Beranda BERITA TERBARU Komika Pandji Gelar Tur dunia berjudul “Juru Bicara” Bertema HAM

Komika Pandji Gelar Tur dunia berjudul “Juru Bicara” Bertema HAM

652
0
BERBAGI

MAKLUMATNEWS.NET, (JAKARTA) – Stand-up komedian Pandji Pragiwaksono akan menggelar tur dunia berjudul “Juru Bicara”. Bekerjasama dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindah Kekerasan (Kontras), tur kali ini akan mengangkat isu-isu hak asasi manusia.

Masalah hak asasi manusia apa saja yang akan dibahas oleh Pandji?

Pandji akan hadir sebagai juru bicara dari mereka yang tersisih, kelompok yang kerap didiskriminasi, termasuk para korban pelanggaran HAM.

Siapa saja yang dimaksud kaum tersisih? “Kriminalisasi, kamisan,” kata Koordinator KontraS Haris Azhar pada Rappler, Rabu, 23 Maret.

Mereka yang berpartisipasi dalam aksi Kamisan ini antara lain korban kekerasan pada masa Orde Baru, seperti pembantaian massal 1965/1966, dan keluarga korban penghilangan paksa pada 1997 dan 1998.Keluarga korban kekerasan dan pelanggaran HAM 2007 menggagas aksi Payung Hitam di depan Istana Negara setiap Kamis. Aksi Kamisan ini didukung penuh oleh Kontras.

Aksi Kamisan dilakukan dengan cara berdiam diri, membacakan sikap, hingga mendengarkan lagu.Juga bergabung dalam aksi Kamisan itu adalah mereka yang bersimpati pada meninggalnya aktivis HAM Munir Said Thalib pada 2001 dan solidaritas untuk kelompok minoritas seperti Ahmadiyah.

Setiap pekan, para peserta menggunakan baju warna serba hitam dan membawa poster atau foto dari para korban. Beberapa di antara mereka membawa bunga untuk ditabur dan lilin.

Kota-kota tersebut dipilih karena dianggap memiliki geliat gerakan sosial yang menjunjung tinggi nilai perdamaian, non-diskriminasi atas ras, warna kulit, orientasi seksual, gerakan kelas pekerja, ekonomi kreatif, kemerdekaan berpikir, dan berkumpul secara damai. Menurut Haris, tur dunia dari Pandji akan dimulai pada April di 24 kota di 5 benua, di antaranya: Shanghai, Hannover, Berlin, Frankfurt, Medan, Pretoria, Yogyakarta,Tokyo, Melbourne, San Francisco, Washington DC, Liverpool, Balikpapan, Makassar, dan Jakarta.

Haris mengatakan aksi Pandji ini mempunyai pesan khusus bagi lembaganya.

“Kami berharap dan yakin Pandji lewat Stand Up Comedy-nya akan menjadi salah satu mitra yang tepat untuk mengembalikan makna penting kebebasan berekspresi,” ujarnya.

‘Saya akan membahas kasus tragedi 1965’

Pandji menuturkan bahwa ia mengamati kondisi Tanah Air baru-baru ini.

“Dari pengamatan terhadap kondisi Indonesia. Ada banyak kejadian di negeri ini yg membuat saya berpikir untuk mencoba menjadi juru bicara bagi beberapa pihak karena nampaknya suara mereka tidak terdengar,” katanya, Kamis, 24 Maret.

Contohnya, “Berapa kali kita berpikir bahwa gerakan Islam yang keras vokal tidak mewakili keyakinan kita? Berapa kali kita berharap ada yang berdiri dan berkata, ‘Islam yg saya yakini tidak seperti itu’”

Pandji menambahkan ia juga akan membahas kasus tragedi pembantaian pada 1965. “Untuk isu HAM, saya juga membahas kasus 65 di mana lebih dari 500.000 jiwa dibunuh tanpa melewati proses hukum karena dituduh komunis,” katanya.

“Selain itu masih ada banyak materi yg saya angkat, seperti pemblokiran konten internet, sensor di TV, rating TV, entrepreneurship, prostitusi, sejarah, intoleransi, dan lingkungan,” ujarnya.

Lalu mengapa memilih KontraS sebagai mitra?

“Saya ingin dengan serius membahas HAM dan dengan itu saya perlu mitra kerja yang bisa memberikan informasi & data yg valid. Sehingga premis dari lawakan saya bisa dipertanggung jawabkan”.

sumber: Rappler.com

LEAVE A REPLY