Beranda BERITA TERBARU KOMPLIK INTERN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) MULAI MEMANAS, PEJABAT TERKAIT KASAK...

KOMPLIK INTERN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) MULAI MEMANAS, PEJABAT TERKAIT KASAK KUSUK

794
0
BERBAGI

Agam-maklumatnews.net-Pemberitaan polemik internal BPBD Kabupaten Agam yang di muat di beberapa media 15/1/2019 membuat para pejabat di dinas terkait kasak kusuk.

Saat berita di terbitkan informasi dari Martias sedang upaya persuasif perdamaian dengan Kalaksa Lutfi oleh Dinas Insfektorat Kabupaten Agam.

Konflik berawal dari maslah  oleh Lutfi pada Martias yang saat ini di mutasikan ke Dinas Dukcapil Kabupaten Agam. Martias  menjawab surat tersebut dengan membeberkan beberapa item yang menyangkut borok BPBD yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara seperti : Pembelian alat pendeteksi pergeseran tanah Early warning syastem (EWS) konon harganya menurutnya kurang lebih  Rp 3 Milyar (harga resmi di pasaran sekitar Rp 250 juta) diduga terjadi “MARK UP” alat tersebut di fungsikan kurang lebih 6 bulan, per Oktober 2018 tidak dipungsikan lagi. Karena biaya pengoperasian alat tersebut perbulannya Rp 7 juta, BPBD tidak mampu untuk membiayainya.

Pemda Agam juga tidak bisa mendanai Early warning syastem(EWS) tersebut karena tidak terdaftar pada aset Pemerintah Daerah Kabupaten Agam. Pembelian EWS diambil dari dana Rehab Rekon Dama Gadang. Padahal EWS adalah alat pencegahan dini..(singkronkah masuk Rek Rehab rekon?????..) penyidik profesionallah yang mampu untuk membuktikannya. Ucap martias.

Dijelaskan lagi, dalam surat tersebut pada bulan Agustus Martias di mintai uang Rp 150 juta untuk salah seorang oknum Kejaksaan Negeri Agam. Guna untuk menutupi kasusnya.

Sementara Martias Spd tidak tahu kasus yang menjeratnya dan tidak pernah di panggil oleh Jaksa yang di maksud. Martias tidak mau membayar uang yang di minta Lutfi, Martias menduga bahwa  Lutfi, Indra Junaidi, dan Wahyu menumbalkan dirinya dengan mencatut nama oknum Kejaksaan Agam.

Dihari dimintai dana tersebut Martias telah menyampaikan pada atasannya Yunaidi. Dan juga memberitahukan pada sekretaris BPBD Nelfendri ST yang sedang diklat di Baso. 7/8/2018.

Martias Spd saat di konfirmasikan Tim Dpw Lsm Garuda  Sumbar yang di pimpin Bj Rahmad membenarkan semua itu, siap menanggung resikonya. Beberapa hari yang lalu 8/1/2019 sekitar pukul 22:00 Wib  di Lubuk Basung.

Ketika hal ini di konfirmasikan tim pada Kalaksa Lutfi kekantornya Senin 14/1 sekitar jam 17 : 00 wib di ruangannya mengatakan permasalahan tersebut sedang di cari penyelesaiannya oleh Insfektorat Kabupaten Agam.

Dia bermohon pada tim yang konfirmasi agar tidak memberitakannya. pada dasarnya permasalahan ini intern BPBD. Ucapnya dengan nada tegang.

Terkait hal pemberitaan yang telah diterbitkan beberapa media, Kasi Intel Devitra Romiza SH. MH mengatakan, pihaknya akan lakukan konfirmasi dengan pimpinan, dalam minggu ini akan melakukan konfirmasi dengan pihak-pihak yang terkait dalam surat tersebut, ucapnya ketika di konfirmasi Tim  di ruang kerjanya Selasa 15/1/2019 sekitar 13:46 Wib.

Sementara itu ketua Dpw Lsm Garuda Nasional Sumbar Bj Sumbar  menegaskan, agar pihak penegak hukum segera menindak lanjuti pemberitaan dari beberapa media, sehingga permasalahan tersebut jelas dimata publik, sehingga tdak ada lagi ASN dan pejabat yang mencatut oknum penegak hukum untuk menakut-nakuti bawahannya.

Ditambahkannya lagi, tidak ada ASN kebal hukum tidak bisa di jamah hukum. Kita akan tunggu profesionalnya penegak hukum, terutama Kejaksaan untuk mengungkap kasus ini, konon nota benenya akan berimbas pada citra Pemerintah Kabupaten Agam, kata menghakhiri tanggapannya. (Tim)

LEAVE A REPLY