghargai proses. Di luar dugaan, kebanggaan dalam ketahanan merawat satu kekeluargaan. Mulai dari Pemkab, UMSB, legislatif, khususnya masyarakat Gunuang Omeh sendiri,” ujarnya.

Riki menambahkan inilah potensi besar, sampai Kampuang Sarugo mendapat kepercayaan oleh pemerintah dan masyarakat secara luas. Ada tantangan bagaimana merawat ketahanan dari rasa kekeluargaan, yang harus selalu ditingkatkan.

“Jangan biarkan masyarakat sendiri. Kedepan banyak hal yang masih ingin kita lakukan pengembangan disini. Kita bertahan menghargai setiap proses, mengembangkan Kampung Sarugo sebagai tujuan destinasi wisata,” ungkapnya.

Menurut Riki, sebagai lembaga pendidikan ini adalah kewajiban, tidak dimintapun UM Sumbar tetap terus bersama-sama warga Gunuang Omeh, karena ada keluarga besar yang harus dirawat. Bentuk konkrit dari lembaga pendidikan yang tak hanya menyampaikan ilmu hanya dalam ruang kelas saja. Teori yang didapatkan lalu diwujudkan dan dirasakan masyarakat, melalui Fakultas Pariwisata.

“Wakil Rektor III Mochammad Abdi menjadi top leader, berhasil menggabungkan kekuatan dari berbagai unsur sehingga berbuah prestasi yang diraih seperti ini,” kata Riki.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin menyampaikan apresiasi kepada UM Sumbar yang telah berhasil menyatukan, menjadikan Kampuang Sarugo menjadi potensi daerah, provinsi, bahkan potensi nasional.

“Bupati yang diundang langsung menjemput ke NTT. Setelah menerima penghargaan ini, Bupati kembali diundang Menparekraf dalam Apresiasi Kreasi Indonesia. Kampuang Sarugo telah tercatat di nasional dan semoga menjadi unggulan pariwisata kita,” kata Bupati.

Bupati akan mengambil langkah memperjuangkan bagaimana Kampuang Sarugo menjadi terkenal, dan memperbaiki sarana dan prasarana yang butuh perbaikan. Menurutnya ini menjadi tanggung jawab Bupati kedepan, bagaimana kekurangan disempurnakan, jalur transportasi dan sarana dan prasarana pendukungnya ditingkatkan.

“Kolaborasi pemda, legislatif dan masyarakat. 79 wali nagari punya inovasi punya mimpi menjadikan nagarinya baik dan wali nagari harus berkompetisi sehat. Lakukan sinergitas antara bamus dengan tokoh nagari, jangan bereuforia dalam kemenangan dan trofi dibawa tidur sementara nagari didiamkan. Kita hidupkan kekompakan masyarakat,” ungkapnya diselingi tepuk tangan hadirin.

Bupati juga menginformasikan kalau ikan dewa (ikan gariang) di Pandam Gadang adalah kualitas ekspor akan dikunjungi kementerian kelautan dan perikanan karena ada rencana membangun kantor balai riset.

“Jangan ada yang meracun ikan, jadikan sumber air ini terawat, biarkan ikan hidup di alamnya. Ikan lokal akan dikembangkan kembali. Kementerian akan meneliti ikan-ikan yang ada di Limapuluh Kota. APBD membangun daerah tidak cukup, kita jemput bola supaya APBN dapat membantu kita membangun,” kata pria yang akrab disapa Datuak Safar itu. (FS)

LEAVE A REPLY