Beranda BERITA TERBARU Keberkahan Di Balik Polemik Naik Haji Wabup Limapuluh Kota

Keberkahan Di Balik Polemik Naik Haji Wabup Limapuluh Kota

597
0
BERBAGI

Limapuluh Kota -maklumatnews.net- Tanggal 2 Juli 2019, Kemendagri membalas surat Gubernur Sumatera Barat perihal Permohonan Izin Cuti Keluar Negeri Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan. Para awak media memberikan surat ini sebagai batu sandungan Wakil Bupati untuk pergi ke tanah suci. Kemendagri merespon status Ferizal Ridwan yang berangkat ketanah suci sebagai Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), bertentangan dengan Peraturan Mendagri pasal 3 ayat (1) huruf C keputusan Menteri Dalam Negeri No 116 tahun 2003. Jika Ferizal ingin berangkat, harus menggunakan biaya pribadi. Masyarakat Limapuluh Kota pun tersentak.

Spekulasi tumbuh subur. Masyarakat banyak bertanya. Kenapa pada saat Wakil Bupati Limapuluh Kota yang menjadi TPHD menjadi persoalan. Padahal banyak kepala daerah sebelumnya yang bisa pergi ke tanah suci dengan menyandang status TPHD.

Saat surat Kemendagri no 099/5710/SJ ini keluar, Pemkab Limapuluh Kota juga telah menyetorkan uang sebesar Rp 68 Juta kepada penyedia jasa perjalanan haji atas nama Ferizal Ridwan dengan status TPHD. Merasa ada kejanggalan, para tokoh seantero Kabupaten Limapuluh Kota pun bereaksi.

Tiga hari pasca surat Kemendagri ini keluar, sejumlah tokoh masyarakat berduyun-duyun menggalang dana untuk Wakil Bupati. Bentuk protes terhadap mekanisme yang di anggap salah kaprah yang akhirnya merugikan pribadi Ferizal Ridwan.

Dalam alur proses pengurusan status TPHD ini, si calon petugas TPHD direkomendasikan oleh Bupati kepada Gubernur. Kemudian Gubernur membuat tim untuk menyeleksi kelayakan calon tersebut. Hasil seleksi, Ferizal Ridwan dinyatakan lulus seleksi dan namanya tercantum sebagai petugas TPHD Kabupaten Limapuluh Kota. Karena Ferizal Ridwan menjabat sebagai kepala daerah (Wakil Bupati-red), dirinya emmang diharuskan mengajukan cuti dan melakukan perjalanan keluar negeri ke Kemendagri. Surat dibalas, isinya bikin warga Limapuluh Kota riuh.

Dihari kedua penggalangan dana, nominal yang terkumpul sudah melebihi penggantian APBD yang terpakai untuk TPHD Ferizal Ridwan. Uang Rp 68 Juta siap disetorkan ke kas negara.

Dibalik layar, persoalan ini pun menjadi senda gurau. Para tokoh yang ikut menyumbang berkelakar dan terbersit untuk lepas rindu sesama tokoh limapuluh kota. Para perantau juga demikian. Rindu sahabat dan kampung halaman. Akhirnya, keberkahan persoalan ini menjadi tampak di Rumah Dinas Wakil Bupati Limapuluh Kota, Minggu (7/07/2019). Sejumlah tokoh masyarakat Limapuluh Kota berkumpul dalam acara Tasyakuran Haji Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan yang dikomandoi Khairul Apit, Caleg Terpilih untuk DPRD Kabupaten Limapuluh Kota periode 2019-2024.

Tasyakuran Haji Wakil Bupati Limapuluh Kota juga berlanjut pada Senin (08/07/2019) mengundang Pemkab, Forkopinda, relasi dan perangkat Nagari se 50 kota. Kemudian Jumat (12/07/2019), Tasyakuran di Rumah Orang Tua Ferizal di Tanjung Gadang Rumah, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Acara Tasyakuran ini tidak bisa terlaksan tanpa bantuan para tokoh Kabupaten Limapulub Kota yang peduli dengan persoalan Ferizal. Termasuk mendoakan dan melepas beliau ke tanah Suci.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan dan solidaritas semua pihak yang membantu daya dalam persoalan ini,” terang Ferizal saat menjamu tokoh’tokoh Limapuluh Kota yang hadir saat acara Tasyakuran.

Disela-sela obrolan, Ferizal juga meminta doa dan restu agar perjalanan k tanah suci tanggal 18 Juli – 30 Agustus 2019 mendatang menjadi ibadah yang diterima Allah SWT. (Rel/FS)

LEAVE A REPLY