Beranda BERITA TERBARU Korban Penjualan Organ Tubuh Ketakutan, Polisi Sulit Ungkap Jaringan

Korban Penjualan Organ Tubuh Ketakutan, Polisi Sulit Ungkap Jaringan

459
0
BERBAGI

JAKARTA –(Maklumat News) Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum) Bareskrim Mabes Polri terkendala untuk menyisir jumlah korban atas kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yakni transaksi tranplantasi organ khususnya ginjal.

“Untuk korban, kami memang ada kendala karena memang sebelumnya para korban ini sudah diberitahu oleh para pelaku sebelumnya bahwa mereka bisa dijadikan pelaku, atau turut dalam melakukan,” kata Kasubnit II Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum Bareskrim Polri AKP Chuck Putranto kepada Okezone, Senin (1/2/2016).

Ia menjelaskan para korban ini ketakutan untuk mengungkap jaringan transplantasi organ khususnya ginjal ini. Karena itu pihaknya akan berkoordiasi dengan lembaga terkait untuk menuntaskan perdagangan organ tubuh.

“Jadi takut mereka. Ada beberapa tim kesana (tempat korban). Tim yang meyakinkan dahulu para korban, nanti mereka mau, baru kami periksa. Dalam hal ini kami juga berkoordinasi dengan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban),” sambungnya.
Untuk saat ini, pihak kepolisian masih akan menyisir jumlah korban tranplantasi khususnya di Kota Bandung.

“Sementara yang kami dalami daerah Bandung dulu. Kan kami fokus ke sini. Ketika pemenuhan dari ahli (saksi ahli dari IDI dan ahli TPPO) sudah memberikan pernyataan, kami kroscek ke pelaku (tersangka) untuk memberitahu jaringan mana lagi yang pernah diterima dari perekrutnya,” lanjut Chuck.

Sebelumnya, Penyidik Ditpidum Bareskrim Mabes Polri menangkap tiga pelaku penjual organ tubuh manusia berupa ginjal di Bandung Selatan, Jawa Barat. Mereka adalah Tana Priatna alias Amang, Dedi Supriadi bin Oman Rahman dan Kwok Herry Susanto alias Herry. Ketiganya telah menipu sebanyak 15 orang untuk menjual organ tubuh mereka,(S OKEZONE)

LEAVE A REPLY