Beranda BERITA TERBARU Istri Pemimpin Taliban: Perkawinan Anak Cegah Hancurnya Moral

Istri Pemimpin Taliban: Perkawinan Anak Cegah Hancurnya Moral

431
0
BERBAGI
Afghan women wait to cast their ballots at a polling station in Mazar-i-Sharif April 5, 2014. Voting began on Saturday in Afghanistan's presidential election, which will mark the first democratic transfer of power since the country was tipped into chaos by the fall of the hardline Islamist Taliban regime in 2001.REUTERS/Zohra Bensemra (AFGHANISTAN - Tags: POLITICS ELECTIONS) - RTR3K0YA
ISLAMABAD-maklumatnews.net–Kelompok Taliban untuk pertama kalinya menerbitkan majalah khusus perempuan di Pakistan. Majalah itu memuat pembenaran perkawinan anak dengan dalih mencegah hancurnya moral.

Majalah bernama “Sunnata Khawla” terbit pada hari Selasa lalu. Majalah tersebut bertujuan untuk meyakinkan para perempuan untuk bergabung dengan kelompok Taliban dalam mengejar apa yang mereka sebut sebagai “jihad”.

Sampul majalah menampilkan perempuan yang mengenakan burqa, busana tradisional yang menutupi seluruh tubuh termasuk wajah.

Perkawinan anak menjadi isu pertama yang diangkat majalah dengan menampilkan wawancara istri pemimpin Taliban yang ditulis dalam kondisi anonim.
Dalam wawancara, istri pemimpin Taliban itu mengaku dinikahi saat usianya baru 14 tahun.

“Saya bertanya kepada Anda, mengapa semua hiruk pikuk di mana-mana tentang perkawinan anak-anak. Kita perlu memahami bahwa jika kita meninggalkan anak laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa tanpa menikah untuk waktu yang lama, mereka mungkin menjadi sumber penghancuran moral di masyarakat,” katanya.

Editorial majalah tersebut secara terbuka menyerukan kepada para perempuan muslim untuk bergabung dengan mereka. ”Kami ingin mendesak wanita muslim untuk maju dan bergabung dalam garis pertempuran kami,” bunyi editorial majalah tersebut, seperti dikutip dari AFP, Kamis (3/8/2017).

Publikasi majalah itu tersedia dalam teks berbahasa Urdu dan Inggris. Taliban menawarkan cetakan dalam bahasa ganda dengan harapan memiliki lebih banyak anggota baru untuk bergabung dengan pasukan mereka.

Versi bahasa Inggris menampilkan sebuah artikel dari seorang dokter Pakistan yang berjudul “My Journey from Ignorance to Awareness”. Dalam artikelnya, dia menyoroti keputusannya untuk menolak pendidikan Barat dan memilih mengadopsi perspektif ekstremis.

Taliban sebelumnya telah aktif di media sosial Facebook dan Twitter, sampai akhirnya akun halaman media sosial mereka ditutup.

sindonews
(mas)

LEAVE A REPLY