Beranda BERITA TERBARU Jokowi Kalah di Sumbar, Puluhan Triliyun Dana APBN Tetap Digelontorkan

Jokowi Kalah di Sumbar, Puluhan Triliyun Dana APBN Tetap Digelontorkan

424
0
BERBAGI

Oleh : Novri Hendri, S.Sos
Wartawan Utama

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu, Jokowi kalah di Sumbar. Kekalahan mantan Gubernur DKI tersebut tak berpengaruh pada pembangunan infrastruktur di daerah yang dominan memilih Prabowo. Triliyunan dana tetap digelontorkan untuk pembangunan daerah yang dipimpin kader PKS, Irwan Prayitno. Terbukti, sejak tahun 2014 – 2018, Sumbar dimanjakan puluhan triliyunan dana APBN.

Kekalahan Jokowi, kembali terjadi pada Pilpres 2019 di Sumbar. Bahkan, kekalahan tersebut sangat signifikan mencapai 87 persen. Wajar saja, timbul pertanyaan, apakah Jokowi kembali mengelontorkan dana APBN pasca dua kali kekalahan tersebut. Keraguan pun muncul, seiring viralnya diberbagai media online dan cetak, Jangan Anak Tirikan Sumbar. Begitulah makna berita yang viral, meski sudah diklarifikasi terkait berita viral tersebut.

Tak tanggung tanggung triliyunan dana digelontorkan, berulang kali kunjungan dilakukan. Sepertinya, Jokowi tak terpengaruh dengan kekalahannya di Sumbar tahun 2014. Pembangunan infrastruktur di Sumbar, makin berjalan kencang. Sebagai seorang Presiden Jokowi, tetap melakukan pemerataan pembangunan, tanpa diskriminasi, terutama daerah yang minim memilihnya.

Tahun 2014 sampai 2018. Triluyan dana sudah digelontorkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumbar. Dana APBN, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Dirjen Cipta Karya, Dirjen Bina Marga dan Dirjen SDA, mencapai triluynan pertahunnya. Alhasil, pembangunan infrastruktur bergerak kencang dan berpengaruh, makin menggeliat perekonomian masyarakat Sumbar.

Bukti triliyunan dana APBN tahun 2014 – 2018 digelontorkan untuk memanjakan pembangunan di Ranah Minang ini, sudah dikerjakan Kementerian PUPR dan merubah wajah Sumbar yang semakin mancilak.
Dana Kementerian PUPT triiyunan tersebut disalurkan, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman, Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan, Satuan Kerja Penataan Bangunan Lingkungan, Satuan Kerja Pengenbangan Perumahan dan Satuan Kerja Pengembangan Sistim Air Minum.

Rincian trliyunan dana APBN mempercepat infrastruktur Sumbar. Untuk Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, pelebaran sembilan ruas jalan nasional program Winrip Rp1,4 triliyun. Pembangunan jalan baru Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh sepanjang 40,8 Km Rp217 miliyar. Pembangunan jalan Trans Mentawai Rp200 miliyar. Pembangunan jembatan Sungai Dareh Dharmasraya Rp91 miliyar. Pelebaran jalan Lubuk Selasih – Alahan Panjang Rp35 miliyar. Pembangunan jalan Padang By Pass Capacity Building 27 Km Rp1,2 trililiyun.

Selanjutanya disalurkan melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V, pembangunan Irigasi Batang Anai 1 dan 2 Kabupaten Padang Pariaman Rp259 miliyar. Pembangunan irigasi Sawah Laweh Tarusan Pesisir Selatan Rp107 miliyar. Pembangunan irigasi Batang Sinamar Kabupaten Tanah Datar Rp74,9 miliyar. Pembangunan irigasi Batang Bayang Pasaman Barat Rp260 miliyar. Pembangunan irigasi Ampiang Parak Pesisir Selatan. Pembangunan irigasi Batang Antokan Kabupaten Agam Rp54 miliyar.

Pembangunan irigasi Batang Hari Rp31,5 miliyar. Pengendalian banjir Batang Agam Kota Payakumbuh Rp168 miliyar. Pengendalian banjir Batang Lenbang Kota Solok Rp9,8 miliyar. Pengendalian banjir Batang Kuranji Kota Padang Rp238 miliyar. Pengendalian banjir Batang Bangko Rp114 miliyar. Pembangunan embung Bulakan Payakumbuh Rp3 miliyar. Pembangunan Embung Tambuo Bukittinggi Rp9,5 miliyar. Program padat karya tunai 2018 Rp33 miliyar.

Sedangkan Dirjen Cipta Karya juga keciprat dana triliyunan rupiah. Dana sebesar itu, digunakan untuk Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman, penataan kawasan kumuh Batang Arau Rp25 miliyar. Satuan Kerja Penyehatan Sistim Lingkungan, pembangunan instalasi lumpur Tinja Agam dan perbaikan Tempat Pembuangan Akhir Payakumbuh.
Satuan Kerja Penata Bangunan Lingkungan, pembangunan Pasar Atas Bukittinggi Rp354 miliyar. Pembangunan kawasan Seribu Rumah Gadang Rp110 miliyar. Penataan Mesjid Raya Sumbar Rp40 miliyar.

Satuan Kerja Pengembangan Perumahan, Rusun Ponpes Prof. Dr. Hamka Padang Rp8,7 miliyar. Rusun Sentra Tenub Batik Tanah Datar Rp9,8 miliyar. Asrama MTI Candung Agam Rp2 miliyar. Rusun mahasiswa ISI Padang Panjang Rp13 miliyar. Rusun mahasiswa Unand Rp22,1 miliyar. Bantuan simultan Perumahan Swadaya Rp97,5 miliyar. Satuan Kerja Pengembangan Sistim Penyediaan Air Minum, pembangunan SPAM Kota Payakumbuh Rp20,5 miliyar. Hibah Air Minum PDAM Padang 2018 Rp13,5 miliyar. SPAM Kota Padang Rp34 miliyar.

Tahun politik 2019, Jokowi ikut bertarung Pilpres, juga menggelontorkan dana puluhan triliyun. Dana APBN tersebut dimanfaatkan untuk, pembangunan Pasar Kota Pariaman Rp120 miliyar. Pembangunan tol Padang Pariaman – Pekanbaru Rp78 triliyun. Penataan kawasan permukiman kumuh Seberang Padang – Seberang Palinggam Rp18 miliyar. Pembangunan jalan Alahan Panjang – Batas Jambi Rp180 miliyar. Pembangunan jalan Tapan – Batas Bengkulu Rp376 miliyar. Padat Karya Tunai untuk 350 lokasi 19 Kabupaten Kota Rp101 miliyar.

Tentu timbul pertanyaan, apakah dengan kalahnya Jokowi di Sumbar dan hanya memperoleh suara 13 %, meski di dukung kepala daerah, akan berpengaruh terhadap infrastruktur Sumbar yang sebelumnya telah digelontorkan puluhan triliyun.
Sebagai negarawan, Jokowi tak menyimpan rasa dendam. Terbukti, kalah di Pilpres 2014, malah Jokowi makin memperhatikan Sumbar, termasuk melakukan kunjungan beberapa kali.

Dan, istilah anak tiri, diyakini tak dilakukan oleh Jokowi. Sebab, Sumbar menyimpan potensi besar, baik Sumber Daya Manusianya, maupun Sumber Daya Alamnya. Jatah Menteri, dipastikan juga tak lari dari Putra Putri terbaik Ranah Minang ini. Pilpres tak akan menyisakan dendam, hanya pesta demokrasi memilih pemimpin di negeri ini.(***)

LEAVE A REPLY