Beranda BERITA TERBARU KASUS PENGURUSAKAN DAN PENGANIAYAAN YANG DILAPORKAN ZAINAL KE POLRES PESISIR SELATAN ...

KASUS PENGURUSAKAN DAN PENGANIAYAAN YANG DILAPORKAN ZAINAL KE POLRES PESISIR SELATAN MASIH DALAM PENYIDIKAN

682
0
BERBAGI

Painan,-MaklumatNews.Net

Kasus pengurusakan dan penganiayaan yang dilaporkan Zainal tanggal 17 Oktober 2016 ke SPKT-III Polres Pesisir Selatan, hari Senin tanggal 17 Oktober 2016 sekira pukul 19.00 Wib TKP Toko Limau Asam Ken. Pasar Baru Kec. Bayang Kab. Pesisir Selatan.

Terlapor “N” Pgl Naf dan kawan-kawan U : 45 tahun S. Caniago Minang P. Pedagang, A. Lubuk Anau Ken. Pasar Baru Kec. Bayang Kab. Pesisir Selatan.

maw1
Lokasi Tanah yang dimenangkan Kaum Mawir

Surat tanda terima laporan Polisi Nomor : STTLP/291/B/X/2016/SPKT-III/Pessel dibuat Banit SPKT III Brigadir Satu Polisi Victor Octavianto, Rabu tanggal 30 November 2016 Pemimpin Redaksi Maklumat News Hendrizon, SH didampingi Kordinator Sumbar Mahyudin. AR serta Mawir Mamak Kepala Suku Chaniago di Lalang Toko Limau Asam, Kenagarian Asam Kamba Kecamatan Bayang (adalah Mamak Zainal Pelapor).

Pergi ke Painan mengkonfirmasikan menemui Kapolres Painan melapor dipenjagaan diterima Ipda Pol Denny Ka.SPKT katanya Kapolres Painan AKBP Deni Yuhasdi, SH, Sik tidak berada ditempat sedang tugas luar dan Kasat Reskrim AKP Muhardi, Sik (tidak ada karena sakit, kemudian kata Bripka A.Sepan Pembantu penyidik dan Ipda Denny supaya temui saja Kanit I Reskrim Polres Selatan Bipka Martian, karena dia penyidiknya.

Bripka Martian didampingi anggotanya Bripka A. Sepan mengatakan kasus pelapor Zainal seluruh saksi sudah diperiksa, tersangka si Nof dan kawan-kawannya 4 orang sudah diperiksa tetapi tidak ditahan, visum sudah diambil, SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sudah diterbitkan dan dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Painan, SP2 HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) sudah diberikan kepada Zainal, sekarang tinggal memberkas dan secepatanya akan dikirim ke Kajari Painan ungkap Martian.

Mawir Mamak Kepala Waris suku Caniago menyatakan kepada Maklumat News persoalan Zainan kemenakannya ini bermula dari masalah tanah antara Syamsir Dt. Paduko Sati Cs berlawanan dengan Mawir Cs.

Ketua KAN (Kerapatan Adat Nagari) Pasar Baru Drs. HM. Rapani Dt. Batuah tanggal 25 Mei 2016 memutuskan pemenangnya adalah Mawir Cs Surat Keputusan Pimpinan Kerapatan Adat Nagari Pasar Baru No. 04/Pdt. Adat/2016/KAN/PS.BR urusan perdamaian adat dan perdata adat serta Sako dan Pusako.

Menyatakan penggugat rekonvensi (Mawir) adalah sebagai Mamak Kepala Waris dalam kaum mengatakan surat hibah kepada Nurlis dan Lidas masing-masing tanggal 06 Februari 1972 kuat dan bergarga. Menyatakan tanah sawah sebanyak 6 piring besar kecil yang terletak di tanah Kareh Kalawi  Asam Kamba dan tanah perumahan serta sawah yang teletak dibelakang rumah panjang Limau Asam Kenagarian Asam Kamba adalah harta kaum penggugat rekonven (harta kaum Mawir) yang diperdapat atas hibah dari Mamak tergugat korvensi/penggugat rekonsi bernama H.M. Lahir.

maw2
Kaum Mawir dilarang membuat pondasi rumah di tanah kaum yang dimenangkannya

Demikian ditetapkan dalam rapat permusyawaratan Kerapatan Adat Nagari Pasar Baru pada hari Sabtu tanggal 4 Juni 2016 oleh kami, Muslim Suid Datuk Putih sebagai Ketua Sidang, H.M. Rapani Datuk Batuah sebagai Ketua Kerapatan Adat Nagari Pasar Baru, Suarti HT. Datuak Rajo Intan, Daswir Datuk Mangkuto Rajo, Dasrul Datuk Bagindo Sampono, Jarijis Datuk Rangkayo Basa, Alwis Datuk Bandaro Koto, H. Darlim Datuk Rajo Bilang masing – masing selaku anggota serta Taufik Pnk. Datuk Rangkayo Mudo selaku sekretaris KAN dan sekaligus sekretaris sidang dan tidak dihadiri pihak Penggugat dan Tergugat.

Lebih lanjut dikatakan Mawir kemenakannya 8 KK tinggal dilokasi sawah dan ladang sudah puluhan tahun, ini diserobot masuk diambil oleh si Nof Cs dan dilarang tanggal 17 Januari 2016 membuat pondasi rumah anak kemenakan kami dan hari Rabu tanggal 09 November 2016 ramai-ramai perempuan dari pihak lawan menanam pisang dan jagung diatas ulayat kami untung tidak terjadi perkelahian ungkap mawir. (HN-MH)

 

LEAVE A REPLY