Beranda BERITA TERBARU Kondisi Lalin ”Kacau”, Komisi III DPRD Padang Minta Dishub Jangan Lamban

Kondisi Lalin ”Kacau”, Komisi III DPRD Padang Minta Dishub Jangan Lamban

322
0
BERBAGI

PADANG-MAKLUMAT NEWS.NET–Sejumlah rambu lalu lintas (lalin) di beberapa titik traffic lights di Kota Padang, mendesak dievaluasi. Warga mengeluhkan traffic lights dan rambu yang tak jelas yang dapat berpotensi membahayakan pengguna jalan. 

Kondisi itu terlihat pada traffic lights, diantaranya di jalur bypass, perempatan simpang tinju (Tugu perjuangan Bagindo Aziz Chan, Red) Jalan Gajah Mada dari arah Siteba menuju Gunung Pangilun.

Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim menanggapi kondisi itu sebagai bagian dari kekacauan lalu lintas di Kota Padang. Banyak terjadi kemacetan, sering terjadi insiden kecelakaan pada jam-jam puncak, dan termasuk akibat pelebaran jalan.

Menurut Politisi Partai Golkar ini, sebagai wakil rakyat ia memang banyak menerima laporan terkait kondisi lalu lintas yang terjadi di Kota Padang. Ia bahkan pernah mempertanyakan hal itu, namun anehnya pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang mengklaim telah menempatkan sejumlah petugas di berbagai titik kemacetan.

“Kami bahkan banyak pengeluaran tidak terduga selama ini, sebagai dampak menempatkan petugas di berbagai titik kemacetan tersebut,” sebut Helmi kepada GemaMedia.net menirukan keterangan pihak Dishub Kota Padang di sela-sela Rapat Pansus Belanja Langsung APBD-P Tahun 2016, Kamis (29/9/2016).

Ketika persoalan tersebut ditanyakan ke pihak Dishub Provinsi Sumatera Barat, disampaikan bahwa include traffic lights 10 titik akan dilaksanakan setelah ruas jalan bypass selesai dikerjakan.

“Namun bagaimana kondisi lalu lintas dalam rentang waktu tersebut, hal ini juga perlu menjadi perhatian pihak Dishub Kota Padang,” kata Helmi Moesim.

Sedangkan untuk melancarkan lalu lintas, Helmi Moesim meminta Dishub Kota Padang, untuk bergerak cepat agar traffict lights yang mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya secepatnya dilakukan perbaikan guna meminimalisir potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Jangan berlama-lama lagi,” tegas Helmi Moesim yang akrab disapa Da Ai.

Pantauan GemaMedia.net di lokasi lainnya, seperti traffic lights di perempatan simpang Adabiah menuju Jalan Perintis Kemerdekaan (Menuju Sawahan) nyaris bernasib sama. Beberapa kenderaan tetap melintas lurus, meski traffic lights saat itu merah menyala. Kondisi itu dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dari arah komplek Adabiah yang akan melintas ke Jalan Perintis Kemerdekaan (belok kiri), Jalan Mangunsarkoro (lurus), dan Jalan Jati (Belok kanan). Apalagi di lokasi ini juga tidak terdapat traffic lights tersendiri.

Sementara beberapa kenderaan lainnya lebih memilih berhenti saat lampu berwarna merah, karena rambu “Lurus jalan terus” tidak terpasang. Mereka baru jalan lurus, setelah lampu hijau menyala, bersamaan dengan pengguna jalan yang berbelok ke arah Jalan Mangunsarkoro.

Di sisi lain, akibat di lokasi arah komplek Adabiah ini tidak terdapat traffic lights tersendiri. Walhasil, pengguna jalan dari arah ini hanya mempedomani pengguna jalan yang berhenti di traffic lights Jalan Mangunsarkoro, yang akan berbelok ke arah Jalan Perintis kemerdekaan, atau lurus ke arah komplek Adabiah. Jika pengguna jalan dari arah Jalan Mangunsarkoro terlihat mulai jalan, maka kenderaan dari arah komplek adabiah juga akan ikut melintas.

“Kita berharap pemerintah kota dapat mengevaluasinya, sehingga dapat mengurangi tingkat membahayakan bagi pengguna jalan,” tutur Akmal (43) salah seorang pengguna jalan di lokasi.

Beberapa titik yang juga mendesak untuk dibuatkan rambu tambahan “Belok kiri berhenti” atau “Belok kiri jalan terus”, adalah pada traffic lights Alai dari arah Gunung Pangilun.

Informasi yang dihimpun GemaMedia.net, terkait penataan rambu lalin di Kota Padang memiliki anggaran pada APBD Kota Padang. (GM)

LEAVE A REPLY